DARI HATI

DARI HATI
EPISODE 48


__ADS_3

**DI MOBIL


"Entah dari mana dia mendapat pakaian seburuk itu!" gerutu Bryan Clara menatapnya heran.


"Wah... Kenapa memandangku seperti itu?" Ujar Clara kesal.


"Kenapa memakai pakaian seperti itu?" tanya Bryan sambil menahan matanya agar tidak melihat kaki Clara yang putih, mulus dan bersih itu.


"Aa... Ini aku menemukannya di lemari hotel, aku pikir dengan memakai ini bisa menutupi tubuhku."


"Aah... Kenapa dia sangat polos? Dia tidak tau apa pakaian itu mengganggu mataku." batin Bryan berusaha untuk tidak menoleh Clara.


"Ah... Percayalah tadi aku ingin menggantinya lagi, tapi telpon darimu itu terdengar sangat mendesak jadi aku mencarimu, tapi aku rasa pakaian ini cukup nyaman."


"Tutupi tubuhmu itu...!" Bryan melempar jasnya ke Clara. Clara menatapnya heran.


"Mengganggu pemandangan!" Gumam Bryan terdengar oleh Clara dan Clara berhasil memergoki Bryan yang sesekali menolehnya.


"Apa maksudmu, aku mengganggumu?"


"Aah... Maksudku itu didepan ada kontainer sangat mengganggu."


"Pak supir, percepat mobilnya.!" Bryan berusaha mengalihkan pembicaraan.


TIBA DI MANSION


"Ini jasmu!" Clara dengan cepat turun dari mobil sembari memberikan jas Bryan, dia mulai terbiasa dengan pakaian yang di pakainya itu.


"Hah... Dia benar-benar keterlaluan!" gerutu Bryan menatap Clara yang berlari masuk kedalam rumah.


"Ganti bajumu!" perintah Bryan.


"Aa... kenapa harus diganti? kamu tau stok bajuku sedikit dan semuanya basah, aku tidak punya baju salinan lagi."


"Situasi apa yang sedang ku hadapi, sampai kapan dia akan memakai baju itu?" ucap Bryan dalam hati.


"Dah... Selamat malam Tuan Bryan!" Clara tidak tau apa yang sedang terjadi dengan perasaannya, dia sangat bersemangat.


"Ada apa dengannya???" Bryan menatap heran Clara yang sudah masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Kamar Bryan*****


"Dia itu benar-benar bodoh, dia tidak tau malu memakai pakaian seperti itu di hadapan pria yang bukan suaminya, bagaimana jika dia terbiasa memakainya? Hah... Dia tidak tau apa kaki pendeknya itu sangat putih, bagaimana jika pria lain melihatnya dan berusaha menggodanya?"


"Dan kamu Bryan, kamu sudah terbiasa melihat gadis lain berpakaian seperti itu, anggap saja dia itu gadis lain, jangan tergoda padanya, imanmu cukup kuat Bryan tetaplah terbiasa."


Bryan mengambil salah satu kemeja putih dan celananya lalu menuju kamar Clara.


"Dia bahkan tidak mengunci pintu kamarnya?" Bryan masuk ke kamar Clara mendapati Clara sudah tidur tanpa memakai selimut dan bajunya tersingkap keatas hingga terlihat dalaman Clara.


"Dia benar-benar bodoh, bahkan dengan pakaian seperti ini dia tidak menutup tubuhnya dengan selimut." Bryan memakaikan Clara selimut.


"Untung aku ini pria baik-baik, mungkin jika pria ******** yang masuk tubuhmu ini sudah diterkam sekarang juga."


Eeuaahhh... Clara mengerang saat tidur membuat Bryan kaget dan langsung balik badan menuju pintu.


"Ka-mu??? Hei kamu kenapa dikamarku???" Clara bangun dari tidur tapi nada bicaranya seperti orang mabuk.


"Sekarang apa lagi? Apa dia minum saat di hotel tadi?" batin Bryan masih tidak berani menoleh kearah Clara.


"Kemarilah! Disini sangat dingin....." ucap Clara kembali menghempaskan tubuhnya dikasur seperti orang tidak sadarkan diri.


Bryan memberanikan diri untuk melihat Clara, saat Bryan melihatnya ternyata Clara sudah tertidur.


"Hah... Aku jadi yakin dia minum saat di hotel." gumam Bryan.


Ke esokkan harinya*****


"Pagi-pagi seperti ini kemana dia pergi?"


Bryan mengecek kamar Clara tapi Bryan tidak menemukan Clara dikamarnya.


"Dia sedang mabuk, apa mungkin dia keluar rumah?"


Bryan bergegas mencari Clara diluar rumah.


"Ajudan, semalam kalian melihat ms. Clara keluar rumah?"


"Sepanjang malam kami berjaga, tapi kami tidak melihat nona keluar rumah, Tuan."

__ADS_1


"Dimana dia?" gerutu Bryan.


Bryan kembali mencari Clara diseluruh ruangan.


"Dia membuatku lelah berlari kesana kemari, lebih baik aku minum dulu."


Saat Bryan tiba di dapur untuk mengambil minum lagi-lagi matanya dibuat sakit saat melihat Clara sedang memasak memakai kemeja putih tanpa menggunakan celana yang dia berikan.


Bryan melintas pura-pura tidak melihat Clara. Clara menyadari Bryan berada dibelakangnya.



"Lagi-lagi dia merusak pemandangan, kenapa dia tidak memakai celana yang ku berikan, dia bodoh atau tidak mengerti aku juga laki-laki normal." gumam Bryan tidak bisa menghindar untuk memandang Clara.


"Sepertinya kamu terus memandangku? Ada yang salah denganku?"


"Dimana celana itu?"


"Oo... Ada dikamar!"


"Kenapa kamu tidak memakainya? Kamu tau kakimu itu pendek hanya membuat mata sakit melihatnya."


"Oo... Sekarang kamu juga mengejekku? kamu tau celanamu itu sangat besar dan panjang tidak mungkin muat ditubuhku."


"Setidaknya pakai yang lain! Aku tidak mengejekmu."


"Aku sudah bilang stok bajuku sedikit, jika aku punya banyak baju aku tidak mungkin memakai pakaian seperti ini, apalagi memakai kemejamu ini."


"Lagi pula bukankah kamu terbiasa melihat para gadis memakai pakaian seperti ini, harusnya kamu terbiasa jangan bertingkah seperti kamu tidak pernah saja melihatnya."


"Hah... Jangan mencari alasan! Lihat kakimu! Kakimu bahkan lebih pendek dari gadis-gadis itu."


Clara kesal sampai dia menginjak kaki Bryan dan membuat Bryan kesakitan.


"Kamu masak sendiri!"


"Dasar tidak tau berterima kasih!" Gerutu Clara, Bryan hanya bisa tersenyum melihat tingkah Clara.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan tekan love ❤️ ya guys😊


__ADS_2