DARI HATI

DARI HATI
EPISODE 78


__ADS_3

"Rileks Clara, jangan gemetar biasa saja jangan mempermalukan dirimu sendiri di depannya." Ucap Clara dalam hati sambil menyeimbangi tubuhnya yang gemetar saat melihat Bryan.


"Terlihat lebih dewasa, sangat cantik! Clara kamu benar-benar banyak berubah, mungkin kali ya karna sekarang dia sudah punya suami." Batin Bryan kagum melihat perubahan penampilan Clara.


"Lama tidak bertemu..." Ucap Bryan lagi mencairkan suasana.


"Ahhh iya cukup lama." Jawab Clara canggung.


"Banyak yang berubah..." lanjut Bryan.


"Ya banyak yang berubah, hanya rasa cinta yang tidak pernah berubah." jawab Clara keceplosan, Bryan terperanjat mendengar perkataan Clara.


Seketika suasana menegang.


"Clara, kamu benar-benar bodoh." batin Clara menyesali perkataannya.


"Kamu dengarkan, Bryan? Cintanya pada Rendi sampai kapanpun tidak akan pernah berubah, dia akan selalu mencintai Rendi." Batin Bryan sedikit kecewa.


"Apa kabar suamimu?" Tanya Bryan mencairkan suasana membuat Clara kaget.


"Ahhh suami.....???" Clara tidak meneruskan kalimatnya.


"Jadi dia pikir aku sudah menikah lagi." Batin Clara kesal.


"Istrimu apa kabar?" Clara bertanya balik Bryan juga kaget.


"Istri.....???" Bryan tidak meneruskan kalimatnya.


"Memangnya sekarang aku terlihat seperti laki-laki yang sudah beristri." Batin Bryan kesal.


"Papa..." Panggil Audira pada Bryan sekaligus mencairkan ketegangan yang terjadi antara Clara dan Bryan.


Ternyata Audira masih mengenali Bryan.


"Sayang, dia bukan papamu jangan memanggilnya papa ya sayang dia itu orang asing." Ucap Clara.

__ADS_1


"Hai sweety, apakah kamu merindukan ku?" Sahut Bryan mencubit pipi Audira dengan lembut namun Clara dengan cepat mengaiskan tangan Bryan.


"Jangan sentuh anakku!"


"Sweety, kamu lihat mommymu tidak pernah berubah sama sekali." Ujar Bryan membalasnya dengan candaan.


Audira tertawa saat melihat ekspresi kesal di raut wajah Clara.


"Mommy, jelek." Ucap Audira menerkam wajah mommynya sontak Clara kaget saat anaknya menyebutnya jelek sedangkan Bryan malah menertawakannya.


"Jangan tertawa! Tidak lucu." Ucap Clara seketika senyum diwajah Bryan memudar.


"Ayo Dira kita pergi dari sini."


"Tidak mommy! Tidak! Diya mau disini..." Audira memukul-mukul pundak Clara dia tidak mau pergi.


"Dira, dengarin mommy, daddymu sebentar lagi datang kita harus pulang." Tegas Clara.


"Jangan terlalu kasar padanya, dia masih kecil." Ujar Bryan.


Bryan malah mendekati Clara yang sedang menggendong Audira.


"Jangan mendekat!" Ucap Clara tapi Bryan tidak menperdulikannya karna Bryan hanya ingin mendekati Audira.


"Sweety, dengarin ya apa yang mommy sweety bilang nanti daddynya marah kalau sweety tidak pulang, papa janji papa akan kesini lagi untuk menemui sweety, sweety mengertikan." Ucap Bryan dengan lemah lembut sambil memegang wajah Audira.


Walau masih kecil Audira mengangguk seolah mengerti saat Bryan yang menasehatinya. Sepertinya Bryan memang memiliki naluri sebagai ayah yang baik buktinya Audira saja bisa nurut padanya.


*****


Sampai di restoran Clara menggerutu sendirian, dia benar-benar kesal setelah bertemu Bryan.


"Dia tidak pernah berubah, sok-sokan akrab sama Audira lagi benar-benar menyebalkan, Dira juga ngapain masih manggil dia papa terus menerus."


"Heh Bryan, sekarang kamu itu suami orang, nanti kamu akan menjadi ayah dari seseorang, aku benar-benar takut anakku terlalu dekat denganmu, aku harus larang Audira supaya tidak dekat dengan suami orang itu, karna ini juga menyangkut perasaanku, dia itu tidak pernah memikirkan perasaan ibunya Audira seenaknya saja menyebut dirinya papa."

__ADS_1


Saat Clara menggerutu sendirian sambil memencet-mencet saos tomat untuk mengurangi kekesalannya tiba-tiba Rendi datang mengagetkan Clara dan saos tomat itu langsung muncrat mengotori pakaian Rendi.


"Siapa yang seenaknya menyebut dirinya papa?" Tanya Rendi curiga tanpa memperdulikan bajunya yang kotor.


"Ah... Rendi kamu sudah sampai." Clara bersusah payah melebarkan senyumnya untuk menutupi kecurigaan Rendi.


"Bi-biar aku bersihkan bajumu..." Clara langung mengambil tissue.


Sampai sekarang Rendi memang masih mengejar Clara dan selalu menemui Clara padahal Clara benar-benar terganggu dengan kedatangan Rendi yang bahkan sebenarnya tidak berhak lagi ikut campur urusan Clara.


"Katakan Clara! Siapa laki-laki itu?"


"Ren, bisa tidak sih jangan terlalu cemburuan."


"Ya jelas aku cemburu Clara, aku tidak bisa melihatmu bersama laki-laki lain."


"Iya Ren, tapi kamu tidak berhak mengaturku Ren, aku berhak dekat sama siapa saja karna statusku bukan istri ataupun kekasihmu."


"Itu karna kamu tidak memberiku hak untuk menjadi suamimu, kamu selalu bilang tidak siap, Clara aku benar-benar sudah lelah bersabar menunggumu selama 6 bulan ini, kapan kamu akan siapa?"


"Ren, aku tidak pernah menyuruhmu untuk menungguku jadi jika kamu merasa lelah jangan salahkan aku, apa aku harus berulang kali mengatakan aku tidak siap menikah agar kamu berhenti menungguku."


"Sudah berani kamu bicara seperti itu padaku?"


Clara kembali melanjutkan pekerjaan mencuci piring yang seharusnya pelayannya lakukan, tapi karna berusaha menghindari perdebatan dengan Rendi jadi Clara memilih untuk mencuci piring.


"Clara... Clara... " panggil Rendi tapi Clara semakin fokus bekerja tanpa memperdulikan Rendi membuat Rendi semakin kesal.


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2