DARI HATI

DARI HATI
Episode 13


__ADS_3

Rendi masih menatapku penuh rahasia, aku jadi penasaran siapa yang telah menelponnya karna Rendi terus menolak panggilannya.




"Ayo sayang, kamu tidur dulu biar cepat pulih dan kita bisa pulang." Ucap Rendi.



"Aku belum mengantuk, kamu tidur saja Ren."



"Kamu kenapa sayang, oo aku tau kamu curiga ya siapa yang terus saja menelponku."



"Gak, siapa yang curiga."



"Baiklah, ambil ini dan lihatlah siapa saja yang menelponku." Rendi memintaku untuk memastikannya. Aku tidak bisa bohong pada diriku sendiri yang selalu menaruh rasa curiga pada Rendi, tapi sayangnya kecurigaanku selalu salah ternyata Kathryn yang menelponnya sampai berkali-kali. Dasar anak itu sepertinya dia tidak akan membiarkan aku dan Rendi hanya berdua saja makanya dia terus mengganggu kami.



"Ehemmm, serius banget." Rendi mengagetkanku yang sedang asik mengecek ponselnya.



"Tadi bilangnya gak curiga, tapi kenapa lama banget ya." Rendi menyenggol bahuku dia terus saja menggodaku, aku jadi malu.



"Maaf ya sayang, jujur aku sangat curiga padamu aku takut kamu berpaling dariku."



"Sedikitpun tidak ada niatku untuk meninggalkanmu, aku sangat menyayangimu." Rendi memelukku.


__ADS_1


"Walaupun aku memiliki wanita lain tapi aku tidak akan berpaling dari istriku." Seketika aku merasa panas aku langsung melepaskan pelukkannya saat dia mengatakan dia memiliki wanita lain.



"Wanita lain, Ren?" Aku tidak tau Rendi bicara serius atau sekedar bercanda tapi wajahnya langsung berubah seolah dia tidak sadar apa yang barusan dia katakan.



"Mak...sudku andai aku memiliki wanita lain, aku tidak akan meninggalkanmu sayang." Jelas Rendi tapi tetap saja hatiku sakit, istri mana yang mau membagi suaminya dengan wanita lain.



"Pokoknya kamu tidak boleh punya wanita lain selain aku, Ren."



"Iya sayang, aku tidak akan membagi cintaku, cintaku hanya satu yaitu kamu wanita yang selalu setia disisiku."



"Ren, tapi aku sadar aku tidak boleh egois." Tiba-tiba aku kembali merasa bukan istri yang sempurna untuk Rendi.




"Aku mandul Ren Aku hanya memberi keluargamu harapan yang tidak akan pernah terwujud."



"Jangan bicara seperti itu, sayang."



"Biarkan aku bicara Ren."



"Aku tidak pantas untukmu, kenapa kamu masih mempertahankanku, Rendi kali ini aku benar-benar rela jika kamu menikah dengan wanita lain, kamu pantas bahagia, kamu pria sempurna kamu berhak mendapatkan wanita yang sempurna juga."


__ADS_1


"Apa maksudmu?" Rendi rupanya tidak mengerti juga apa yang ku maksudkan. Aku pun menarik nafas dalam-dalam untuk mengucapkan kalimat ini.



"Talak aku, Ren." Rendi terhenyak setelah mendengarnya. Mungkin Rendi tidak menyangka pemikiranku bisa sejauh ini, tapi bagiku jalan inilah yang terbaik.



"Apa kamu berpikir hanya sekali dalam hidupmu, hingga kamu bisa mengatakan hal ini." Rendi sangat marah padaku, mungkin dia kecewa tapi inilah yang ku mau membuat Rendi perlahan-lahan membenciku.



"Bahkan sedikitpun tidak pernah terpikir olehku untuk meninggalkanmu apalagi sampai menalakmu tapi kamu..." Aku menahan bibir Rendi menghentikannya bicara.



"Jika kamu sayang padaku, maka lakukan sekarang juga Ren." Ucapku, Rendi seakan tidak terima dengan keputusanku perlahan dia menjauh dan membelakangiku, sesaat dia hanya diam memikirkannya lalu dia kembali mendekatiku, memegang kedua bahuku sambil menatap mataku tapi aku tidak bisa menatapnya.



"Aku tidak bisa, Clara. Ayo lihat mataku, tatap aku, apakah kamu rela jika suamimu ini menjadi milik orang lain."



"Clara, katakan padaku sekali saja, kamu takut kehilanganku, katakanlah Clara."



"Ya Allah, bantulah aku, aku harus apa sekarang ku ingin suamiku tapi aku tidak boleh egois dia berhak bahagia bagaimana mungkin aku menjadi penghalang kebahagiaannya." batinku. Aku masih belum bisa menatap mata Rendi, aku bingung harus melakukan apa.




Bersambung....



jangan lupa like dan komen ya😊


__ADS_1




__ADS_2