DARI HATI

DARI HATI
EPISODE 60


__ADS_3

"Sangat manis." Ucap Clara setelah mencicipi.


"Tapi ada yang lebih manis lagi." Ujar Bryan.


"Memangnya ada yang lebih manis dari coklat ini?" Tanya Clara dengan segala kepolosannya.


"Senyuman di wajahmu." Ucap Bryan sontak membuat wajah Clara merona.


"Sir?" panggil Clara.


"Hmmm." Bryan mengangguk.


"Kamu mau?" Tanya Clara alih-alih seperti akan menyuapkan coklat ke mulut Bryan. Bryan tak menduga Clara akan menyuapinya jadi tanpa ragu Bryan ingin melahapnya, tapi tiba-tiba Clara mengalihkan tangannya dan memakan coklat itu sendiri.


"Nakal ya!!!" Bryan mengambil coklatnya dan mengoleskan ke wajah Clara begitu pun Clara membalasnya.


Alhasil akhirnya mereka bercanda gurau saling mengoleskan coklat ke wajah satu sama lain.


Selesai makan


Clara duduk di atas sofa wajahnya kembali murung. Bryan yang baru selesai ganti baju dan hendak tidur di sofa berhenti melihat Clara murung di sofa yang akan menjadi tempat tidurnya.


"Kamu masih memikirkannya?" Tanya Bryan duduk disamping Clara.


"Aku takut dia kembali menggangguku, sebelumnya aku tidak pernah setakut ini tapi hari ini aku melihat matanya begitu liar memandangku, perilakunya sangat nekat dia terus memaksaku, benar-benar membuatku takut."


"Sialan kamu Rendi! aku tidak menyangka kamu akan berbuat serendah itu." Batin Bryan geram sambil mengepalkan tangannya.


"Tenanglah! Aku disini bersamamu, dia tidak akan mengganggumu lagi."


"Aku takut dia juga akan menyakitimu, Sir, dia mengancamku dia bilang tidak ada yang bisa menghalanginya."


"Akan lebih baik kamu menjauhlah dariku, aku tidak mau dia menyakitimu juga."


"Tidak Clara!"


"Meski aku harus mempertaruhkan nyawaku sekalipun demi menyelamatkanmu, aku siap melakukannya." Gumam Bryan ternyata Clara mendengarnya.

__ADS_1


"Apa maksudmu?" Clara kaget.


"Ah! Tidak ada, aku hanya bicara pada diri sendiri."


"Begitu? Kamu ingin mempertaruhkan nyawamu itu untuk apa?"


"Ya, i-itu u-untuk menyelamatkan gadis yang ku cinta, maksudku jika nanti aku menemukan gadis yang ku cinta lalu dia dalam bahaya maka aku rela mempertaruhkan nyawaku."


"Bukankah kamu sudah menemukannya? Dia baik-baik sajakan? sebentar lagi kalian akan menikah." Saat Clara ingat Bryan akan menikah Clara melepaskan pelukkan Bryan dan pindah tempat duduk.


"Siapa yang akan menikah?"


Bryan mengikuti Clara duduk ditempat tidur, Clara kesal dan membelakanginya.


"Kemarin aku mendengar semuanya kamu bicara tentang pernikahan."


Bryan tersenyum karna merasa Clara mulai cemburu padanya.


"Kamu cemburu?" Tiba-tiba Bryan melingkarkan tangannya diperut Clara membuat Clara kaget dan dengan cepat melepaskan pelukkan Bryan.


"Ah! Tidak. Kenapa harus cemburu? A-aku tidak cemburu, kamu siapa, ke-kenapa aku harus cemburu denganmu, aneh." Ucap Clara mengelak padahal dia memang tidak senang jika Bryan menikah.


"Ka-kamu berhak menikah, supaya ada yang mengurusmu tidak perlu merepotkan aku lagi."


"Aku tidak mau!" Bantah Bryan.


