
Saat aku berjalan pikiranku sedang tidak fokus hingga aku tidak menyadari sebuah truk hampir menabrakku karna panik aku malah jatuh dari jembatan yang dibawahnya mengalir air sungai yang deras tidak diketahui berapa kedalamannya untung saja tanganku masih bisa meraih tepian jembatan tapi aku tidak bisa naik keatas karna tanganku tidak cukup kuat untuk bertahan sampai akhirnya seseorang datang meraih tanganku dia bersusah payah menarikku. Betapa kagetnya aku pria dingin itu datang lagi menyelamatkan nyawaku, tiba-tiba saat kami bertatapan mata, mata itu mengingatkan aku pada peristiwa 8 tahun lalu.
Dimana saat itu aku masih kuliah semester 3 terjatuh dari lantai 3 kejadian ini sama persis dulu aku jatuh dari ketinggian seorang pria culun selalu memakai masker menutupi wajahnya berusaha menyelamatkanku dia meraih dan menggenggam tanganku dengan erat hingga membuat tangannya terluka tapi setelah kejadiaan itu aku tidak pernah melihatnya lagi di kampus.
Sekarang terjadi lagi aku tidak tau pria itu sama atau berbeda karna aku tidak tau wajah pria culun yang menyelamatkan nyawaku 8 tahun lalu sedangkan sekarang pria yang menyelamatkanku penampilannya jauh berbeda dia begitu tampan, cool dan sangat berkelas walau aku tidak tau siapa dia tapi setelah kejadian ini melalui matanya aku berusaha mengingatnya kembali untuk mencari tau kebenerannya.
Dengan susah payah dia menarikku sampai akhirnya aku selamat dari maut lagi. Aku tidak habis pikir bagaimana dia selalu datang disaat aku dalam bahaya lagi-lagi dia menyelamatkanku walaupun sebelumnya dia hampir membuat nyawaku melayang.
"Aku tidak tau siapa Anda, terima kasih sudah menyelamatkanku." Ucapku sambil berusaha mengenalinya.
"Kamu mencoba bunuh diri." Ucapnya dengan gaya bicaranya yang angkuh.
"Kamu salah paham, aku sama sekali tidak berniat bunuh diri, tapi tadi truk itu......."
"Jika ada masalah bahkan prustasi jangan sekali-sekali mencoba bunuh diri." Pria itu memotong perkataanku.
"Aku sudah bilang aku tidak akan membahayakan nyawaku sendiri." Aku mulai kesal padanya karna dia selalu menuduhku untuk bunuh diri.
"Bunuh diri sama saja menggali kuburan sendiri, bunuh diri bukan cara untuk menyelesaikan masalah, apa dengan kamu mati masalah akan berakhir?" Ucapnya panjang lebar aku hanya diam mendengarnya.
__ADS_1
"Masalah tidak akan berakhir justru semakin menambah masalah, mungkin kamu akan bebas tapi pikirkan kembali nasib keluargamu atau perasaan seseorang yang sangat mencintaimu bagaimana nasibnya setelah kamu tiada." Sambungnya. Laki-laki ini benar-benar membuatku bingung aku sama sekali tidak mengerti kata-katanya.
"Ternyata pria ini bisa juga banyak bicara." batinku.
"Mungkin jika aku tiada, kamu akan mati disungai itu."
"Apa... kamu mendoakanku???" Aku sangat kesal padanya makin lama bicara dengannya dia semakin tidak waras tapi dia hanya tersenyum kecil dan kembali kemobilnya.
"Hei... pergelangan tanganmu terluka." Teriakku tanpa tau siapa namanya meskipun kami sudah sering bertemu.
"Apa-apaan ini???"
Saat menyembut kotak p3k aku baru menyadari telapak tanganku terluka dan berdarah.
"Kenapa dia begitu perhatian padaku sampai-sampai dia tau aku sedang terluka yang aku sendiri tidak menyadarinya, dia kan juga terluka kenapa dia malah memberikannya padaku." Gumamku. Aku masih bingung sambil mengingat masalaluku yang masih sangat sulit untuk ku mengerti.
Setelah mengobati luka aku kembali kerumah sakit. Rendi menghampiriku.
__ADS_1
"Kenapa tanganmu diperban, apa kamu terluka?" Tanyanya terlihat sangat mencemaskanku.
"Luka ini tidak seberapa sakitnya dibanding luka dihati." Aku maju selangkah dari Rendi membuatnya termenung menatapku.
"Dimana Audira???" Tanyaku.
"Dia bersama ibu, pergilah Audira terus menangis saat kamu pergi."
Aku pun menghampiri Audira yang sedang menangis saat ibu menggendongnya tapi begitu aku menggendongnya dia seolah nyaman bersamaku. Aku senang meskipun Audira bukan anakku tapi aku merasa nyaman bersamanya.
"Clara, apa kamu tetap akan berpisah dengan Rendi?" Tanya mama.
"Jangan bahas hal itu disini ma, kita bahkan belum memakamkan Nanda." Ucapku yang saat ini tidak ingin membahas hubunganku dengan Rendi, aku hanya fokus pada Audira kasihan anak tidak berdosa ini harus ikut menghadapi masalah seberat ini.
Bersambung....
gimana episode kali ini?
__ADS_1
jangan lupa like dan komentarnya guys😊