DARI HATI

DARI HATI
EPISODE 28


__ADS_3

"Biarkan Nan!!! Saya bersedia menikah dengan Nanda, om."



"Sekarang om merasa tenang, om titip Nanda jaga dia baik-baik."



"Setelah itu ayahku meninggal dunia, dan akhirnya aku dan Rendi menikah."



"Percayalah! aku sama sekali tidak bermaksud menjadi orang ketiga diantara kamu dan Rendi, kami sudah memikirkan matang-matang sebelum menikah, jika bukan karna permintaan terakhir dari ayahku aku tidak akan melakukannya, Clara." Jelas Nanda panjang lebar.



"Aku percaya Nan."



"Aku minta maaf Nan, keputusanku sudah bulat, mungkin kalian menikah tanpa rasa cinta tapi semua sudah jelas kehadiran Audira menjadi bukti kuat buah dari cintamu dan Rendi."



"Aku mohon bersatulah dengan Rendi." Nanda terus memintaku untuk mempertahankan rumah tangga kami tapi dia tidak sadar bahwa karnanyalah rumah tanggaku hancur.



Semuanya menatapku apalagi Rendi dia tampak sedih mendangar keputusanku yang tidak bisa diubah lagi tapi aku tidak peduli bukan aku egois tapi aku ingin mempertahankan kehormatanku sebagai seorang wanita yang tidak ingin dimadu.



Aku pergi dari rumah itu dengan air mata yang mendadak membasahi pipiku tidak bisa dipungkiri aku sangat sedih karna harus merelakan orang yang paling aku cinta. Karna kesedihanku yang berlarut-larut membuatku hampir tertabrak oleh mobil yang melaju kencang beruntungnya seseorang menyelamatkanku dari maut dia memelukku tanpa melepaskanku saat kami berguling-guling dijalan.



Kalian tau siapa orang yang menyelamatkanku? Iya! Pria yang pernah menabrakku disaat aku prustasi.


__ADS_1


Entah siapa dia tapi dia selalu datang disaat aku mendapat masalah atau disaat nyawaku sedang terancam. Baju pria itu sobek dan lengannya terluka gara-gara dia berusaha menyelamatkanku. Saat aku berusaha menyentuh lengannya dia malah menjauhkannya.



"Tanganmu terluka, biar aku obati!!!"



"Tidak perlu!!!" Ucapnya lalu dia pergi.



"Hei siapa namamu???" Teriakku tapi dia semakin jauh sehingga tidak mendengarku.


Aku baru ingat kemarin saat rapat dia memberiku kartu pengenalnya yang belum sempat kulihat siapa namanya. Aku berusaha mencari kartunya didalam tas tapi aku tidak mendapatkannya. Aku berusaha mengingatnya lagi dimana aku menyimpannya ternyata setelah ku ingat-ingat kartunya tidak aku simpan didalam tas tapi tertinggal diatas kursi yang ku duduki saat rapat.



"Apa aku harus ke hotel itu lagi untuk mengambil kartunya???" Aku bicara pada diriku sendiri.




"Aku harus kesana." Entah kenapa aku jadi penasaran sehingga bela-belain untuk kembali ke hotel dengan harapan bisa menemukan kartu pengenal milik pria itu.




Di hotel aku mencari kartu itu tapi tetap saja aku tidak menemukannya, dugaanku benar kartu itu sudah dibuang. Sia-sia usahaku sampai dihotel tapi tidak mendapatkan yang ku cari, hingga akhirnya aku berpikir untuk pergi ke kantor pria itu tapi aku tidak tau dimana karna dia merupakan pengusaha baru.



"Iya aku harus menelpon Aditya dia pasti tau dimana kantor pria itu."



Akhirnya aku mendapatkan alamat kantornya dari Aditya.

__ADS_1


B-ELECTRONIC INTERNATIONAL itulah nama perusahaanya, seperti namanya walau perusahaan baru tapi ini perusahaan besar. Akan tetapi begitu aku sampai di kantor semua karyawannya memandangku dengan sinis seperti tidak menyukaiku.


Aku datang ke bagian resepsionis.



"Permisi, saya Clarissa Aurelia ingin bertemu dengan direktur utama Anda."



"Baik saya periksa dulu daftar tamu yang akan menemui direktur kami." Resepsionis itu sangat lama memeriksa buku tamunya membuatku tidak sabar untuk bertemu direkturnya hingga aku memaksakan masuk tanpa izin.



"Hei miss, nama Anda tidak terdaftar, direktur kami tidak menerima tamu yang tidak dikenal." Resepsionis itu menghentikan aksiku sehingga aku kembali kedepan lagi padahal selangkah lagi aku masuk kedalam ruang kerja para karyawan.



"Ini penting, tolong hubungi direktur kalian saya mohon saya perlu bertemu dengannya." Meski aku memohon-mohon resepsionis itu sangat keras kepala tidak membiarkanku bertemu direkturnya bahkan dia mengusirku dengan memanggil security.



Aku menerka-nerka kantor itu memang aneh semua karyawannya tidak ada yang ramah sama seperti bossnya. Kartu namanya hilang, usahaku bertemu dengannya juga gagal aku berharap bisa bertemu dengannya lagi yang aku sendiri tidak tau kapan itu akan terjadi lagi.



Ponselku berdering aku mendapat telpon dari Kathryn yang memberitahu bahwa Nanda koma dirumah sakit. Aku segera kesana untuk mengetahui keadaan Nanda.




Bersambung.....


jangan lupa like dan komentarnya guys😉


maaf cuma bisa update sedikit😊


__ADS_1


__ADS_2