
"Bagaimana aku bisa mengenali wajahnya dia sangat aneh selalu menutup wajahnya, tapi aku tau namanya orang-orang memanggilnya Dungu karna dia itu mahasiswa paling aneh masa ke kampus setiap hari harus pakai masker, dia juga terlihat bodoh dan pendiam tapi dalam pelajaran nilainya selalu unggul, rambutnya acak-acakan seperti tidak terurus, dia memang paling aneh, setelah peristiwa itu aku mencoba mencarinya sampai bertanya ke dosen tapi tidak satupun yang tau kemana dia pergi, bahkan aku belum sempat berterima kasih padanya, mungkin tidak ya di berhenti kuliah atau pindah kuliah?"
"Tadinya aku sempat mikir kalau Mr. Bryan adalah si Dungu bodoh itu."
"Kenapa kamu bisa mikir seperti itu?" Bryan masih bersikap tidak tau, tapi berharap Clara mengenalinya.
"Ya saat Mr. menolongku ketika aku akan jatuh dari jembatan, tiba-tiba saja aku mengingat pria bodoh itu, dia sama sepertimu yang datang disaat nyawaku sedang terancam, tapi setelah aku pikir kembali mana mungkin Mr. Bryan adalah Dungu, Dungu itu bodoh dan acak-acakan ya mana mungkin dia penampilannya bisa berubah."
"Wah... Bukannya mengenaliku tapi malah menyebutku bodoh." Batin Bryan
"Menurutmu apakah aku harus mencari pria itu?"
"Aa, kenapa kamu ingin mencarinya?"
"Aku ingin berterima kasih padanya karna dialah sampai saat ini aku masih bisa bernafas."
"Bukankah hidup dan mati seseorang hanya Allah yang menentukannya, bukan manusia, kenapa kamu harus berterima kasih padanya?"
"Iya aku tau, tapi Allah telah mengirim seorang penyelamat untukku melalui dia, jadi tidak ada salahnya bukan, jika aku juga berterima kasih padanya?"
Bryan tersenyum karna merasa senang akhirnya Clara ingin mencari tau pria di masa lalunya.
"Clara pandang mataku! lihat aku Clara! Aku lah si pria bodoh itu, aku disini dihadapanmu." Ucap Bryan dalam hati sedangkan tatapan Clara tertuju ke atas.
__ADS_1
"Sir, kenapa kamu diam? Jawablah!" Tanya Clara.
"Ah! Mungkin saja itu hanya kebetulan!"
"Begitu ya? Tapi entah kenapa sekarang aku jadi penasaran dengan laki-laki itu."
"Tapi kamu tidak mengenali wajahnya, bagaimana kamu bisa mencarinya?"
"Aku hanya berharap suatu saat Allah mempertemukanku dengannya agar aku bisa mengucapkan terima kasih padanya."
"Kamu yakin dia masih mengingatmu?"
"Hmmm... Aku tidak tau? Tapi aku harap dia masih mengenalku."
"Oo baguslah!" Ucap Bryan cuek.
"Ya, baguslah jika dia mengenalimu."
"Hmmm iya."
Clara membenamkan dirinya kedalam selimut dia sedikit jengkel karna Bryan menanggapi curhatannya seperti candaan.
"Kenapa?" Tanya Bryan membuka selimut Clara dan gemes melihat tingkah Clara sedang memanyunkan bibirnya.
__ADS_1
"Aku ngantuk, Sir!"
"Tidurlah! Dari tadi aku menyuruhmu tidur tapi kamu malah menceritakan kisahmu yang tidak masuk akal itu."
"Keterlaluan, aku pikir dia bisa diajak curhat, ternyata dia malah bilang kisahku tidak masuk akal, dasar laki-laki tidak punya hati." Ucap Clara dalam hati kembali menutupi diri dengan selimut.
Akhirnya setelah lama saling diam, Bryan perlahan-lahan membuka selimut Clara untuk melihat Clara yang sudah tidak bersuara lagi ternyata Clara sudah tidur sangat pulas.
Bryan menyibak rambut Clara yang menutupi wajahnya. Bryan tidak bisa berhenti menatap wajah wanitanya itu yang sangat cantik dan manis meskipun sedang tidur.
"Kamu benar-benar cantik Clara..." Ucap Bryan sambil mengelus pipi Clara dengan lembut.
"Andai kamu tau siapa laki-laki yang sekarang ada bersamamu, aku tidak tau apakah kamu akan membenciku atau tidak, aku harap kamu tidak membenciku setelah tau identitas asliku nanti." Gumam Bryan sambil membelai rambut Clara, Clara tertidur sangat pulas.
"Kamu tau? Aku punya seribu alasan untuk meninggalkanmu, tapi ada satu hal yang membuatku bertahan dan terus menunggumu, karna aku sangat mencintaimu, Clara, cinta tidak akan membiarkan aku pergi darimu."
"Malam, jangan cepat berlalu! aku ingin bisa memandangnya lebih lama lagi, aku sangat merindukanmu Clara, tidak salah aku jatuh cinta padamu, kamu tidak hanya cantik tapi hatimu juga bersih, tingkahmu yang konyol membuatku semakin jatuh cinta, banyak wanita cantik diluar sana tapi sampai sekarang aku belum menemukan wanita yang sikapnya sepertimu, dan aku tidak pernah berharap menemukan yang lain karna aku hanya menginginkanmu." Ucap Bryan yang masih setia berada disamping Clara sambil memandanginya.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG...
Hai guys jangan lupa like dan komen yaa😊