
Hari demi hari Bryan mulai berubah, dia sering pulang larut malam dan selalu sibuk dengan ponselnya sampai dia lupa waktunya tidur. Tak ada perhatian dan tak pernah bercanda dengan sang anak. Tidak ada lagi ciuman dan pelukkan untuk sang istri setiap akan pergi atau setelah pulang dari kantor, bahkan komunikasi dengan sang istri sudah jarang Bryan lakukan.
Clara sudah yakin betul suaminya pasti bermain curang dibelakangnya, Clara masih berusaha mengajak Bryan bicara namun kesibukan Bryan dengan ponselnya selalu menjadi penghalang untuk Clara.
Hari itu Clara pun mencoba mencari informasi dengan mendatangi kantor Bryan. Di kantor Clara hanya mendapat informasi bahwa Bryan sedang keluar dengan rekan kerjanya, tapi Clara juga mendengar gosip-gosip dari karyawan yang berbincang sangat keras mengenai Bryan sehingga Clara bisa mendengarnya dengan jelas.
Mereka menggosipkan bossnya yang sudah beristri dan istrinya tengah mengandung, sedangkan si boss malah nongkrong setiap malamdi restoran bersama rekan kerjanya. Clara sudah menduga pasti yang mereka bicarakan adalah Angelica.
Clara menunggu Bryan diruang kerjanya berusaha tetap tenang sambil menunggu Bryan kembali dari tugasnya.
Riko menemukan Clara berada di ruangan Bryan, sedangkan hari sudah malam.
"Loh, nona kenapa disini?" Riko menatapnya heran.
"Mari nona saya antar pulang, ini sudah malam." kata Riko.
"Suamiku dimana Rik, bukankah kalian pergi bersama?"
"Bukankah Tuan sudah pulang dari tadi siang, apa Tuan tidak memberitahu nona?"
"Apa Rik, Rik saya sedari siang tadi menunggunya, kamu jangan berbohong."
"Sungguh nona, saya tidak berbohong, justru saya yang menghandle tugasnya, sedangkan Tuan dia izin pulang."
"Rik, kamu jangan coba-coba memanasi saya."
"Nona kenapa, ada apa sebenarnya?"
"Rik, apa kamu tidak tau apapun tentang suamiku?"
"Apa yang terjadi, nona?"
"Rik, aku dengar Bryan sering keluar bersama Angelica, jika kamu tau sesuatu tolong beritahu aku Rik, sekarang dia mulai berubah, dia sering pulang larut malam dan sikapnya juga berubah padaku dan anaknya." jelas Clara, dia benar-benar butuh informasi yang bisa menguatkan firasatnya.
Riko kaget mendengarnya, yang Riko tau Bryan selalu pulang malam karna dia lembur dikantor, tapi setelah itu Riko tidak tau apapun, apalagi soal Angelica, Riko selalu melihat Angelica pulang setiap kali mereka selesai melakukan pekerjaan.
"Nona, biar saya coba hubungi Tuan." ujar Riko.
"Iya Rik, coba kamu tanya sekarang dia dimana, tapi jangan kamu beritahu dia kalau aku sekarang bersamamu."
Riko pun menelpon bossnya, Bryan tidak menjawab panggilan dari Riko, Clara mulai gusar. Tak lama kemudian sebuah pesan masuk di ponsel Riko, Bryan memberitahu keberadaannya sekarang lewat pesan singkat.
"Rik, apa kamu bisa membantuku?"
"Bantu apa nona, saya akan siap melakukan apapun."
Clara pun berbisik ditelinga Riko mereka tampak merencanakan sesuatu.
Akhirnya Clara meminta Riko untuk menemaninya menemui Bryan yang sedang berada di restoran milik Angelica.
__ADS_1
Riko dan Clara pun melakukan penyamaran dengan menjadi pengunjung resto. Riko menjadi seperti kakek-kakek, sedangkan Clara seperti nenek-nenek yang sedang hamil tua.
Tak lama mereka pun melihat Bryan dan Angelica datang, dengan tangan Angelica yang terus menggandeng lengan Bryan bahkan pegawai resto mengatakan bahwa mereka sepasang kekasih.
Mereka duduk disebelah Riko dan Clara yang sedang menyamar, tanpa mereka sadari kalau mereka sedang diawasi.
Hancur sangat hancur hati Clara, dia menggentar meja membuat Bryan dan Angelica menoleh kearah mereka, untungnya Riko langsung memegang tangan Clara sehingga tidak ada kecurigaan.
Ingin sekali Clara menghajar laki-laki yang berjanji setia sehidup semati dengannya namun ternyata juga mengkhianatinya, namun Riko menyabari Clara karna mereka perlu mendengar perbincangan apa saja yang mereka bicarakan, agar mereka bisa tau sudah sejauh apa hubungan Bryan dan Angelica.
Tidak ada pembicaraan yang lebih intim, Bryan juga terlihat biasa-biasa saja saat bicara dengan Angelica, namun gadis itu selalu menunjukkan sikap manjanya pada Bryan, Clara juga melihat Bryan beberapa kali mengaiskan kepala Angelica yang ingin bersender dipundaknya.
"Dasar perempuan tidak tau diri." geram Clara, lagi-lagi dia memukul meja untungnya Bryan dan Angelica tidak mendengar.
Saat Angelica ingin memeluk Bryan, Clara tidak bisa menahan diri.
"Ini tidak bisa dibiarkan." dengus Clara
dia langsung bangkit dan mengambil sebotol saos cabai.
