DARI HATI

DARI HATI
Episode 15


__ADS_3

Akhirnya hari yang ditunggu pun tiba aku bisa dibolehkan pulang kerumah oleh dokter. Senang rasanya bisa terbebas dari penjara yang membuatku bosan. Aku menggenggam erat tangan Rendi, kami berjalan bersama keluar dari Hospital, rasa takut bertemu keluarganya masih menghantuiku tapi Rendi terus menguatkanku agar aku bisa tenang.



Akhirnya setelah beberapa jam mengendarai mobil kami pun tiba dirumah. Jantung ku semakin berdebar, rasa takut semakin menjadi sampai aku mengeluarkan keringat. Aku menghela nafas dalam-dalam mencoba tenang lalu keluar dari mobil.



"Kamu kuat sayang, apa perlu aku menggendongmu." Rendi masih sempat-sempatnya menggodaku.



"Tidak perlu Ren..."



"Kita harus tenang jangan membuat mereka curiga sebelum kita mengatakan yang terjadi sebenarnya." Aku hanya mengangguk menoleh Rendi.



"Pak Ucup parkirkan mobilnya dan bawa koper kami masuk." Suruh Rendi dan tiba-tiba Rendi langsung menggendongku, membuatku kaget saja😅



Sambil berjalan perlahan Rendi menggendongku hingga kami tiba di depan pintu yang ternyata sudah disambut oleh keluarga dari pihakku dan keluarga Rendi. Mereka menyambut kami dengan gembira sampai menghamburkan bunga kearah kami seperti kami habis menikah saja. Ibunya Rendi tersenyum sangat manis saat melihat Rendi datang sambil menggendongku. Aku jadi teringat saat pertama kali menginjakkan kaki dirumah ini kami disambut oleh mereka semua, Rendi juga menggendongku dan senyum ibunya sama bahagianya seperti dulu. Ya Tuhan berdosakah aku dan Rendi melakukan sandiwara ini, tapi kami pasti akan menceritakannya tapi bukan sekarang, kami tidak akan membuat hari bahagia ini menjadi pahit untuk kami semua.



Rendi menurunkanku dan ibunya sangat bersemangat langsung memelukku.


__ADS_1


"Mama sangat merindukanmu, sayang. Mama sangat khawatir saat kalian tidak mengabari kami." Ucapnya tapi aku hanya bisa tersenyum gugup yang coba ku sembunyikan semoga mereka tidak merasakan kegugupanku.



"Lain kali jika mau liburan kasih tau kami." Ucap mamaku.



"Maafkan kami." Ucapku memberanikan diri.



"Ma, Rendi dan Clara harus istirahat dulu kami lelah selama liburan kami kurang tidur." Ucap Rendi mencoba mengalihakan pembicaraan tapi malah memperburuknya.



"Apa... kurang tidur." Ucap mamanya.




Duaarrr... jantungku berdegup saat mama memarahi Rendi, aku semakin takut menatap mereka semua, bagaimana jika mereka tau aku telah kehilangan bayiku pasti mama kembali membenciku. Rendi sepertinya salah bicara sehingga dia sendiri bingung harus menjawab apa.



"Mama, semuanya yang terpenting sekarang kakak dan kakak ipar pulang dengan selamatkan, jadi yang terpenting itu oleh-olehnya." Untunglah Kathryn bocah tengil itu buka suara jadi semuanya berhenti memarahi Rendi.



"Kakak mana oleh-oleh untukku." Kathryn mengulurkan tangannya seolah sedang meminta haknya.

__ADS_1



"Ayo sayang, masuk dulu. Kamu kan harus istirahat." Ucap mama mertuaku sambil menggandeng tanganku menuntunku berjalan. Kami semua pun masuk ke dalam, mama mengantarku hingga ke kamar disusul oleh mereka semua, mama membuatku duduk di tempat tidur dia melayaniku seperti aku ini masih mengandung cucunya.



"Sayang, sekarang kamu mau makan apa?" Tanyanya.



"Clara sedang tidak nafsu makan ma."



"Ya sudah mama mengerti, dulu waktu mama awal hamil juga begitu, tapi jika Clara ingin sesuatu panggil mama ya." Aku hanya bisa mengangguk tetap diam dalam rasa takut.



Entahlah kami tidak tau sampai kapan kami harus menjadi penipu seperti sekarang.


Haruskah kami jujur mengatakan yang terjadi tapi justru membawa kepedihan juga kehancuran untuk kami semua. Atau kami bahagia tapi dalam kebohongan yang akan terus dihantui rasa bersalah. Saat ini tidak ada pilihan yang tepat untuk kami, yang jelas sekarang kami belum bisa jujur tapi kami tidak tau kapan waktu yang tepat untuk jujur.




Bersambung...


jangan lupa like dan komen ya guys😊 biar author makin semangat 😘


__ADS_1




__ADS_2