"Ma-maumu a-apa?" Clara semakin gugup karna Bryan menarik tangannya lalu Bryan membuat Clara masuk dalam dekapannya.


"A-apa yang kamu lakukan?" Clara berusaha melepeskannya tapi Bryan semakin mengeratkan dekapannya.


"Mari menikah!" Ucap Bryan menatap Clara.


"Menikahlah! kenapa harus menatapku seperti itu? Aku tidak melarangmu."


"Kamu yakin?"


"Ya-yakin apa? Kenapa bertanya padaku."

__ADS_1


"Kamu yakin ingin melihatku menikah? Tapi setelah aku menikah nanti pekerjaanmu aku tarik semuanya jadi kamu tidak bisa bekerja lagi, apa kamu masih yakin menyuruhku untuk menikah?" Ucap Bryan langsung melepaskan pelukkannya.


"A-aku, aku, aku???" Ucap Clara ragu-ragu.


"Aku apa?" tanya Bryan diselingi senyum centilnya.


"A-aku, ya tentu saja aku yakin, massa kerjaku sebenarnya sudah habis dari kemarin tapi karna kamu mengajakku pergi jadi aku sekarang aku masih bekerja denganmu, tapi aku pastikan setelah kita kembali ke Jakarta aku janji segera resign dari kantor."


"Cepat tidur!" Bryan menarik tangan Clara karna Clara akan beranjak dari tempat tidur membuat mereka jatuh ditempat tidur. Sesaat Clara dan Bryan saling memandang satu sama lain.


"Siapa kamu sebenarnya? Kenapa kamu datang ke kehidupanku? Aku tidak pernah memintamu, tapi kamu datang tanpa ku minta, kita belum saling mengenal tapi mengapa aku merasa seakan tatapan ini tidak asing bagiku, ya Allah tunjukkan hambamu ini satu kebenaran, kenapa hamba merasa sangat dekat dan nyaman bersamanya, apakah ada hubungannya dengan laki-laki yang menyelamatkan nyawaku 8 tahun lalu, laki-laki ini juga melakukan hal yang sama dia selalu datang disaat nyawaku sedang terancam, tapi entahlah mungkin itu hanya kebetulan." Batin Clara.


Bryan sadar lalu kembali duduk sedangkan Clara masih terbaring.


"Tidurlah! Semua akan baik-baik saja." Ucap Bryan menutup tubuh Clara dengan selimut dan membelai rambutnya.


Bryan hendak pergi tapi Clara menahan tangannya sehingga Bryan kembali menoleh kearahnya.


"Tetaplah disini, jangan pergi!" Ujar Clara tentu membuat Bryan kaget mendengarnya.


Bryan duduk disamping Clara karna Clara ingin Bryan disisinya.


Clara terlihat memikirkan sesuatu, sedangkan Bryan sedari tadi menatapnya tanpa Clara sadari.


"Bolehkah aku mengatakan sesuatu?" Ucap Clara.


"Katakanlah!" Bryan mengalihkan tatapannya.


"Aku ingin membagi kisahku bersamamu."


"Iya tentu saja aku akan mendengarnya."


"8 tahun lalu aku pernah mengalami peristiwa yang mengerikan." Ungkap Clara.


"Apa yang terjadi?" Tanya Bryan seolah tidak mengetahuinya.


"Saat itu aku hampir jatuh dari lantai 3 dikampus, semua orang hanya menatapku tidak ada yang berniat menolongku, hanya ada satu laki-laki yang menolongku dia mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan nyawaku bahkan dia tidak peduli dengan luka ditangannya karna tertusuk kawat saat akan menolongku, tapi itu menjadi pertemuan pertama dan terakhir kali dengannya setelah itu aku tidak pernah melihatnya lagi."

__ADS_1


"Apa kamu mengingat wajahnya?" Tanya Bryan lagi.


__ADS_2