"Nona, jangan..." Riko tidak bisa menahannya.
Clara memencet saos tomat dari dalam botol hingga mengotori baju mahal yang dipakai Angelica.
Angelica sontak berteriak.
"Apaan sih, nenek-nenek sudah tua, apa nenek tidak punya mata baju saya ini sangat mahal." makinya.
"Angeli, sabar kasian nenek ini sedang hamil." kata Bryan memegang bahu Angelica.
"Tapi bajuku ini mahal dan limited edition, enak saja dia mengotorinya, aku tidak mau tau dia harus membayarnya."
"Saya tidak punya uang non, tolong maafkan saya, jangan hukum saya non." lirih Clara pura-pura.
"Lebih baik nenek pergi sekarang, atau saya akan memanggil security." bentak Bryan pada Clara yang masih dalam penyamaran.
Mendengar Clara dibentak oleh sang boss, Riko yang juga dalam penyamaran langsung mendekati Clara pura-pura mengakui Clara sebagai istrinya.
"Nah ini pasti suaminya, bilangin sama istri Anda kalau jalan tuh pakai mata, jangan kebanyakan gaya." kata Angelica sombong.
"Maafkan istri saya Tuan, Nyonya, matanya memang sedikit bermasalah sehingga dia tidak bisa melihat dengan jelas, tolong maafkan kami, kami hanya pengunjung disini." ujar Riko.
"Sebaiknya Anda bawa istri Anda pergi sekarang, pelanggan disini jadi terganggung." Bryan mengusir Clara.
Seketika Clara berhenti membuka penyamarannya.
"Kamu mengusirku, Di." lirih Clara air mata mulai menetes dipipinya.
Bryan merasa suara dan panggilan yang tak asing lagi baginya, seketika dia menoleh kembali kearah wanita yang sedang dia belakangi.
__ADS_1
Dan inilah yang terjadi...
Bryan terkejut ternyata nenek-nenek yang diusirnya tak lain adalah istrinya.
"Ara..." terkejut.
"Kamu terkejut?" kata Clara mendekati Bryan.
"Hah... wanita ini..." Angelica juga kaget.
"Iya, ini aku, kalian mengenalku bukan?" tegas Clara dia memberanikan dirinya meski air mata terus mengalir dipipinya.
Jreng...
Riko juga membuka penyamarannya tambah kagetlah Bryan.
"Maksud kalian apa mengikuti kami sampai disini?" ketus Angelica.
"Apa aku salah mengikuti suamiku, aku sudah mencurigai kalian dari awal dan ternyata dugaanku benar."
"Apa ini yang kamu lakukan dibelakangku Di?" lirih Clara mengangkat kerah baju Bryan.
"Kenapa kamu tidak menjawab Di, kenapa, apa jangan-jangan benar kalian punya hubungan?" Clara mengguncang tubuh suaminya yang tiba-tiba saja kaku tidak bisa menjawab apapun.
"Bryan, ayo kita pergi dari sini." memegang tangan Bryan.
"Jangan sentuh suami saya, biarkan saya bicara dengannya." Clara menghempaskan tangan Angelica yang mencoba menyentuh suaminya, Angelica sedikit kesakitan.
Semua kebungkaman Bryan membuat Clara terisak, tidak ada satu pun penjelasan yang keluar dari bibir Bryan.
"Baiklah kebungkaman ini aku artikan sebagai kebenaran, bahwa kamu dan dia punya hubungan." Clara berlari dia tidak peduli kejadian ini menjadi tontonan banyak orang, bahkan Clara seakaan tidak peduli pada kandungannya.
Saat ini dihatinya hanya ada rasa sakit yang teramat dalam melihat suami selingkuh didepan mata itu benar-benar menyayat hati.
Riko berlari menyusul Clara. Dia kecewa pada bossnya, Riko tak pernah menyangka boss yang dulu bersikukuh untuk mendapatkan wanita yang paling dia cintai, namun pada akhirnya malah mengkhianatinya juga.
Bryan hendak menyusul Clara namun dia ditahan oleh pelukkan dari Angelica
"Tetaplah disini, jangan pergi lagi." lirih Angelica.
tapi Bryan dengan cepat melepaskan pelukkan tersebut dan memilih duduk kembali.
Saat ini Bryan dilanda kebimbangan menyusul Clara atau tetap bersama Angelica.
Clara sudah berlalu pergi, Bryan sangat khawatir pada sang istri yang saat ini tengah mengandung.
Bryan menjauhkan tangan Angelica dari lengannya.
"Kita memang sempat dekat tapi itu dulu, aku tahu betul kamu sangat mencintaiku sampai sekarang, tapi sekarang aku sadar ini bukan cinta, tidak ada cinta dengan merampas hak orang lain, Angeli, kamu harus belajar menerima kenyataan, aku sudah menolakmu dan sekarang aku sudah menikah, kami sudah memiliki satu anak dan sekarang kami sedang menanti kelahiran buah hati kami yang kedua, jadi tolong lupakan aku, biarkan aku pergi, aku ingin meminta maaf pada istriku, kamu juga seorang wanita aku yakin kamu bisa merasakan hancurnya hati istriku saat ini." jelas Bryan.
__ADS_1
Mendengar pernyataan dari Bryan membuat Angelica menangis hatinya sangat sakit karna tidak bisa mendapatkan apa yang dia mau. Namun, Bryan menghiraukannya dan lebih memilih pergi untuk menyusul Clara.
Angelica mendengus penuh kebencian, Bryan sama sekali tidak menghiraukannya.