
"Hah... Wanita itu lama sekali!!!" Gerutu Bryan yang kualahan menunggu Clara berkemas.
"Coba lihat jam sekarang, acara segera dimulai, dia itu wanita seperti apa memakai baju lebih dari 30 menit."
"Mr. Bryan, saya sudah siap!!!" panggil Clara masih berdiri dibelakang Bryan tepatnya masih berjalan menyusuri tangga.
Sejenak Bryan terhanyut memandang kecantikan Clara. Clara memang selalu cantik baju apapun yang dipakainya pasti selalu cocok tapi kali ini auranya semakin terpancar saat memakai gaun yang Bryan berikan.
"Sir! Apa ada yang salah denganku???" Clara tepat berdiri dihadapan Bryan sambil melambaikan tangannya menyadarkan lamunan Bryan.
"Aa... Aku pikir kamu tidak akan memakainya."
"Aku menyukai gaun ini, pasti aku akan memakainya."
"Ok baiklah! Bersikaplah seperti sekretarisku, ayo kita berangkat."
"Sejak kapan aku seperti istrimu." gumam Clara berjalan dibelakang Bryan menuju mobil.
HOTEL ELBERT GREENFIELD
Keluarlah seorang pria tanpa ekspresi namun itulah yang membuatnya semakin terlihat menawan bersama wanita murah senyum yang selalu terlihat cantik dari dalam mobil berwarna red.
"Selamat malam Tuan, Nona, selamat datang." sambutan dari pelayanan hotel.
Dengan gagahnya pria itu berjalan dan tetap meluruskan pandangannya, sedangkan si wanita membalas sambutan dengan sangat ramah.
"Ms. Clara!" Bryan menghentikan langkah kakinya sembari berbalik menoleh Clara yang berjalan mengikutinya.
"Ada apa, Tuan???" tanya Clara.
"Ajudan, tolong jaga Ms. Clara!"
"Siap tuan!!!
__ADS_1
"Kamu masuklah dulu, aku harus menunggu client sebentar."
Clara pun masuk ke ruang pesta, semua mata menatapnya tapi Clara sudah terbiasa karna dulu saat bersama Rendi dia juga mendapat perlakuan yang sama dari orang-orang.
Disisi Lain
"Kamu bahkan tidak memakai pemberian dariku? apa kamu benar-benar akan melupakan semua tentangku?" gumam Rendi yang sedari tadi hanya bisa memandang Clara dari kejauhan.
"Clara!!!" panggil Selen. Selen terlihat sedang bersama Aditya.
"Hai... kalian berdua..." Sahut Clara sedikit berteriak.
"Kemarilah..." panggil Selen. Akan tetapi saat Clara hendak menghapiri Selen bersama Aditya, Clara malah dicegat oleh seorang pria yang berusaha melecehkannya. Clara berusaha mengelak tapi pria itu juga berusaha untuk menyentuhnya.
"Aditya, lakukan sesuatu! Tolong Clara!" ucap Selen.
Rendi melihat Clara hampir dilecehkan, saat Rendi akan menghampiri Clara tiba-tiba Bryan lebih dulu datang menghampiri Clara.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Bryan.
"Kamu ini bagaimana kenapa memisahkan diri dari ajudanku?"
"Maaf! Aku hanya ingin bertemu Selen."
"Tidak semua tamuku bersikap sopan, lain kali turuti apa yang aku perintahkan."
"Maaf, Sir. Jangan memarahinya, aku yang membuatnya dalam bahaya." ujar Selen.
"Aditya! Kamu ajari wanitamu, jangan membuat orang lain dalam bahaya lagi."
"Baik Tuan!!!"
Acara berlangsung dengan lancar, setelah memotong kue semua dipersilahkan untuk makan dan mengobrol.
"Saatnya permainan dimulai." ujar seorang wanita bernama Wulan yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik Clara.
__ADS_1
*****
"Sir, saya ke pinggir kolam sebentar." ucap Clara.
"Berhati-hatilah, jangan pergi terlalu lama!"
"Iya, saya hanya mengambil minuman."
Clara menuju kolam renang dia tidak tau kalau semakin banyak dia bergerak gaun yang dipakainya perlahan-lahan bisa robek sehingga membuat para tamu terus menatapnya dengan heran.
"Ada yang salah denganku?" ucap Clara dalam hati.
"Hei NONA GAUNMU AKAN LEPAS!" Teriak seseorang, sontak membuat Bryan dan Rendi yang berada dilain sisi langsung menoleh kearah Clara yang berdiri dipinggir kolam.
Clara tertegun baru menyadari dan mendengar suara gaunnya perlahan-lahan robek sehingga dia berhenti bergerak, semua media bersiap-siap untuk menangkap gambar Clara, Clara sudah pasrah terlihat memejamkan mata untuk menahan rasa malu.
Bryan dan Rendi yang berada berlainan sisi sama-sama berlari untuk menyelamat Clara. Suasana menegang saat gaun Clara semakin robek sampai akhirnya Bryan sampai lebih dulu dan menutupi bagian belakang Clara dengan jasnya sambil memeluknya. Clara merasakan seseorang datang memeluk tubuhnya.
"Mr. Bryan???" ucap Clara setelah membuka mata tubuhnya dipeluk erat oleh Bryan berusaha menutupi bagian gaun Clara yang sobek.
"Tenanglah! Kamu akan baik-baik saja." bisik Bryan merasakan tubuh Clara gemetar karna takut.
"Saya peringatkan pada semuanya terutama awak media, hapus gambar apapun yang kalian dapatkan jangan sampai kejadian ini tersebar di media, saya tidak segan-segan menuntut siapapun orang yang berani menyebarkan berita mengenai kejadian yang telah menimpa Mrs. Clara."
Semua hanya diam tidak ada yang berani menentang Bryan.
"Ajudan, Siapkan kamar untuk kami."
Bryan langsung menggendong Clara masuk menuju kamar hotel. Clara masih tidak percaya kejadian apa yang telah menimpanya malam ini, tapi dia merasa senang saat Bryan melindungi kehormatannya.
Rendi hanya bisa diam tidak bisa melakukan apapun saat menyaksikan Bryan membela Clara dan menggendongnya, cemburu jelas Rendi sangat cemburu karna Bryan selalu bertindak selangkah lebih cepat darinya.
Sedangkan disisi lain Wulan merasa kesal karna gagal mempermalukan Clara didepan umum, kekesalannya semakin bertambah karna lagi-lagi Bryan melindungi Clara.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa berikan like dan komentarnya guys😁