
"Pokoknya kemaskan semuanya, turuti saja apa yang ku perintahkan."
"Baiklah, Sir!" Tanpa menaruh rasa curiga Clara pun menuruti Bryan.
Ditengah Clara sedang berkemas, dia melihat Bryan mengambil kunci mobil.
"Sir, mau kemana?" Tanya Clara bingung.
"Aku harus pergi sebentar, kamu jangan pergi kemana-mana tetap berada di kamar, jangan keluar sebelum aku datang."
"Iya, Sir."
"Sir tunggu!" panggil Clara lagi menghentikan Bryan dan Bryan melihatnya.
"Ada apa? Kamu ingin mesan sesuatu?"
"Hati-hati dan cepatlah kembali." ucap Clara diiringi senyuman manisnya.
Bryan mendekati Clara.
"Cup..."
Bryan melabuhkan ciuman dikening Clara membuat Clara membelalakkan matanya sekaligus kaget mendapat ciuman dari Bryan.
"Jaga dirimu baik-baik! Aku akan kembali secepatnya."
Clara tidak menjawab karna masih tidak percaya bahwa Bryan baru saja menciumnya, sedangkan Bryan berlalu pergi sambil senyum-senyum mengingat ekspresi Clara saat dicium.
*****
Bryan menemui Rendi di hotel tempatnya menginap.
"Rendi, buka pintunya!" Bryan yang emosi mengedor-gedor pintu kamar Rendi.
Bryan merasa tidak terima dengan perlakuan Rendi yang ingin melecehkan Clara, jika ingin mendapatkan Clara bukan dengan cara melecehkannya.
Rendi membukakannya pintu, Bryan tetap berusaha tenang agar tidak terjadi keributan.
"Jihaha... Boss songong datang..." Ucap Rendi dengan segala keangkuhannya.
"Apa yang kamu lakukan pada Clara itu salah Ren, tidak pantas seorang laki-laki bersikap kasar pada wanita." Bryan mengingatkan.
"Oo... Jadi boss datang kesini hanya untuk membahas dia, maaf saya tidak punya waktu." Rendi ingin menutup pintu kamarnya tapi Bryan lebih dulu menahannya.
"Saya belum selesai bicara!" Tegas Bryan.
"Apa? Apa lagi yang mau dibicarakan? Clara yang menyerahkan diri padaku, bukan aku yang memintanya."
__ADS_1
"Eehhh! Dengar ya, Clara itu tidak akan pernah bisa menyukaimu, dia hanya menyukaiku dan akan selalu seperti itu, jadi kamu jangan pernah berharap dia bisa menjadi milikmu, karna dia hanya milikku, dan sebentar lagi aku akan merebutnya kembali."
"Rendi, saya datang baik-baik, jika kamu benar-benar mencintai Clara maka rebut hatinya dengan cara yang benar, jangan memaksanya apalagi sampai menyakitinya."
"Hah! Dia mau mengajariku rupanya, tuih..."
"Heh... Dengar ya aku heran sepertinya kamu rela membela wanita yang pernah menjadi bekas orang lain, aku heran, boss boss, Anda sangat bodoh!"
Bryan tidak terima Rendi meludahinya dan Rendi juga menghina harga diri Clara.
Plakkk.....
Bryan geram dan menampar mulut Rendi.
"Kurangajar!!!" Ucap Rendi tidak terima.
Bukkk.....
Membalas tamparan Bryan dengan pukulan yang brutal membuat Bryan tidak mampu mempertahankan tubuhnya sehingga jatuh ke lantai.
Bryan bangkit kemudian membalas pukulan Rendi sehingga Rendi juga terjatuh.
Kemudian Bryan menarik baju Rendi sembari membangkitkannya, Bryan tidak akan menyakiti Rendi meskipun sekarang emosi Bryan sedang menyala-nyala namun Bryan sanggup menahannya.
