DARI HATI

DARI HATI
21+


__ADS_3

Setelah pernikahan berakhir kini Clara, Audira dan Ibunya pindah untuk tinggal bersama Bryan di mansionnya yang megah itu, mulai sekarang milik Bryan adalah milik Clara juga.


Acara pernikahan yang cukup melelahkan sekarang Clara menghempaskan tubuhnya dikasur tanpa mengganti gaun pengantinnya.


"Benar-benar melelahkan... tapi sangat manis..." Clara tersenyum sambil mengingat-ngingat pernikahannya tadi sore.


"Kamar ini sangat indah seperti dirancang khusus... siapa yang membuatnya sebagus ini, ah dasar Clara bodoh ya tentu seorang arsitektur lah." ucap Clara menggeleng sambil melirik setiap sudut kamar Bryan yang kini juga sudah menjadi kamarnya, kamar yang begitu mewah seperti di istana.


"Selamat malam pengantinku..." tiba-tiba Bryan datang mendongakkan kepalanya dibalik pintu.


"Ahhh... kamu?" kaget.


"Apa kamu nyaman berada di sini, jika tidak nyaman kita pindah ke kamar yang lebih kecil." ucap Bryan. Setau Clara kamar dirumah ini tidak ada yang kecil apa lagi sederhana, kamar seorang pelayan saja terlihat mewah.


"Aku nyaman disini, apa lagi sama kamu."


"Aisss... sejak kapan bisa ngegombal..." ledek Bryan.


"Pergi sana... aku mau ganti baju..." ujar Clara.


"Kenapa aku harus pergi ganti saja didepanku..."


Clara mengerutkan hidung dan memanyunkan bibirnya membuat Bryan gemes.


"Sini biar aku bantu lepas guannya..."


Bryan membantu Clara melepas resleting gaunnya karna melihat Clara kesusahan melepasnya.


Sentuhan tangan Bryan yang lembut membangkitkan gairah 2 sejoli yang baru saja menikah ini.


Pelan-pelan Bryan membuka resleting gaunnya, Bryan menatap dengan hangat punggung istrinya yang mulus dan bersih membuatnya tidak terkendali tapi Bryan selalu mencoba tetap sabar sebelum Clara memberinya izin untuk meminta haknya sebagai suami.


Saat resleting itu terbuka habis sampi kebawah yang memperlihatkan bagian belakang Clara secara jelas, Bryan langsung mencium-cium punggung Clara membuat Clara sedikit kaget.


"Apa yang sedang kamu lakukan, Sir?" Clara gugup jantungnya semakin berdebar tak terkendali sentuhan dan ciuman itu sangat menggairahkan.


Bryan berhenti sejenak dari ciumannya, dia memutar tubuh Clara kini mereka saling berhadapan.


2 mata yang saling bertatapan ini mereka sudah tau apa yang harus dilakukan saat malam pertama apalagi mereka saling mencintai.


"Sir, apa kamu akan melakukannya dengan wanita mandul ini?" ragu-ragu

__ADS_1


Bryan mencium bibir Clara dengan lembut, Clara hanya pasrah saja sekarang ini adalah kewajibannya, setelah beberapa saat berciuman Bryan pun melepaskannya.


"Ara, jangan katakan apapun lagi....." Bryan menatap Clara penuh cinta.


Tangan Bryan bermain di bahu Clara, dengan mudah Bryan melepas gaun yang Clara gunakan karna resletingnya juga sudah terbuka.


Perlahan Bryan menarik lengan bajunya sampai terbukalah seluruhnya, menyisakan bra dan cd Clara yang menutupi bagian terpenting di tubuh Clara.


Bryan juga membuka bajunya kini Bryan hanya memakai celana boxer pendek. Tubuhnya sangat ideal, gagah perkasa, Clara menatapnya malu-malu.


"Ayo sayang, sebelum kita memulainya kita mandi dulu." ucap Bryan.


Clara hanya bisa mengangguk, Bryan menggendong istrinya ke kamar mandi dan mereka masuk ke bath up yang sudah diisi air hangat bertaburankan bunga mawar sebagai pewanginya.


Clara masih kaku, dia berada di pangkuan Bryan tanpa memakai baju hanya pakaian dalam saja.


Bryan memeluknya dengan erat.


