
Clara sampai di rumah sakit, dia melihat Bryan sudah terlelap dalam tidurnya. Clara meletakkan pakaian Bryan diatas meja lalu Clara duduk di sampingnya.
Clara meraih foto dari dalam tasnya dan melihat foto itu.
Sesekali Clara memandang Bryan kemudian mengalihkan pandangannya pada foto Bryan.
"Kamu tidak jujur padaku, kenapa kamu melakukan ini Sir? Kamu tau aku tidak suka kebohongan tapi kamu malah merahasiakan ini dariku, aku kecewa padamu." batin Clara.
"Clara..." Ucap Bryan terbangun dari tidurnya.
Clara kaget dan dengan cepat menyimpan foto Bryan sebelum Bryan melihatnya.
"Ada apa Clara?" Bryan menyadari Clara terlihat sedang merahasiakan sesuatu.
"Tidak ada apa-apa, kenapa kamu sudah bangun?"
"Aku mau ganti baju Clara, bisa bantu aku bangkit."
Clara pun membantu Bryan bangkit dan berdiri, Bryan diam-diam menatap wajah Clara yang datar berbeda dari sebelumnya.
"Bisa buka kancing bajuku?" Ucap Bryan.
Clara melakukan tanpa bicara dan tidak memandang wajah Bryan.
"Tolong bantu juga aku mengenakan baju ini."
Lagi-lagi Clara menuruti Bryan tapi tidak memandang Bryan sedikit pun.
Setelah membantu Bryan mengenakan bajunya, Clara keluar dari ruang rawat dan Bryan hanya membiarkannya karna Bryan juga bingung ini pertama kalinya Clara bersikap dingin.
"Aneh, kenapa Clara tidak memandangku?" batin Bryan.
Saat Bryan hendak kembali ke ranjangnya tiba-tiba di merasa menginjak sesuatu. Bryan pun menunduk menemukan selembar foto yang tak lain adalah fotonya saat dia menjadi Dungu.
"Bagaimana foto ini bisa berada disini, siapa yang membawanya?" ucap Bryan.
__ADS_1
"Jangan-jangan Clara... Apa mungkin sikapnya berubah karna ini, tidak! Aku tidak akan membiarkan Clara salah paham tentang kebenaran ini."
Bryan pun keluar mencari Clara tapi dia tidak menemukan Clara. Entah kemana Clara pergi sekarang.
Riko berjalan dilobi rumah sakit dan menemukan Bryan bersender di dinding.
"Sir, kenapa sir berada diluar?"
"Clara, Rik."
"Apa yang terjadi dengan nona, Sir?"
"Lihat ini Rik." Bryan menunjukkan fotonya.
"Apa? Jadi Nona menemukan foto ini."
"Iya Rik, sekarang dia menghilang."
"Bagus dong Sir berarti Nona sudah tau siapa Sir sebenarnya."
"Seharusnya kamu jujur Sir, sekarang harus bagaimana Nona sudah mengetahuinya lebih dulu."
"Aku punya alasan kenapa aku tidak jujur, kamu tidak akan mengerti Rik."
"Ya sudah aku akan mencari nona, Sir istirahatlah."
"Aku ikut Rik, aku takut terjadi sesuatu padanya, aku ingin menemukannya sendiri."
"Jangan Sir, kamu belum benar-benar sembuh, nanti dokter bisa marah kalau kamu keluar."
"Baiklah Rik, tolong temukan dia, aku juga akan mencoba menghubunginya lewat telpon."
"Mari Sir, aku antar Sir ke ruang rawat."
*****
__ADS_1
"Rik cari Clara sampai ketemukan, jika ada apa-apa segera beritahu aku."
"Iya Sir, tenanglah semua pasti baik-baik saja."
Tak lama kemudian saat Riko sudah pergi mencari Clara dan Bryan gelisah tidak bisa tidur,
tiba-tiba ceklekkk..... suara pintu dibuka
Clara datang tapi dia tidak melihat Bryan.
Bryan yang sangat mengkhawatirkannya langsung memeluk Clara.
"Dari mana saja kamu, aku mencarimu kesana kemari dan sekarang Riko juga mencarimu, kamu hanya tau membuatky khawatir." Ucap Bryan sambil memeluk erat tubuh Clara namun Clara sama sekali tidak membalasnya.
Clara malah mendorong Bryan sehingga pelukkannya terlepas.
"Aku dari toilet, kamu tidak perlu berlebihan seperti itu."
"Kamu dari toilet kenapa lama sekali, aku pikir kamu pergi meninggalkanku."
"Iya aku memang akan pergi, lupakan saja semuanya yang terjadi di antara kita."
Clara melepas cincinnya dan memberikannya pada Bryan.
"Dan ini cincinmu aku kembalikan, aku tidak mau menikah dengan seorang pembohong."
Bryan menatap cincinnya dan menjatuhkan air mata, Clara berusaha tegar sejujurnya hatinya tidak bisa melihat Bryan menangis, namun karna rasa kecewa merasa sudah dibohongi membuat Clara mengubur rasa belaskasihnya.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1