DARI HATI

DARI HATI
EPISODE 23


__ADS_3

Saat melihat Rendi mati-matian membela dan mempertahankan Nanda agar tetap tinggal dirumah kami, muncul pertanyaan dibenakku MUNGKINKAH SELAMA INI RENDI SUDAH MEMBAGI CINTANYA UNTUK NANDA?



"Ma, pa, maafkan Rendi ini keputusan Rendi Nanda akan tinggal bersama kita, ini rumah Rendi siapapun tidak bisa melarang dan menentukan siapa saja yang boleh tinggal disini kecuali Rendi."



"Ayo, ikut aku!" Rendi menggenggam tangan Nanda melintas dihadapanku tanpa menoleh kearahku menuju kamar yang sudah ku siapkan untuk seseorang yang kuanggap sahabat ternyata adalah seorang penghianat.



"Sabar ya, kak." Kathryn menepuk-nepung bahuku seolah sedang berusaha menenangkanku. Mama, papa dan Kathryn mengantarku ke kamar. Aku tau bukan hanya aku yang kecewa dan tersakiti tapi mama dan papa pasti juga sangat kecewa pada Rendi. Saat semua meninggalkanku Rendi masuk ke kamar, aku pura-pura tidak menyadarinya aku pikir dia berusaha membujukku tapi ternyata dia hanya datang mengambil jasnya.



Aku membuntuti Rendi masuk ke kamar Nanda. Tanpa sengaja aku mendengar pecakapan mereka.



"Rendi, kamu tidak boleh bersikap acuh pada Clara bagaimanapun dia istrimu."



"Tapi dia tidak bisa menerimamu dan tidak mau mendengar penjelasanku."



"Kamu lihatkan bagaimana tadi dia mendorongku dan menepis tanganku saat aku ingin menghapus air matanya, itu membuatku sakit hati."



"Semua ini salahku, jika aku tidak hadir dalam hidup kalian pasti semua ini tidak akan terjadi."



"Tidak ada yang salah, kamu jangan bicara seperti itu kamu sekarang istriku ibu dari anakku aku berkewajiban menjaga kalian lagi pula ini janjiku aku tidak bisa menghindar dari perjanjian, sudah jangan kamu sesali yang telah terjadi."



"Tapi aku mohon Ren, bicaralah baik-baik padanya aku yakin suatu saat Clara akan mengerti, aku tidak mau dianggap perusak hubungan orang, Ren."



"Iya tenanglah, nanti aku akan bicara padanya."

__ADS_1



"Perjanjian apa yang dimaksud Rendi?" Batinku membuatku penasaran tapi rasa penasaranku seketika hilang karna rasa kecewa dan sakit hatiku lebih besar.



Aku ingin memastikan apakah Rendi masih peduli padaku dan berusaha membujukku.



"Minumlah kopi ini!" Aku membawakan Rendi segelas kopi diruang kerjanya tapi Rendi sama sekali tidak memperdulikanku padahal aku tengah berusaha untuk meminta maaf.



"Ren, kopinya diminum dulu nanti keburu dingin."



Tiba-tiba Rendi membanting gelas yang berisi kopi itu hingga pecah membuatku terkejut.



"Kenapa kamu jadi begini, Ren." Batinku, aku merasa Rendi sangat kasar padaku sebelumnya dia tidak pernah seperti ini.




"Keluar dari sini...!!!"



"Kamu mengusirku...???"



"Cepat Keluar!!!..."



Tanpa berpikir panjang ditengah malam aku tidak hanya keluar dari ruang kerjanya tapi juga pergi dari rumah. Entah kemana aku akan pergi jalanan sudah sepi kendaraan sudah tidak terlihat berlalu-lalang, aku hanya sendirian menangisi nasibku sambil duduk diatas kursi dipinggiran kota.



Apa salahku? Kenapa suamiku menganggapku bersalah? Kenapa suami dan sahabatku mengkhianatiku?

__ADS_1


Ya allah apakah aku berdosa marah pada sahabat yang telah merusak kebahagiaanku? Jika ini salah maka maafkan aku, Ya Allah.


Aku tidak membencinya sama sekali tidak menaruh rasa benci padanya tapi aku juga seorang wanita, tidak ada wanita manapun yang mau membagi suaminya termasuk aku.



Drrrt... drrrt... drrrt... ponselku berdering aku mendapat pesan dari Nanda.



Isi Pesan:


"Clara pulanglah, Rendi mabuk berat dia terus menyebut namamu, aku mohon lupakan dulu masalah yang terjadi diantara kita, dimanapun kamu sekarang tolong pulanglah Rendi memerlukan kamu disisinya."



"Kamu mencariku... Hahaha..."


Aku tidak peduli pada pesan singkat itu bahkan aku membanting ponselku dijalanan hingga pecah, mungkin jika ini siang hari orang akan berpikir aku ini orang gila karna penampilanku tidak terurus, seketika tertawa, menangis dan meraung sambil berjalan tak tentu arah.




Bersambung......



Jangan lupa like dan komen ya guys😊









__ADS_1




__ADS_2