DARI HATI

DARI HATI
EPISODE 34


__ADS_3

"Silakan duduk!" Bryan menyediakan kursi untuk Clara tanpa rasa canggung Clara pun duduk berhadapan dengannya.



Anggap saja ini Bryan😁


"Kamu tunggu disini!" Bryan beralih dari duduknya untuk mengambil beberapa berkas.


"Dia mau kasih aku pekerjaan apa ya???" Gumam Clara.


Bryan datang membawa sebuah buku tebal.


"Wah... Tebal ya bukunya, untukku?" Clara menunjukkan ekspresi wajah yang lucu.


"Buka dan bacalah!!! Jangan banyak tanya."


"Ah... Kenapa dia seperti bunglon kadang baik kadang dingin, kalau gak dibuka dulu gimana bisa dibaca." Gumamnya sedikit kesal karna Bryan bersikap dingin lagi.


"Aku dengar semuanya..."


"Aa... Dengar apa???" Clara seolah tidak memahami ucapan Bryan.


"SYARAT DAN TUGAS MENJADI SEKRETARIS PRIBADI BRYAN ADIPATI MIRZA." Clara membaca judul buku dengan lantang sebelum membaca isinya.


"Wah... Mudah sekali syaratnya aku sudah lebih dari cantik dan rapi." Gumam Clara tampak sangat percaya diri.


"Bagaimana apakah kamu bersedia bekerja dengan saya?"


"Mr. Bryan saya bersedia menjadi sekretaris Anda."


"Kamu sudah baca isinya?"


Clara menggeleng pertanda belum dia baca saat Clara membacanya betapa dia terkejut saat tau tugasnya.


"Wah... Apa-apaan ini..." Matanya terbelalak membaca tugas untuk menjadi sekretaris.

__ADS_1


"Ini tugas sekretaris atau asisten rumah tangga???" Gumamnya seolah tak percaya.


"Maaf mr. Bryan, ini semua tugas yang harus saya kerjakan???" Clara mencoba memastikannya.


"Iya..." Jawabnya dengan cuek dan sedikit angkuh.


"Semua sekretaris tugasnya seperti ini ya???"


"Tidak!!!" Lagi-lagi jawabnya cuek.


"Lalu saya.....?"


"Itu karena kamu berbeda, saya tertarik denganmu."


"Kenapa tidak menyuruh istrimu saja kenapa harus saya."


"Saya pria lajang."


"Tapikan saya tidak bisa 24 jam bersama Anda."


"Saya punya bayi setiap jam 4 sore saya harus menjaganya."


"Pertanyaannya kamu bersedia atau tidak? Jika tidak mau silakan keluar!"


"Tadi dia sendiri datang baik-baik menemuiku sekarang dia malah mengusirku." Batin Clara semakin kesal dengan sikap Bryan yang seperti bunglon.



Inilah rupa Clara😊


Sesaat Clara diam memikirkannya.


"Dia beberapa kali menyelamatkan nyawaku, apa aku terima saja itung-itung balas budi, tapi bagaimana tugasku terhadap Audira, duh dia membuatku bingung."


"Baiklah saya terima tawaran Anda."

__ADS_1


Sontak Bryan kegirangan sampai naik kekursi lalu melompat seolah tidak sadar melakukan aksinya Clara yang melihatnya hampir tidak percaya Bryan tadi yang dingin malah jadi kekanak-kanakan.


"Hari ini tugasmu hanya menemaniku di kantor tapi mulai besok tidak hanya di kantor tapi juga dirumah."


Mau tidak mau Clara sudah setuju jadi dia harus siap mengikuti semua perintah atasannya walau sebenarnya Clara masih berusaha supaya bisa membagi waktunya untuk Audira.


*****Sisi Lain



Anggap ini Rendi😅


"Clara kemana sih, biasanya sebelum jam 4 dia sudah kemari." Rendi mulai gelisah saat Clara belum juga datang menemui Audira.


"Dia tidak tau apa Audira terus menangis, apa mungkin dia tidak peduli lagi sama Audira?"


"Kasian anak Daddy ayolah berhenti menangis Daddy tidak tau bagaimana cara menenangkanmu, sebaiknya aku menelpon Clara saja!"


Ketika Rendi akan menelpon tiba-tiba Clara datang.


"Dari mana saja kamu?"


"Apa hakmu bertanya padaku, terserah aku mau kemana sesuka hatiku." Clara langsung menghampiri Audira.


"Ya ampun dia pups, seharian kamu tidak mengganti popoknya, ayah macam apa kamu?"


"Seharian aku bekerja aku juga tidak mengerti mengurus bayi makanya aku biarkan, lagi pula kenapa kamu sangat terlambat?"


"Mulai sekarang kamu harus terbiasa dan belajar cara mengurus Audira."


"Memangnya kamu tidak mau mengurusnya?"


"Sekarang aku sudah bekerja sehingga tidak bisa sering-sering mengurus Audira seperti dulu."


Seketika Rendi merasa sedih kemungkinan besar dia akan jarang bertemu Clara lagi.

__ADS_1


Nanti author lanjut lagi up-nya ya guys😊


__ADS_2