DARI HATI

DARI HATI
EPISODE 35


__ADS_3

Setelah selesai mengganti popok, membuatkan susu dan menidurkan Audira, Clara pun pamit pulang karena hari juga sudah malam.



Audira kecil 😍


"Nanti kalau dia bangun tengah malam, berikan susu diatasi meja sudah aku siapkan, jangan lupa kamu harus belajar mengganti popoknya juga."


"Iya, terima kasih masih menyempatkan waktu untuk Audira."


"Aku pulang dulu..." Clara melangkahkan kakinya tiba-tiba Rendi menahannya.


"Maaf aku tidak bermaksud apa-apa, tapi ini sudah malam jika boleh aku ingin mengantarmu."


"Terima kasih tapi aku rasa itu tidak perlu, aku sudah memesan taksi online, itu taksinya."


Clara segera masuk ke dalam taksi, Rendi hanya bisa menatapnya.


***** KAMAR CLARA


"Maafkan aku Nan, sekarang aku sudah berpisah dengan Rendi aku tidak bisa mewujudkan permintaan terakhir darimu, luka yang dia berikan begitu mendalam sehingga tidak mungkin aku bisa bertahan dengannya."


"Kamu tau Nan, sekarang Dira semakin besar dia cantik sepertimu, dia sangat rewel sampai-sampai membuat daddynya kesal."


"Audira begitu lucu, aku janji Nan akan selalu menjadikan Audira sebagai putriku, aku sangat menyayanginya lebih dari diriku."


Clara tampak memegang sebuah foto Nanda, dia hanya bisa mencurahkan isi hatinya bersama foto itu.


Clara kembali beraktivitas seperti biasanya dengan bekerja menjadi sekretaris pribadi Bryan.


"Apa yang kamu lakukan???" Bryan tiba-tiba masuk kedalam ruangannya saat Clara tengah menyapu.


"Saya, membersihkan ruangan."


"Kenapa kamu lakukan ini Clara, aku tidak ingin kamu capek-capek bekerja." Batin Bryan.


"Kalau mau nyapu tadi, waktu subuh saat semua orang belum datang, sekarang bukan waktunya itu hanya akan membuatku terkena flu."


"Ikut denganku...!!!" Bryan menyeret Clara keluar dengan kasar.

__ADS_1


"Saya mau dibawa kemana Mr.??? Lepaskan tangan saya sakit!"


Mendengar Clara kesakitan Bryan langsung melepaskannya dan meminta maaf, Bryan tidak sadar dia membuat Clara kesakitan padahal niatnya baik mau mengajak Clara sarapan.


"Maaf aku tidak sengaja, sini mana tanganmu biar aku obati." Bryan berusaha meraih tangan Clara tapi Clara malah menjauhkannya membuat Bryan merasa bersalah.


"Lihat disana ada kecoa!!!"


Clara sontak ketakutan sehingga Bryan berhasil meraih tangannya. Clara tertegun melihat Bryan meniup tangannya.


"Masih terasa sakit?" Tanya Bryan sontak membuat Clara sadar dari lamunannya.


"Ah..." Clara menarik tangannya, dia benar-benar merasa malu.


"Kamu masih marah padaku???" Tanya Bryan Clara hanya menggelengkan kepala.


"Kita kembali keruangan saja, biar aku obati lukamu."


Mereka pun kembali keruangan Bryan membaut Clara duduk di sofa.


"Tunggu sebentar!!! aku harus menelpon seseorang."


"Mr. Anda tidak perlu melakukan ini pada saya!!!"


"Heh... kamu jangan berpikir aku memberikan perhatian, kamu jangan terlalu baper."


"Wah... kurangajar PD banget dia..."


"Jika orang melihat luka ditanganmu maka mereka akan berpikir aku ini boss yang suka menganiaya, bisa-bisa reputasi ku rusak karena ulahmu."


"Oo... jadi dia masih berpikir semua ini salahku." gumam Clara menatap Bryan dengan kesal.


"Jika kamu bukan boss sekarang juga sudah ku tendang." batinnya.


tok... tok... tok... pintu diketuk


"Masuk..." Sahut Bryan mereka kembali ke tempat masing-masing.


"Ini pesanan bapak!!!"

__ADS_1


"Sepertinya aku kenal suara itu???" Clara langsung membalikkan badan benar suara itu suara Aditya.


"Clara... Adit..." ucapnya serentak karena kaget tidak menyangka bisa bertemu.



Ini Aditya😉


"Bagaimana kamu bisa disini?"


"Bu Clara kenapa disini juga?"


"Dia sekretarisku sekarang." Sahut Bryan.


"Jadi Bu Clara bekerja di perusahaan ini?"


"Kamu tidak bekerja dengan Rendi lagi?"


"Masih Bu..."


"Tapi, bagaimana kamu bisa disini?"


"Pak Bryan, Bu Clara saya permisi dulu..." Tanpa menjawab pertanyaan Clara Aditya pergi membuat Clara mencurigainya.


"My Secretary, what do you think?" Bryan menepuk bahu Clara yang tampak sedang berpikir.


"Kamu kenal pria itu?"


"Aku mengenalnya, dia orang kepercayaan mantan suamiku sekaligus sekretarisnya."


"Oo... baguslah jika kamu mengenalnya."


"Kalau boleh saya tau, ini ada apa ya Mr. bagaimana Aditya bisa bekerja denganmu juga?"


"Nanti juga tau sendiri!!!" jawab Bryan cuek. Clara semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Bersambung.....


jangan lupa like dan komen ya guys😊

__ADS_1


__ADS_2