"Sayang, kamu tidak ingin menyabuni seluruh tubuhku?"


"Ahhh... apa aku harus melakukannya?" Clara terbelalak.


"Ayolah sayang kita lakukan bergantian." tersenyum genit dengan mata yang tertuju dibalik bra dan cd itu.


"Besar sekali... Ya Tuhan selamatkan aku untuk malam ini saja, dia benar-benar membuatku gugup." batin Clara sambil menyabun tubuh Bryan dengan pandangan yang tidak berani melihat Bryan.


gosok, gosok dan gosok karna pandangan ke lain arah ujung-ujungnya yang digosok bukan tubuh Bryan melainkan punya Bryan, membuat Bryan kaget dan tertawa karna geli saat Clara menyentuh miliknya.


Clara kaget langsung menoleh kearah Bryan, betapa terkejutnya Clara saat melihat tangannya menyentuh milik pria yang kini menjadi suaminya ini.


"Sayang, apa yang kamu lakukan gosok yang benar, kamu tau apa yang kamu lakukan itu membuatku ingin menyantapmu dikamar mandi sekarang."


"Maaf, maaf..." Clara gugup Bryan mengambil alih dan memutar tubuh Clara.


"Sekarang aku saja yang menggosok punggung istriku."


Setelah menggosok punggung sang istri Bryan membilasnya dengan air, dan memeluk tubuh Clara dari belakang.


"Aku lepas ya sayang." pinta Bryan tangannya sudah bersiap-siap untuk melepas bra Clara dan akhirnya semuanya pun dilepas begitu juga Bryan dalaman mereka berserakan dikamar mandi.


Bryan menatap takjub tubuh sang istri sangat sexy dan putih bersih, apalagi gunung kembarnya itu membuat Bryan ingin menyedotnya.

__ADS_1


Bryan menyandarkan Clara di bathup. Bryan ******* bibir istrinya yang manis dan kenyal itu sambil meremas gunung kembar sang istri.


Clara terlihat memejamkan mata dia menerima serangan sang suami dengan hangat.


"Sayang, kita sudahi mandinya ya?" ucap Bryan, Clara mengangguk dia tau apa yang sekarang suaminya inginkan setelah melihat punya suaminya sudah membesar dan keras.


Bryan mengangkat tubuh Clara dan sebelum bermain diranjang mereka membilas tubuh mereka dibawah pancuran air shower.


Setelah dirasa bersih Bryan mengambil handuk dan mengeringkan tubuhnya dan juga tubuh Clara, mereka tidak malu-malu lagi memperlihatkan milik mereka. Bryan pun menggendong Clara membaringkannya di ranjang mereka.


"Sayang, sempit sekali punyaku susah masuknya..." ucap Bryan terkekeh.


Clara tidak berani menoleh ke depan dia tau milim suaminya itu sangat besar.


"Sayang, kenapa kamu tidak melihatku?"


"Aku gugup sayang..."


Bryan malah menertawakan istrinya, Clara sangat gugup padahal mereka baru saja selesai mandi tapi tubuh Clara berkeringat sangat banyak sedangkan kamar mereka juga ada AC nya namun malam pertama ini memang membuat Clara sangat gugup.


"Tenang sayang, tidak sakit kok, aku masuknya pelan-pelan..."


"Tahan ya sayang, saat sudah masuk gak sakit lagi kok..."


"Hmmm..." Clara pasrah.


"Aahhhhh... sakit sayang." desah Clara memukul tubuh suaminya, karna Bryan sedikit nakal dia malah menerobos dengan sedikit kasar, karna punya dia sangat sulit masuknya jadi harus ekstra menggunakan sedikit tenaga.


Desahan itu membuat Bryan semakin bersemangat untuk perang pertama mereka.


Dan akhirnya yang diinginkan pun terjadi, sampailah mereka dititik puncak, Bryan menghempaskan tubuhnya ke kasur setelah lelah bermain selama kurang lebih 2 jam luar biasa Bryan dan Clara ini😁.


"I love you my wife..." lirih Bryan mencium kening Clara.


"I love you too my husband..." balas Clara dengan mencium bibir Bryan.


Mereka pun tertidur sambil berpelukkan berbalutkan selimut yang menutupi tubuh bugilnya.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2