
Bryan masih bingung mencari cara agar Clara tidak pergi dan tetap menjadi sekretarisnya.
Tok... tok... tok... seseorang mengetuk pintu.
"Masuk!" Sahut Bryan dari dalam berpaling melihat siapa yang datang.
"Sir, kita mendapat panggilan dari Tuan Robert di Swiss, kita harus berangkat ke sana sore ini juga." jelas Riko.
"Ah! Ini bisa jadi alasan yang tepat." gumam Bryan mengambil kesempatan.
"Ok! Siapkan 3 tiket untuk penerbangan kesana!"
"Kenapa 3 tiket, Sir kita hanya pergi berdua?"
"Siapkan saja! Clara juga akan ikut."
"Baik, Sir segera saya siapkan."
"Satu lagi! Untuk hari pertama kita akan menginap dirumah Aunt saya, tapi tetap harus siapkan hotel karna hari seterusnya kita akan menginap di hotel."
"Baik, Sir!"
*****
"Ms. Clara tunggu sebentar!" panggil Bryan menghentikan Clara yang berjalan menuju lift.
"Ada apa, Sir?"
"Ikut saya sebentar!"
Clara pun mengikuti Bryan sampai keruangannya.
"Sore ini kita ada jadwal melakukan perjalanan bisnis keluar negeri selama sepekan, saya minta kamu dampingi saya pergi ke sana."
"Tapi Sir, ini hari terakhir saya bekerja, Sir sudah berjanji bukan? Sir, bisa didampingi oleh Riko atau Wulan kenapa harus saya?"
"Saya tidak mau tau! Apa yang sudah terjadwal tidak bisa diundur, hari ini kamu masih sekretaris saya jadi saya berhak menentukan kamu ikut atau tidak bersama saya."
"Tapi saya belum menyiapkan segala sesuatunya."
"Saya tidak mau dengar alasan apapun, tiketnya sudah dipesan jadi siapkan saja dirimu."
"Baiklah, tapi izinkan saya mengemaskan semua barang yang harus dibawa!"
"Tidak perlu membawa apapun, siapkan saja jaket dan sweater."
"Baik, Sir saya akan mengambilnya di rumah!"
__ADS_1
"Jangan kemana-mana! Riko sudah menyiapkan semuanya."
"Iya, Sir."
"Dia selalu bertindak semaunya, menyebalkan!" ucap Clara dalam hati.
Di Sisi Lain
"Gawat Ren, gawat!" Aditya terlihat panik saat datang menemuai Rendi.
"Apanya yang gawat? Kamu kenapa sih datang-datang panik seperti itu?"
"Ren, boss besar dan Clara akan pergi ke Swiss sore ini, Ren!"
"Ke Swiss?" ucap Rendi kaget.
"Iya Ren, mereka pergi liburan disana!"
"Liburan? Tapi sekarang bukan waktunya liburan."
"Aduh maaf bukan liburan, tapi mereka akan pergi kesana untuk bertemu investor."
"Siapa saja yang akan ke sana?"
"Aku tidak tau, tapi yang jelas Clara dan boss besar akan kesana selama seminggu."
"Ren, sepertinya kamu juga harus kesana jangan biarkan Bryan mendapat kesempatan untuk mendekati Clara, apa lagi disana tempatnya cukup romantis jadi dia akan banyak kesempatan untuk mendekati Clara."
"Ren, Ren! jangan terlalu percaya diri, suasana disana berbeda dengan disini aku hanya takut Clara akan terbawa perasaan saat mereka hanya berdua disana ditambah dinginnya disana pasti mereka akan semakin dekat, aku tidak bisa bayangkan Ren, kalau aku jadi kamu aku sudah kesana tidak akan kubiar mereka bisa bersenang-senang."
"Hah!!! Kalau kamu hanya datang untuk menakut-nakutiku, lebih baik keluar sana!"
"Aku tidak menakutimu, tapi ini fakta Ren!"
