DARI HATI

DARI HATI
EPISODE 36


__ADS_3

"Sekarang kamu makan!!!" Bryan menyodorkan makanan yang dibawakan oleh Aditya barusan.


"Saya sudah sarapan dirumah, Mr."


Sebenarnya Clara belum sarapan karena melihat menu sarapannya seafood yang bisa membuat kulitnya memerah alias alergi seafood jadinya dia terpaksa berbohong.


Bruuukk...bruukk bunyi perut Clara membuat Bryan tertawa.


"Bunyi apa barusan?" tanya Bryan menyindir Clara.


"Duh... baby cacing kamu membuatku malu... aku memang lapar tapi dipagi hari makan seafood, dia benar-benar aneh." ucapnya dalam hati sambil memegang perut.


"Oo... aku tau kamu mau aku menyuapimu kan?"


Mendengar itu Clara langsung mengambil makanannya dan melahapnya tanpa henti dan itu membuat Bryan tak bisa berhenti tersenyum memandangnya.


Seafood rasanya memang enak tapi bisa membuat sebagian orang alergi dan pusing. Beberapa menit setelah makan Clara mulai merasa pusing di kepala dan gatal-gatal di sekujur tubuhnya.


"Aduh... Gara-gara dia aku yang jadi korban, gatal sekali!!!" batinnya mulai menggaruk-garuk.


"My secretary, ada apa denganmu? kamu baikkan?" Bryan mendekati Clara yang sedang menggaruk tangannya tanpa permisi Bryan menyingsing lengan kemeja Clara.


"Apa ini???" Bryan kaget melihat tangan Clara dipenuhi bercak merah.


"Maaf mr. jika boleh saya mau izin pulang, saya tidak bisa bekerja dengan kondisi seperti ini."


"Ikut denganku..."

__ADS_1


Tiba-tiba Bryan menggenggam tangan Clara


"Kemana?" Clara kebingungan.


"Rumahku!!!"


"Tapi..." Belum selesai bicara.


"Jangan banyak tanya, saat ini kamu menjadi bagian dari diriku seperti kesepakatan 24 jam kamu akan bersamaku." Ucap Bryan hanya membuat Clara bisa mengangguk menurutinya.


DI MANSION


Bryan membawa Clara masuk kedalam mansion yang disambut ramah oleh para pelayannya.


"Sudah siapkan kamar untuknya?" Tanya Bryan pada pelayannya.


Bryan pun mengantar Clara ke dalam kamar yang sudah disiapkannya jauh-jauh hari khusus untuk Clara tapi Clara tidak tau hal itu.


"Tunggu disini, jangan kemana-mana aku akan menelpon dokter." Bryan pergi menelpon dokter dan Clara duduk dikasurnya sambil menunggu Bryan.


"Kenapa dia lama sekali?" Clara celingak-celinguk memantau Bryan diluar kamar.


"Jangan-jangan dia meninggalkanku, jangan-jangan dia menculikku." pikiran negatif Clara mulai muncul tiba-tiba seorang pelayan datang membawakan salep untuk meredakan rasa gatal.


"Untukku?" tanya Clara.


"Tuan meminta nona oleskan salep ini dulu sebelum dokter tiba."

__ADS_1


"Ternyata dia sangat peduli padaku." sesaat Clara diam memikirkan Bryan yang tingkahnya bisa berubah kapan saja.


"Terima kasih bi!!!"


Belum lama pelayan pergi Bryan juga sampai bersama dokter. Ternyata Bryan tidak hanya menelpon dokter tapi dia juga pergi membawa dokter spesialis alergi untuk memeriksa kondisi Clara.


Clara tertegun menatap Bryan dia jadi teringat dengan Rendi. Tindakan Bryan benar-benar mengingatkannya pada Rendi bagaimana saat itu Rendi tidak sengaja menyuruhnya makan seafood dan sangat mencemaskannya saat Clara mengalami alergi.


Bryan meminta maaf pada Clara dia benar-benar tidak tau kalau Clara alergi makan seafood, Clara tersenyum sama sekali bukan salah Bryan karna seharusnya Clara memberitahunya. Tidak terasa hari pun mulai sore Clara harus kerumah Rendi untuk menemui Audira.


"Hari ini aku mengizinkanmu pulang lebih awal tapi mulai besok kamu harus tinggal disini dan aku akan mengantarmu kemanapun kamu akan pergi."


Clara amat senang Bryan semakin berbaik hati padanya meskipun sesaat juga membuatnya jengkel.


RUMAH RENDI


"Sayang, mommy Clara benar mulai sekarang Daddy harus terbiasa mengurusmu sendiri, Daddy tidak boleh lagi bergantung padanya Daddy harus mandiri menjadi ayah sekaligus ibu untukmu, cepat besar ya nak." Rendi mencium Audira dia terlihat sedih mengingat perkataan Clara. Tidak lama kemudian Clara datang, Rendi senang dia tidak menyangka Clara akan datang.


"Clara, kamu datang..." ucapnya seolah tak percaya.


"Iya tapi untuk Audira, duduklah disitu jangan mendekatiku." Clara mendekati Audira untuk memeriksa popoknya dan Rendi duduk di sofa di sudut kamar.


"Baguslah dia sudah menggantinya, aku harap dia mulai terbiasa mengurus Audira meskipun tanpaku." ucap Clara dalam hati. Rendi terus memperhatikan Clara yang begitu sangat menyayangi Audira sampai-sampai dia membayangkan sedang menimang Audira bersama-sama. Memiliki anak dan hidup bahagia bersama selamanya adalah impian Rendi dan Clara tapi sayang kini hanya bisa menjadi hayalan Rendi semata.


Bersambung.....


gimana episodenya puas gak nih? 😁

__ADS_1


jangan lupa vote, like dan komennya ya 😊


__ADS_2