DARI HATI

DARI HATI
EPISODE 37


__ADS_3

Clara berpamitan dengan orang tuanya karna mulai sekarang dia akan pindah kerumah bossnya. Bryan datang untuk menjemputnya dan memberikan salam pada kedua orang tua Clara. Kedua orang tuanya menyambut Bryan dengan ramah karna Bryan sangat sopan saat berhadapan dengan mereka. Mereka menjadi yakin untuk melepaskan Clara tinggal bersama Bryan.


Clara mulai membiasakan diri tinggal bersama Bryan meskipun mereka belum terlalu mengenal. Karna Bryan sangat baik jadinya Clara betah bekerja dengannya meskipun kadang Bryan sering membuat jengkel.


Hari ini Clara mulai pergi ke kantor satu mobil bersama Bryan dan itu akan terus berlangsung selama Clara menjadi sekretaris pribadinya. Clara akan menemani Bryan menghadiri rapat launching produk baru dia akan memaksimalkan penampilannya dan cara kerjanya agar tidak membuat Bryan kecewa.


Clara berjalan berdampingan dengan Bryan mereka tampak serasi dan itu menjadi pemandangan yang bisa membuat para karyawan Bryan iri tapi Clara mulai terbiasa.


Saat rapat akan dimulai Clara tidak menyangka akan bertemu dengan Rendi, Rendi juga melihatnya. Rendi duduk disamping kiri Bryan dan Clara disamping kanan Bryan.


"Dia disini?" gumam Clara langsung memalingkan wajah.


"Apa yang dia lakukan?" gumam Rendi lalu mata Rendi tertuju pada tangan Clara yang menggenggam tangan Bryan dengan erat.


"Clara menggenggam tanganku, oo... aku lupa ada mantan suaminya." ucap Bryan sambil menoleh ke kanan dan ke kiri, Bryan semakin mengeratkan genggamannya seolah tau maksud Clara.


Rapat berjalan dengan lancar meskipun Clara dan Rendi saling bertemu tapi itu tidak mengganggu terlaksananya rapat karena mereka sangat profesional bisa mengimbangi antara masalah pribadi dan pekerjaan. Lewat rapat ini akhirnya terjawab rasa penasaran Clara yang kemarin melihat Aditya di kantor Bryan ternyata kini kantor Rendi berada dibawah naungan kantor Bryan itu artinya kini kantor Rendi hanya menjadi kantor cabang sedangkan kantor Bryan menjadi kantor pusat makanya mereka saling berhubungan.


Disisi lain Rendi belum tau apa jabatan Clara di kantor Bryan yang jelas Rendi hanya tau Clara bekerja di kantor pusat.


"Jadi sekarang dia bekerja disini, dia hebat juga bisa menangani pekerjaan kantor." gumam Rendi sambil menunggu lift. Saat Rendi keluar dari lift dia malah bersenggolan dengan Clara yang hendak masuk membuat Clara jatuh, Rendi mengulur tangannya untuk membantunya bangkit, disatu sisi Bryan juga mengulur tangannya Clara meraih tangan Bryan dan mengabaikan Rendi. Untuk membuang rasa cemburu Rendi hanya bicara pada Bryan lalu dia berlalu pergi Clara menoleh kebelakang hanya bisa menatap Rendi dari kejauhan.

__ADS_1


"Clara kenapa melamun?" Bryan memecah lamunan Clara.


"Kamu sakit? aku antar pulang ya."


"Tidak usah Mr. saya baik."


Bryan tau Clara sedang memikirkan Rendi, tapi Bryan merasa tidak berhak untuk memaksanya melupakan Rendi.


"Kita pulang saja ya, besok lanjut kerja lagi!!!" Ucap Bryan.


"Tapi Mr. sejam lagi ada rapat pertemuan dengan customer luar negeri."


"Raka akan menghandle semuanya, udah kamu tenang saja."


"Minumlah teh ini, biar pikiranmu kembali fresh." Bryan membawakan Clara minuman seharusnya Clara yang melayani bossnya tapi malah kebalik.


"Terima kasih!!!"


Clara meminum tehnya dalam satu kali teguk.


"Nampaknya ada yang harus banget, cuaca gak panas juga gak hujan hanya mendung saja." ucap Bryan melirik kearah Clara lalu mengalihkan pandangannya keluar jendela.

__ADS_1


"Iih... Dasar!!!" Clara menampar paha Bryan kemudian mereka saling tertawa.


"Sepertinya mulai sekarang aku harus mengganti sekretarisku." ucap Bryan tiba-tiba ditengah candaan mereka sontak Clara kaget.


"Kamu ingin memecat ku? iya pecat saja aku aku memang tidak layak menjadi sekretaris." Clara tertunduk Bryan mengangkat kepala Clara dengan kedua tangannya membuat mereka saling bertatapan.


"Mata itu... ah tidak itu mustahil." Clara mulai mengingat lagi kejadian 8 tahun lalu.


"Aku ingin mengganti sekretarisku karna aku ingin menikahimu..." Ucap Bryan seketika Clara kaget dia tidak tau Bryan bercanda atau sungguhan.


"Kamu pasti bohongkan???" Clara tampak kebingungan.


"Jika aku serius gimana?"


"Untuk sekarang maaf aku tidak siap untuk menjalin hubungan aku masih trauma, jika kamu ingin menikah cari gadis lain jangan denganku aku takut gagal untuk kesekian kalinya." jelas Clara terlihat sangat serius.


"Serius banget sih..." Bryan mencubit pipi Clara dia tampak menggemaskan saat memasang wajah seriusnya.


"Jangan ambil hati kata-kataku yang tadi ya, aku tidak serius aku hanya berusaha mencari bahan pembicaraan."


"Aku tidak akan menikah dengan yang lain aku hanya mencintaimu, aku akan menunggu sampai kamu menerimaku dan kembali mengingatku." ucap Bryan dalam hati.

__ADS_1


Bersambung.......


berikan like dan komentarnya guys😊


__ADS_2