"Aku terima pukulanmu, tapi aku tidak akan pernah terima jika kamu menyakiti dan menghina Clara, kamu harus tau aku akan selalu melindungi Clara, tidak akan kubiarkan pria rendahan sepertimu bisa menyentuhnya." Ucap Bryan dan melepaskan Rendi.
Rendi malah menertawakannya memancing emosi Bryan tapi Bryan tetap berusaha tenang.
"Saya yakin mantan istri saya akan kembali kepada saya, dia tidak akan pernah mau denganmu."
"Saya hanya mengingatkan Anda, jika Anda memang mencintainya harusnya Anda tidak memaksanya, biarkan Clara sendiri yang memilih siapa yang terbaik untuknya."
"Ok... Ok... Saya tidak akan melakukan apapun lagi kepadanya, tapi kita lihat saja nanti, aku pastikan dan ingatkan baik-baik Clara akan kembali padaku, dan kamu jangan pernah bermimpi bisa mendapatkannya."
Bryan tersentak langsung melepaskan kerah baju Rendi yang dipincingnya dan meninggalkan Rendi rupanya ucapan Rendi telah mengganggu pikiran Bryan sehingga Bryan semakin tidak karuan dan takut apa bila nanti ucapan Rendi benar terjadi.
*****
Clara bersiap-siap membereskan barang-barangnya tapi pikirannya tertuju pada Bryan yang masih belum pulang.
"Mr. Bryan kenapa lama sekali, dia bilang hanya pergi sebentar, apa mungkin terjadi sesuatu padanya?" Gumam Clara pikirannya was-was.
Tok... Tok... Tok... Tiba-tiba orang mengetuk pintu.
"Itu dia!" Gumam Clara merasa lega karna Bryan sudah kembali dan segera menuju pintu untuk membukakannya.
"Siapa kalian???" Ujar Clara kaget setelah membuka pintu ternyata bukan Bryan melainkan 2 orang laki-laki berpakaian seperti bodyguard menghampirinya.
__ADS_1
Kedua orang itu berbadan besar dan tatapannya tajam membuat Clara takut.
Mereka langsung membekap mulut Clara dengan obat bius sehingga Clara pingsan dan dengan mudah membawa Clara pergi.
Riko yang sudah selesai berberes kemudian datang untuk menghampiri Clara.
"Nona???" Panggil Riko setelah melihat keadaan kamar sepi tidak terdapat Clara di dalamnya.
Riko panik dan langsung mengabari Bryan sekaligus menyusul Bryan.
Bryan yang masih berada di parkiran mobil hotel tempat Rendi menginap langsung menghampiri Rendi lagi karna merasa Rendi lah yang melakukan penculikan Clara lagi.
Bryan benar-benar emosi tanpa pikir panjang langsung menonjok Rendi.
Bukkk.....
Pukulan mendarat ditubuh Rendi.
"Ahhh!!! Kenapa kamu memukulku?" Rendi kaget saat Bryan tiba-tiba datang memukulnya.
"Cepat katakan! Dimana kamu menyekap Clara?"
"Apa maksudmu, aku tidak menyekapnya, apa yang terjadi pada Clara?"
"Aargh basa-basi!"
Bukkk.....
Sekali lagi pukulan mendarat ditubuh Rendi.
Rendi tidak terima Bryan seenaknya memukulnya sehingga Rendi membalas pukulan Bryan.
Dan itu membuat pengunjung hotel yang mendengar keributan berhamburan keluar untuk menyaksikan pertengkaran yang terjadi di antara Bryan dan Rendi.
Beruntung security cepat melerai perseteruan yang terjadi dan mengamankan Bryan dan juga Rendi disebuah ruangan khusus.
Dengan di dampingi petugas keamanan di hotel, Bryan dan Rendi di minta untuk menyelesaikan masalah mereka secara baik-baik.
"Dia yang memukulku dulu!" Ucap Rendi membela diri.
"Saya memukulnya karna dia melakukan tindak kejahatan, dia menculik seorang wanita." Ujar Bryan juga membela diri dengan dugaannya terhadap Rendi.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG
jangan lupa like dan komen guys😊