
Entahlah kapan Rendi akan tiba, dalam hatiku mulai timbul rasa kecewa. Untuk memastikannya aku berusaha menghubungi Rendi.
Akan tetapi belum sempat menelponnya aku menerima telpon dari Rendi. Aku mulai gembira lagi, aku yakin Rendi pasti pulang karna malam ini ulang tahunnya.
"Sayang, aku minta maaf mungkin besok siang aku baru bisa pulang, maaf aku baru sempat mengabarimu." Dadaku terasa sesak saat Rendi memberitahuku dia tidak jadi pulang.
"Tapi kenapa Ren, malam ini....."
"Aku tau malam ini aku ulang tahun, sekali lagi aku minta maaf aku tidak bisa pulang tugasku disini sangat banyak jadi aku harus lembur." Rendi memotong pembicaraan.
"Tapi Ren, ada Aditya orang kepercayaanmu yang biasa mengurus kantor cabang diluar kota kenapa bukan dia saja yang lembur." Aku mulai kesal sama suamiku ternyata sekarang dia mulai mementingkan pekerjaannya, sebelumnya dia tidak pernah mengabaikan perasaan dan usahaku selama ini.
"Tidak bisa sayang lain kali saja kita merayakanya, karna besok ada rapat jadi aku harus memenangkan tender itu supaya bisnisku semakin lancar."
"Baiklah, aku mengerti." Tanpa menunggu Rendi menutup telponnya aku lebih dulu menutupnya. Sesak rasanya dada ini pertama kali Rendi membuatku kecewa.
"Untuk apa kamu memberiku gaun mahal, tapi kamu tidak bisa melihatku memakainya." Gumamku lalu dengan perasaan kecewa dan wajah sedih aku beranjak menghampiri mama, papa dan Kathryn yang berada diruang tengah.
"Kamu kenapa, sayang?" Mama mendekatiku.
"Kita tidur saja, ma. Rendi barusan telpon besok siang dia akan pulang." Jelasku sambil menahan air mata.
"Kenapa begitu kita sudah menyiapkan semuanya, anak itu benar-benar keterlaluan, kenapa mama merasa sepertinya Rendi mulai berubah." Mama juga mulai kesal sama Rendi.
"Sudahlah ma, Rendi seorang boss pengusaha terkaya di kota ini, Clara sangat mengerti posisinya." Aku mencoba menyembunyikan rasa kecewaku padahal aku sendiri juga mulai merasa suamiku itu telah berubah.
"Sabar ya kak, nanti kalau kak Rendi pulang Kath akan menghajarnya berani-beraninya dia membuat kakak iparku yang cantik ini kecewa." Kathryn mendekatiku menepuk-nepuk bahuku seolah sedang menenangkanku.
__ADS_1
"Aahhh..." Tiba-tiba aku merasakan sakit diperutku sampai aku menahannya dengan tanganku.
"Kenapa, sayang?" Tanya mama saat melihatku kesakitan.
"Kath, telpon dokter mama takut terjadi sesuatu dengan kandungannya." Mama menyuruh Kathryn untuk menelpon dokter, jika mereka memanggil dokter kesini maka mereka akan tau kalau aku sedang tidak hamil.
"Jangan ma, Clara baik-baik saja, Clara hanya lapar belum makan." Aku terpaksa berbohong lagi karna Rendi masih melarangku untuk memberitahu mereka.
"Kamu yakin sayang, jika kamu merasa sakit lagi panggil mama ya biar kita pergi ke dokter."
"Yakin ma, Clara ke kamar dulu." Untunglah mama tidak curiga padaku.
"Ya sudah, mama juga mau ke kamar."
Kami semua pun ke kamar masing-masing karna malam juga sudah larut.
Aku ingin memberitahu Rendi kalau lukaku masih belum sembuh tapi aku baru ingat dia masih mengerjakan pekerjaan jadi tidak mungkin aku mengganggunya.
***** Pagi Hari
Selesai sarapan aku meminta izin pada mama.
"Ma, Clara mau izin keluar sebentar."
"Mau ngapain, kamu lagi hamil sayang bahaya keluar sendirian biar mama minta Kath untuk menemanimu ya."
__ADS_1
"Jangan ma, Clara hanya sebentar lagipula Clara kan diantar sama pak Ucup."
"Kakak mau pergi kemana?" Tanya Kathryn yang baru keluar dari kamar mandi.
"Itu ke super market, ada barang yang harus kakak beli."
"Beli susu untuk bumil ya kak?"
"Ya begitulah..." Ucapku sambil senyum cengingisan. Aku terpaksa berbohong lagi untuk menutupi rahasiaku dan Rendi. Rasanya aku sudah tidak ingin melanjutkan sandiwara ini, tapi aku juga takut membuat mereka kecewa.
***** Dirumah Sakit
"Dok, kenapa luka saya masih belum kering?"
"Ada sedikit infeksi tapi kamu jangan khawatir ini tidak berbahaya dengan obat antiseptik dan beberapa Obat luar insha allah akan sembuh."
"Tapi ingat harus tetap istirhat jangan banyak bergerak."
"Syukurlah, baik dok... Terima kasih dok, saya permisi dulu."
Aku merasa lega ternyata luka diperutku tidak berbahaya, hanya perlu obat tambahan saja.
Bersambung.....
Jangan lupa like dan komentarnya guys😊
__ADS_1