
Kami semua masih menunggu Rendi bicara tapi dia masih saja bungkam dan terus menatapku. Aku melihat ada rahasia besar dimatanya yang membuatnya ragu.
"Sebenarnya....." Setelah lama bungkam Rendi mulai bicara tapi dia menahan kalimatnya sehingga membuat kami semakin penasaran dan menegang.
"Sebenarnya mulai sekarang Nanda akan tinggal disini." Lanjutnya sambil tersenyum. Kami semua menghela nafas panjang dan tertawa Rendi benar-benar berhasil membuat
penasaran.
"Kamu benar-benar membuat mama hampir jantungan, Ren." Ucap mama.
"Berarti rumah kita semakin ramai apalagi ada dedek bayi Kath senang kak." Ucap Kathryn mulai menggendong bayi sahabatku itu.
"Siapa nama dedek bayinya kak?"
"Audira Anatasya." Jawab Nanda.
Aku sangat senang kehadiran sahabatku akan membawa kebahagiaan baru untuk kami semua.
"Ma, Clara kebelakang dulu mau ambil minuman."
"Kath ikut ya kak." Pinta Kath. Aku bersama Kathryn pun beranjak dari ruang tamu menuju dapur untuk menyiapkan minuman.
***** Kejadian Diruang Tamu
"Sebenarnya ada hal penting yang ingin Rendi beritahu pada kalian semua."
__ADS_1
"Tapi Rendi mohon jangan dulu beritahu Clara, ma."
"Apa itu Ren?"
"Rendi tau mama dan papa akan terkejut mendengar hal ini tapi Rendi mohon pengertiannya karna Rendi punya alasan kuat mengapa hal ini bisa terjadi."
"Cepat katakan, Ren!" sahut papa.
"Ma, pa, Rendi minta maaf sebenarnya Rendi dan Nanda sudah menikah 1,5 tahun yang lalu, dan bayi ini adalah anak Rendi dan Nanda, ma pa."
"Apa....." mama dan papa kaget mendengarnya.
"Apa maksud semua ini...?" Aku mendekati Rendi dan Nanda seolah tak percaya pada pernyataan Rendi.
"Rendi, katakan sekali lagi! Semua ini tidak benarkan?" Aku menatap mata Rendi dalam-dalam tapi dia tidak bisa menatapku.
"Nanda, kamu dan Rendi tidak mungkin menghianatiku kan. Kalian pasti becandakan?" Aku beralih menatap Nanda tapi Rendi dan Nanda tetap diam.
"Tidak!... Tidak!... Ini pasti keliru." Ucapku. Rendi langsung memelukku aku melihat matanya juga menangis.
"Maafkan aku, sayang. Kenyataan ini memang sulit bagi kita. Tapi semua yang ku katakan itu benar."
Hancurnya perasaanku tidak dapat dijelaskan, yang jelas aku sangat hancur, dan kecewa suamiku yang sangat aku percayai bersama sahabatku yang kuanggap lebih dari seorang sahabat telah mengkhianatiku.
__ADS_1
"Aku ini istrimu, Ren. Kenapa kamu lakukan ini, apa salahku kamu bilang kamu sangat mencintaiku tapi inikah yang kamu maksud dengan cinta." Dadaku terasa sangat sesak Rendi hanya diam menatapku, mungkin dia merasa sangat bersalah.
"Aku bisa jelaskan semuanya, sayang. Aku punya alasan kuat kenapa pernikahan ini bisa terjadi, tolong dengarkan aku, aku yakin kamu akan mengerti." Rendi berusaha menenangkanku tapi aku tidak bisa lagi mendengar penjelasannya bagiku semua ini sudah jelas mereka telah mengkhianatiku.
"Jangan dekati aku...!!!" Aku mendorong dan menepis tangan Rendi. Mama dan Kathryn berusaha menenangkanku.
"Rendi, bawa wanita itu pergi dari sini!" Papa mulai bertindak tegas pada Rendi.
"Paman, bibi dan kamu Clara aku minta maaf, aku tidak bermaksud menghancurkan rumah tanggamu. Paman, aku akan pergi aku tidak akan kembali lagi dan kamu Rendi tetaplah bersama Clara jangan pernah meninggalkannya."
"Cepat pergi kamu...!!!" aku tidak menyangka ayah mertuaku akan mengusir sahabatku.
Nanda bersama bayinya hendak pergi tapi Rendi mencegat mereka.
"Aku tidak akan membiarkanmu pergi." Ucap Rendi sambil memegang tangan Nanda. Rasanya aku tidak tahan lagi menyaksikan suamiku menggenggam tangan wanita lain dihadapanku meski pun dia sahabatku.
"Nanda kamu sedang sakit aku tidak bisa membiarkanmu pergi, anak kita juga perlu tempat berteduh kemana kamu akan pergi kamu tidak mengenal siapapun disini, hanya aku dan Clara yang kamu punya." Ucap Rendi sontak membuat air mataku semakin deras mengalir aku tidak menyangka Rendi begitu mengkhawatirkan Nanda.
up 1 episode dulu tapi nanti author lanjut lagi ya guys😊
jangan lupa like dan komennya😉
__ADS_1