DARI HATI

DARI HATI
Episode 7


__ADS_3

Aku terkejut saat Rendi tiba-tiba merebut surat itu dari tanganku.



"Hasil lab apa itu, Ren" tanyaku penasaran tapi Rendi hanya diam.



"Ren, jujur padaku, apa kamu sakit" tanyaku lagi tapi Rendi tetap diam, seperti ada yang sedang dia sembunyikan



"Rendi, tatap mataku jawab aku, apa kamu sakit?" Tanyaku lagi tapi Rendi tidak berani menatapku, aku melihat dimatanya ada rahasia yang Rendi sembunyikan dariku.



"Sebenarnya ini... kamu baca saja." Setelah lama bungkam akhirnya Rendi buka suara menyerahkan hasil lab itu padaku.



Aku mulai membaca isinya dugaan ku ternyata salah bukan Rendi yang sakit tapi disurat ini tertulis nama pasien atas nama Nanda Sendi Anggraini, dengan nama penyakit yang diderita adalah Leukimia (Kanker Darah).



"Nanda." Ucapku kaget karna aku mengenal Nanda, dia merupakan sahabatku yang tinggal di kota C dimana suamiku kemarin pergi mengurus kantor cabang.



"Apa kamu bertemu Nanda, Ren" tanyaku, tapi kali ini aku tidak merasa cemburu, untu



"Iya, Nanda sakit sayang. Hasil lab itu aku dapatkan karna kemarin aku membantu membiayainya dirumah sakit." Jelas Rendi.



"Maaf sayang, aku merahasiakan hal ini darimu tapi ternyata kamu tau juga." Sambung Rendi.


__ADS_1


"Iya Ren, aku mengerti. Ren, aku ingin bertemu Nanda, aku mau melihat keadaannya." Aku mulai panik memikirkan sahabatku itu.



"Jangan sayang, Nanda sudah lebih baik dokter sudah menanganinya." Ucap Rendi membuatku lega.



"Kamu lagi sakit sayang, jangan terlalu dipikirkan insha allah Nanda baik-baik saja." Sambungnya lagi.



"Tapi aku ingin bertemu dengannya, Ren. Aku rindu padanya, 2 tahun Nanda sudah tidak pernah datang kesini Ren dan sekarang dia sakit." Meski aku merasa lega Nanda sudah dirawat oleh dokter tapi selain itu aku juga merindukannya.



"Tenanglah, sayang. Nanti kalau aku ada waktu aku akan bawa Nanda kesini ya." Ucap Rendi.



"Janji, bawa Nanda kerumah." Ucapku





Rasa sakit dikepalaku semakin menjadi, tubuhku terasa sangat lemas, terasa nyeri diperutku ini tidak biasa terjadi padaku, aku juga merasa mual padahal tidak ada bau yang mengganggu indra penciumanku tapi entah kenapa aku ingin muntah semakin ku tahan malah semakin mejadi hingga akhirnya aku muntah mengenai Rendi yang duduk diatas ranjang disampingku.



"Ya Allah sayang, kamu muntah, aku panggilin dokter ya." Rendi mulai panik, aku hanya bisa mengangguk karna sepertinya aku memang memerlukan penanganan dokter.



"Aku bersihkan ini dulu sayang, kamu berbaringlah, istirahat jangan banyak bergerak." Rendi kembali membantuku berbaring dan dia membersihkan muntahanku tanpa rasa jijik sedikitpun dengan kotoran yang keluar dari mulutku itu.


__ADS_1



*****


Dokter Meta dokter kepercayaan keuarga kami mulai memeriksaku, sesaat dia diam seperti sedang berpikir mengenai penyakitku sambil terus memeriksa dibagian perutku membuatku merasa takut.


Setelah selesai dokter Meta menunjukkan wajah seperti orang bingung membuatku semakin takut.



"Dokter, istri saya sakit apa?" Tanya Rendi terlihat dari wajahnya Rendi merasa cemas dengan keadaanku.



"Kontraksi yang terjadi diperutnya, terasa pusing dan mual bahkan sampai demam itu biasa terjadi pada wanita yang sedang hamil." Ucap dokter Meta membuat aku dan Rendi merasa kaget.



"Hamil dok?" Tanyaku seakaan tak percaya.



"Iya dek Clara, selamat ya dek Clara dan pak Rendi akan memiliki anak." Ucap dokter Meta.



Rendi langsung meloncat kegirangan dan memelukku ia sangat gembira mendengar kabar bahagia ini, aku juga sangat bahagia tidak pernah aku melihat Rendi bersemangat dan sebahagia ini akhirnya penantian kami selama 5 tahun dijawab oleh Yang Maha Kuasa tidak ada yang lebih membahagiakan untuk kami selain kabar kehamilanku ini.



Bersambung


next gak nih😁



jangan lupa like dan komentarnya ya akak😊


__ADS_1




__ADS_2