
Setelah diberi obat dan dikompres suhu panas ditubuh Audira menurun dan Audira pun bisa tidur nyenyak. Clara sangat menyesal gara-gara sikap keras kepalanya Audira yang harus menanggung akibatnya.
"Mommy minta maaf sayang, kamu jadi seperti ini karna mommy." ucap Clara memandangi wajah anaknya yang terlihat begitu lemah.
"Ini memang salahku seharusnya aku tidak harus berlebihan bersikap dingin pada Bryan, dia itu hanya memberi Audira perhatian sedangkan aku seorang ibu karna aku terlalu keras kepala dan karna rasa cemburuku yang tidak beralasan aku melupakan kesehatan anakku sendiri, tapi Bryan dia bukan siapa-siapa dia lebih peduli pada kesehatan Audira dibanding Rendi ayah kandungnya." gumam Clara.
Clara mendekati boneka yang dibeli oleh Bryan untuk Audira.
"Hei katakan padaku! Apa benar Tuanmu itu masih lajang? apakah dia sudah menikah?" Clara bicara pada bonekanya.
"Hah Clara kamu tidak waras ya? masa boneka diajak bicara." Clara langsung sadar.
Srekkk...
Suara pintu kamar Clara ada yang membukanya.
Adinda (mama Clara) datang menghampiri Clara.
"Clara, gimana Audira kok bisa sampai demam? apa yang kamu lakukan padanya nak, kenapa kalian bisa pulang larut malam?"
__ADS_1
"Ini salah Clara ma, Clara ngotot mau pulang jalan kaki Clara pikir tidak akan terjadi sesuatu pada Dira tapi ternyata begini kejadiannya."
"Memangnya si Rendi itu kemana? Seharusnya dia menjemput kalian."
"Ma, selama 6 bulan Clara buka usaha sekali pun Rendi tidak pernah mengantar kami pulang, Clara setiap malam harus menunggu taksi, Clara hanya tidak tega dengan Dira daddynya itu sama sekali tidak mengkhawatirkan anaknya, setidaknya jemput Dira."
"Iya tapi mungkin saja Rendi sibuk nak, makanya dia tidak sempat mampir ke restoran setiap malam."
"Sesibuk-sibuknya pekerjaan, tetap harus menyempatkan waktu untuk anak ma, Rendi datang ke resto hanya untuk menemui Clara bukan untuk anaknya makanya Audira juga tidak senang padanya, anak sekecil Dira bisa menilai ma mana orang yang penuh kasih sayang dan mana yang terpaksa suka sama anak kecil, untungnya tadi ada teman Clara yang mengantar kami pulang."
"Mama jadi ikut kesal sama Rendi bisa-bisanya dia menelantarkan anaknya sendiri."
"Semoga saja ya nak, tapi soal pernikahan kamu dan Rendi gimana?"
"Clara tidak bisa menikah dengan Rendi ma, sekalipun demi Audira Clara tidak akan melakukannya."
"Kenapa Clara?"
"Tidak perlu dijelaskan ma, yang jelas Clara tidak bisa."
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan Rendi jika dia tau kamu akan menolaknya? Rendi sudah menunggumu selama 6 bulan Clara pasti dia akan kecewa."
"Clara tidak pernah memintanya untuk menunggu, itu kemauannya sendiri ma."
"Seharusnya kamu katakan padanya dari dulu supaya dia tidak membuat keputusan sepertu itu."
"Bagaimana Clara bisa mengatakannya setiap kali bicara tentang pernikahan dia seakan tidak memberi Clara kesempatan untuk menjawab, saat Clara menolak menikah dia malah membuat keputusan."
*****
Ke Esokan Harinya
Ting... Tung... Ting... Tung...
Clara bersama keluarganya sedang menyantap sarapan sebelum pergi bekerja, tiba-tiba ada orang yang datang.
"Ma, biar Clara yang buka pintu."
"Iya, sayang."
__ADS_1
Clara beranjak dari tempat makan bergegas menuju pintu depan untuk membukakan tamu yang datang.