
Diam-diam Bryan memperhatikan Clara sedang memasak Bryan mengisyaratkan pada semua pelayannya agar membiarkan Clara memasak untuknya tapi Clara tidak menyadari ada seseorang yang memperhatikannya.
"Kenapa ada pria yang menyia-nyiakanmu hanya pria bodoh yang bisa melepaskan seorang wanita sepertimu, tapi sekarang kamu bersamaku aku tidak akan membiarkan seseorang menyakitimu lagi." Ucap Bryan dalam hati. Setelah Clara selesai masak Bryan segera pindah kemeja makan berpura-pura sedang menunggu Clara masak.
"Silakan dicoba tuanku!" Clara menyodorkan makanan yang baru dimasaknya.
"Apa ini???" Menunjukkan makanan yang terlihat aneh menurutnya.
"Seperti yang tuan minta, inilah makanan dengan nama TERSERAH itu."
"Satu jam memasak hanya untuk makanan seburuk ini, sulit dipercaya." Gumam Bryan.
"Ada apa tuan geleng-geleng kepala, jika tuan tidak mau saya akan membuat yang lain dan memakan yang ini."
Clara hendak mengambil makanan yang dibuatnya tapi Bryan merebut kembali dari tangannya.
"Baiklah aku makan ini saja."
Bryan memakan makanan itu yang ternyata rasanya sangat enak menurutnya.
"Cukup enak." Tapi Bryan memakannya dengan lahap sampai lupa membaginya untuk Clara.
"Sulit dipercaya mie instan dicampur telur dan ditambah sedikit sayuran tapi rasanya sangat enak." Ucap Bryan dalam hati tapi dia tidak bisa jujur untuk memuji masakan Clara.
"Sebenarnya makanan itu punya nama."
__ADS_1
"Apa???"
"Namanya omelet, itu makanan kesukaan saya sejak kecil jika kami tidak punya banyak uang mama selalu membuat ini untuk kami." Jelas Clara, Bryan jadi teringat dengan ibunya sebelumnya dia juga pernah makan makanan yang Clara buat tapi dia tidak tau namanya namun sayang sejak dia kecil ibunya telah tiada.
"Oo... Lumayanlah buat ngeganjal rasa lapar." Ujar Bryan padahal dia sangat menyukainya sampai tidak tersisa sedikitpun dipiringnya untung para pelayan sudah masak jadi Clara bisa makan menemani tuannya.
"Sekretarisku, aku keruang kerja dulu, jika kamu mau nonton tv atau melakukan aktivitas apapun silakan tidak ada yang melarangmu, tapi ingat jangan pernah coba-coba kabur dariku."
"Jika aku kabur gimana?"
"Aku akan mengejarmu meski harus ke ujung dunia."
"Oo so sweet, tapi tenanglah aku tidak akan kabur, aku mulai betah berada disini."
"Iya baguslah, aku pergi dulu." Bryan mengusap rambut kepala Clara lalu pergi.
"Hah... Acaranya tidak ada yang menarik, sangat membosankan." Setiap kali tidak ada acara yang menarik baginya Clara selalu tertidur tanpa mematikan tv sekarang dia melakukan hal yang sama dirumah Bryan.
Bryan turun dari lantai atas mendapati Clara tertidur di sofa dengan tv yang masih menyala, Bryan menghampirinya dan memandang wajah manis wanitanya itu.
"Andai kamu mengingatku, mungkin aku bisa menikahimu sekarang." Gumam Bryan sambil menutupi tubuh Clara dengan selimut.
"Tahan Bryan! Tahan! Kamu harus sabar, biarkan Clara yang mencari tau identitasmu jangan pernah memaksanya."
__ADS_1
Bryan mendekatkan wajahnya ke wajah Clara alih-alih akan menciumnya, Bryan benar-benar dibuat jatuh cinta pada pandangan pertama dan rasa itu masih sama hingga sekarang tiba-tiba Clara terbangun tapi tidak sanggup bergerak saat melihat wajah Bryan tepat didepan matanya.
"Sedang apa kamu???" Clara bangkit dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Aku melihatmu tertidur jadi aku memakaikan selimut itu untukmu."
"Kamu tidak macam-macamkan???"
"Tadinya aku akan menggendongmu ke kamarku tapi aku tau itu tidak pantas."
"Hah kamu ini, pergi sana aku ingin melanjutkan tidurku."
"Aku mau disini tidur bersamamu."
Clara menggeram dan memukul tubuh Bryan.
"Hentikan! maksudku aku disini menjagamu, kamu tidurlah, aku akan terjaga sepanjang malam."
"Tapi awas saja ya kalau kamu berani macam-macam."
"Buang jauh-jauh pikiran kotormu itu, dan tidurlah!"
Bryan menarik Clara tidur dalam dekapannya, Clara merasa aneh berada diposisi sekarang tapi dia merasa nyaman dan tetap menikmati tidurnya sedangkan Bryan terjaga sepanjang malam memandang wajah Clara membuat rasa kantuknya hilang.
__ADS_1
BERSAMBUNG...
jangan lupa like dan komen guys😊