
RUMAH AUNT MARIA
Bryan, Clara dan Riko sampai dikediaman tante Maria, tantenya Bryan.
"Sir, auntmu islam atau kristen?" tanya Clara.
"Ya islamlah, kenapa emangnya?"
Clara mengabaikan Bryan dan berlari untuk memberi salam.
"Dasar!" gumam Bryan sambil geleng kepala melihat tingkah Clara.
"Assalamualaikum, Aunt Maria." ucap Clara.
"Waalaikumsalam, eh kalian udah sampai?"
"Iya aunt, perjalanan kami cukup melelahkan." sahut Bryan.
"Ya sudah mari masuk!"
Mereka pun masuk dan langsung dibawa menuju ruang makan.
"Tante sudah siapin sup untuk kalian, silakan duduk!"
"Kami jadi merepotkan tante." ujar Clara.
"Tidak sama sekali, tante senang kalian datang kemari, lagi pula Bryan sudah beritahu kalau kalian akan datang makanya tante siapin semua ini."
"Ayo silakan dimakan! jangan malu-malu anggap saja rumah sendiri."
"Bryan, gimana bisnismu di Indonesia, lancar?"
"Alhamdulillah aunt setelah Bryan mengambil alih bisnis uncle bisnisnya berkembang sangat pesat bahkan sekarang Bryan sudah memiliki kantor cabang di beberapa kota."
"Syukurlah, nak."
"Sekarang Bryan berniat untuk membeli rumah yang agak kecil tapi tetap terlihat mewah supaya nanti saat Bryan menikah istri Bryan tidak kualahan menata rumah, mansion aunt Bryan rasa sangat besar."
"Iya nak, terserah kamu saja, tante dukung apapun yang menurutmu baik."
"Oo... jadi dia sudah berencana untuk menikah juga!" Ucap Clara dalam hati merasa kesal saat mendengar Bryan ingin menikah.
"Kenapa kamu Clara? harusnya kamu senang jika dia menikah, dia tidak akan menyusahkanmu lagi." batin Clara.
Selesai menyantap sup mereka berkumpul diruang tamu.
__ADS_1
"Bryan, semua pakaian yang kalian perlukan sudah tante siapin di kamar."
"Iya aunt."
"Wah... boss ini keterlaluan malah menyusahkan tantenya, pantas saja dia melarang bawa koper, kalau saja aku tau akan seperti ini aku pasti sudah membawa pakaian sendiri." batin Clara.
"Oo iya tante, kamar mandinya dimana?" tanya Clara.
"Lurus, setelah dapur belok kiri sayang."
"Makasih tante." Clara pergi ke kamar mandi.
"Bryan!" Tante Maria menepuk bahu Bryan.
"Ada apa aunt?"
"Apa dia gadisnya?"
"Shut! jangan keras-keras aunt, nanti dia dengar."
"Loh kenapa memangnya kamu belum beritahu dia?"
"Belum aunt."
"Kenapa begitu?"
"Sepertinya permasalannya cukup berat? sabar Bryan tante pasti doain biar kamu cepat bersatu dengan dia."
"Dia siapa tante?" tanya Clara tiba-tiba datang membuat mereka semua kaget.
"Tidak ada sayang, mari ikut tante ke kamar!" Untuk mengalihkan pembicaraan tante Maria memgajak Clara ke kamarnya.
"Ini suami tante?" tanya Clara melihat foto didinding.
"Iya tapi suami tante sudah tiada."
"Maaf ya tante Clara salah bicara."
"Tidak masalah sayang."
"Jadi sekarang tante tinggal sendiri, anak-anak tante kemana dari tadi Clara tidak melihatnya, apa mereka juga bekerja dikantor?"
"Tante tidak punya anak, nak."
"Maaf tante, saya salah bicara lagi."
__ADS_1
"Tidak apa-apa, sayang. Sejak kedua orang tua Bryan mengalami kecelakaan 20 tahun lalu hanya kami satu-satunya keluarga yang dia miliki jadi kami kembali ke Indonesia untuk mengangkatnya sebagai anak setelah Bryan beranjak dewasa kami memutuskan kembali ke Swiss dan mengajak Bryan tinggal disini, tapi setelah suami tante meninggal dan Bryan juga sudah dewasa tante tidak bisa melarang Bryan untuk kembali ke Indonesia, jadi beginilah sekarang tante hanya tinggal sendiri."
"Kenapa tante tidak kembali ke Indonesia saja dan tinggal disana bersama Bryan."
"Maunya juga seperti itu, tapi tante merasa sangat berat untuk meninggalkan rumah peninggalan suami tante ini."
"Tante tidak takut ya tinggal dinegara orang sendirian?"
"Dulu awal-awal Bryan ke Indonesia tante merasa takut, tapi sekarang sudah terbiasa insha allah aman-aman saja."
"Ini Bryan waktu remaja tante?" Clara mengambil foto diatas meja.
"Kenapa foto ini mengingatkanku pada laki-laki yang menyelamatkan nyawaku 8 tahun silam, rambutnya, matanya benar-benar mirip tapi aku tidak tau wajahnya seperti apa." batin Clara tiba-tiba tante Maria mengambil foto Bryan dari tangan Clara membuat Clara kaget.
"Ah... Iya dulu dia memang agak culun." kata tante Maria berusaha menghilangkan kecurigaan Clara.
"Ada apa Clara? sepertinya kamu sangat familiar dengan foto ini?"
"Tidak tante, Clara hanya merasa lucu saja melihat foto itu."
"Ayo kita turun, nak!"
Rasa penasaran pada peristiwa 8 tahun lalu terus bermain dipikiran Clara, tapi Clara belum bisa memastikan apakah Bryan adalah Dungu si mahasiswa culun itu yang selalu memakai tutup wajah.
Malam Hari Di Zurich, Swiss.
Clara terlihat berdiri diatas balkon menikmati indahnya pemandangan kota Zurich pada waktu malam tapi pikirannya melayang jauh memikirkan perkataan Rendi yang membuatnya menjadi tidak nyaman tinggal bersama Bryan.
"Kopi!!!" Bryan datang mengunjukkan segelas kopi untuk Clara.
"Terima kasih!"
"Nanti bulan madu mau ke negara mana? Belanda, Korea, Prancis, India, Jepang?" tanya Bryan menggoda Clara.
"Tidak lucu." Clara menjauh dari Bryan.
"Kenapa menjauh, apa aku salah bicara?"
"Harusnya sekarang aku sudah tidak bekerja denganmu lagi, tapi kamu malah memaksaku ikut denganmu datang kesini."
"Apa kamu benar-benar ingin berhenti dari pekerjaanmu?"
"Iya lagi pula sebentar lagi kamu menikah, ini tidak kebetulankan, lebih baik aku pergi dari rumah itu sebelum timbul fitnah yang akan merusak pernikahanmu nanti, aku tidak mau pernikahanmu gagal seperti pernikahanku."
"Apa hanya karna aku akan menikah kamu ingin berhenti dari pekerjaanmu? Aku bisa memberimu fasilitas tempat tinggal tidak perlu mengundurkan diri, aku yakin pasti ada alasan lain yang mengganggumu."
__ADS_1
"Clara, jujur padaku apakah Rendi yang membuatmu seperti ini? sebelumnya kamu nyaman-nyaman saja tinggal bersamaku tapi sekarang tiba-tiba kamu berubah bahkan sampai ingin berhenti bekerja.
Next next next