BANDARA INTERNATIONAL SOEKARNO-HATTA
Bryan, Clara dan Riko turun dari mobil memasuki bandara.
"Ini perjalanan pertamaku ke laur negeri, dulu aku memimpikan pergi ke luar negeri bersama Rendi, tapi sekarang aku malah pergi bersama dengan boss menyebalkan ini." Batin Clara sembari sejenak menghentikan langkahnya tubuhnya terasa gemetar karna ini pengalaman pertamanya naik pesawat terbang jadi Clara merasa takut pada ketinggian.
"Hei... kenapa berhenti kita harus cepat, sini berikan paspormu ke Riko!" Ucap Bryan.
"Ini tuan!" Clara mengambil paspornya memberikannya ke Riko."
Bryan dan Clara segera masuk ke dalam pesawat, Clara tertegun kaget saat melihat ruangan yang dimasukinya sangat mewah.
"Wah... Indahnya, seperti di hotel, ini ruangan kelas berapa pasti sangat mahal?" Clara terlihat sangat polos dengan mengatakan ke kagumannya.
__ADS_1
"Kamu pikir ini sekolah ruang kelas berapa? ini namanya ruang VIP ruangan terbaik kira-kira seperti itulah." jelas Bryan.
"Kemari! Kita duduk disini!" Bryan menarik Clara.
"Kita berdua disini?"
"Iya, kamu mau aku pindahkan dikelas ekonomi sendirian disana?"
"Tapi Riko duduk dimana?"
"Ya ampun! Riko bisa duduk dimana saja, jangan banyak nanya kalau kamu masih bertanya aku akan menyuruh Riko memindahkanmu ke kelas ekonomi."
"Jangan tuan, jangan!" Clara langsung duduk tubuhnya kembali gemetar dan Bryan merasakan itu.
"Tubuhmu gemetar? Kamu salting ya duduk berdua denganku?" Tanya Bryan sedekit bercanda.
"Tidak! Hanya saja ini pengalaman pertamaku naik pesawat!" Clara mengakuinya.
"Hahaha... Lucu sekali, bukankah mantan suamimu kaya raya tapi kamu bilang ini pengalaman pertama?" Bukannya menenangkan tapi Bryan malah menertawakan Clara membuat Clara kesal.
"Jangan tertawa!"
"Sorry! Sorry! Tapi memang aneh, selama kamu dengannya apa dia tidak pernah membawamu jalan-jalan naik pesawat?"
"Tidak pernah!"
"Kasian! hehe..." Bryan masih terkekeh sambil mengacak rambut Clara karna merasa geli setelah tau ini pengalaman pertama Clara.
"Duh! Aku kok mual ya..." ujar Clara merasa akan muntah.
"Wah... wah... ini kantong plastik untuk mu jangan memuntahiku!" Bryan sudah bersiap-siap untuk mengelak.
UUWEEKKK... Clara malah memuntahi Bryan.
"Clara???" Teriak Bryan syok tapi tidak marah, hanya kaget dan sedikit jijik.
"Maaf Tuan, sepertinya saya mabuk!"
"Sini Tuan biar saya bersihkan!" Clara mengambil tissue dan membersihkan kotoran di baju Bryan.
"Sir, mau saya ambilkan baju ganti?" tanya Riko.
"Tidak perlu! Biarkan saja!" ucap Bryan melihat mata Clara seperti ketakutan dan tubuhnya masih gemetar.
"Ini bahkan belum take-off tapi dia sudah muntah duluan." gumam Bryan seakan tak percaya.
Noda dan bau muntahan Clara masih membekas tapi sekarang Bryan tidak merasa jijik lagi, Bryan merasa ini pengalaman paling berkesan dan teraneh yang baru pernah dia alami.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....
Hai guys terima kasih masih setia baca novel author, moga ga bosan ya😁 maaf upnya selalu telat, bukn mksud author telat up tp krna pihak yang berwajib agak lama mereview novel yg author update, jadi mohon kesabaran dan pengertiannya😊