DARI HATI

DARI HATI
EPISODE 32


__ADS_3

Clara mengabaikan Rendi seolah tidak peduli dengan kehadiran Rendi tapi mamanya malah menyuruhnya duduk di samping Rendi. Rendi terlihat senang saat Clara mau duduk di sampingnya.



"Dua hari lagi sidang pengadilan, sebaiknya kamu jangan datang kerumahku lagi."



Rendi hanya diam mendengar ocehan Clara dia tau betul Clara masih marah dan kecewa.



"Jika urusanmu sudah selesai, pergilah!!!."



Entah kenapa kini Clara menjadi lebih tegas dan tidak segan-segan berkata kasar pada Rendi padahal dibalik perlakuannya Clara menyesalinya.



"Baik aku akan pergi... Tapi tolong temui Audira dia sangat membutuhkanmu."



"Aku tidak akan lari dari tanggung jawab pada Audira, aku akan datang untuknya jadi jangan pernah berpikir aku akan mengundur persidangan apalagi membatalkannya."



Clara tetap mempertahankan keputusannya sampai-sampai dia tidak segan-segan mengusir Rendi, Rendi pulang dengan wajahnya yang dipenuh rasa bersalah. Rendi mulai menyesali kesalahannya karna telah membohongi Clara bertahun-tahun lamanya, meskipun tindakan Rendi baik untuk membantu Nanda tapi dia tidak pernah tau pada akhirnya akan menghancurkan rumah tangganya.




*****


"Gimana Ren, Clara mau mengundur perceraian kalian?" Mama Rendi menghampiri Rendi yang baru tiba dirumah.



"Jangankan untuk menerima Rendi, mengundur perceraian pun Clara tidak mau ma, mau tidak mau Rendi harus siap ma untuk berpisah dengannya." Rendi seakan tidak berdaya menghadapi masalahnya.

__ADS_1



"Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu mencintainya, Ren!!!"



Rendi mengabaikan semua perkataan mamanya yang terus memintanya untuk bersatu kembali dengan Clara.



Rendi berdiri di depan cermin dia tampak marah pada dirinya sendiri.


"Ya Allah, apa ini hukuman untukku karna aku sudah menyakiti hati seorang wanita yang sangat mencintaiku, tapi aku sama sekali tidak bermaksud menyakitinya Ya Allah, saat itu aku tidak berdaya, aku pikir dengan menyimpan rahasia karna aku tidak ingin menyakitinya semua akan baik-baik saja, ternyata aku salah aku tidak pernah berpikir rumah tangga yang kami bangun dengan suka cita akan berakhir karna satu kesalahan yang kulakukan. Ya Allah jika engkau ingin menghukumku maka hukumlah aku, aku pantas menerima balasannya tapi berilah kebahagiaan untuknya Ya Allah berikanlah dia laki-laki yang tulus mencintainya, siapa aku? aku hanya pria yang tidak tau diri."




Hari persidangan telah tiba. Rendi masih merasa sangat berat untuk melangkahkan kaki masuk kedalam ruang persidangan tapi mau tidak mau dia harus siap untuk memenuhi keinginan Clara.




"Semudah itukah kamu melupakanku???" Batin Rendi matanya mulai berkaca-kaca saat memandang Clara tapi Clara tidak memperdulikannya Clara tampak lebih kuat saat ini.



"Nak, jujur saja mama sangat sedih melihat kalian melakukan perceraian ini." Suraya menghampiri Clara.



"Jangan sedih ma, ini sudah jalannya, Clara juga awalnya memang terasa berat tapi sekarang Clara pasrahkan semuanya pada yang diatas."



"Jangan pernah lupain mama ya sayang, walau kalian resmi bercerai tapi sering-sering temui mama, mama sangat merindukanmu."



"Iya ma, Clara kan harus mengurus Audira pasti kita akan sering bertemu."

__ADS_1


Suraya berpelukkan dengan Clara, Suraya sangat menyayangi Clara seperti putrinya sendiri makanya dia merasa sangat sedih saat Rendi dan Clara akan bercerai. Rendi ikut terharu saat melihat mamanya dan Clara masih memiliki hubungan yang baik.



"Sesuai ketentuan pasal 39 ayat 2 (f) No. 1/1970 jo. Pasal 19 (f) PP.No 9/1975 jo. Pasal 116 (f) Kompilasi Hukum Islam, Saudari Clarissa Aurelia binti Bram Wijaya menggugat Saudara Rendi Aditama bin Arya Aditama dengan alasan gugatan telah terjadi perselisihan dan pertengkaran yang tidak memungkin untuk mempertahankan pernikahan. Maka karna itu Hari ini kami putuskan dan umumkan menerima gugatan perceraian dari Saudari Clarissa Aurelia." Ketua Hakim mengetuk palu pertanda sidang ditutup dan telah berakhirlah hubungan antara Clara dengan Rendi.



Seketika saat hakim meresmikan perceraian mereka Rendi bagai tersambar petir masih seolah tak percaya hubungannya benar-benar telah berakhir. Disamping itu Clara juga menjatuhkan air mata dia juga tak menyangka perceraian ini benar-benar terjadi. Tidak ada perpisahan yang lebih menyakitkan selain perpisahan karna bercerai dengan orang yang sangat dicintai.



Clara dan Rendi saling berhadapan dengan mata yang berkaca-kaca seakan keduanya sangat berat untuk saling melepaskan.



"Jaga dirimu baik-baik Ren, sekarang aku tidak bisa menjagamu lagi, aku harap kamu tidak akan lupa melepas sepatumu saat akan tidur." Batin Clara sesaat teringat masalalunya bersama Rendi.



"Semoga kelak kamu mendapatkan seseorang yang bisa mencintaimu lebih dariku, maafkan aku Clara karnaku semua impian kita harus berakhir dipengadilan seperti ini." Batin Rendi.



"Hmmm... Maaf???" Ucap mereka serentak. Setelah bercerai Rendi dan Clara tampak canggung sampai-sampai mereka tidak sengaja bersenggolan saat akan keluar dari ruangan.



BERSAMBUNG......


Next gak nih???



😊😊😊😊😊




__ADS_1


__ADS_2