DARI HATI

DARI HATI
EPISODE 83


__ADS_3

"Dira, beruang ini persis seperti mommymu terlihat imut namun emosional." Ucap Bryan dalam hati diselingi senyuman sambil menatap bonekanya.


"Tolong bungkus boneka yang ini." Ucap Bryan.


"Baik Tuan."


"Tolong juga sekalian dibawa ke parkiran, mobil saya disana disisi kiri tempat parkir mobil warna merah." pinta Bryan.


"Iya Tuan kami akan membawanya."


Bryan dan Audira pun berlalu dari tempat penjualan boneka dan menghampiri Clara.


"Hai mommy." Ucap Bryan tiba-tiba muncul dari balik rak barang mengagetkan Clara.


"Huah! Tidak lucu." Ucap Clara sambil lanjut berbelanja tanpa memperdulikan Bryan.


"Lihat nak, mommymu itu dia lupa daratan kalau sudah asyik berbelanja."


"Jangan sok tau!" Sahut Clara mendengar Bryan.


Bryan langsung mendekati Clara dan melihat-lihat belanjaan Clara yang ternyata sangat banyak tidak hanya membeli susu tapi juga belanja keperluan dapur.


"Sebanyak ini ya kalau wanita yang pergi berbelanja?" Ucap Bryan.


"Sekalian buat stock satu bulan jadi tidak perlu sering belanja." jawab Clara ketus.


"Iya wanita memang lebih tau segalanya."


"Tuan, nona kemari sebentar!" panggil penjaga buah-buahan Clara dan Bryan langsung menghampirinya.


"Cobalah buah jeruk ini rasanya sangat manis." Ujar penjaga toko buah sambil mengunjukkan jeruknya.


Clara pun mengambilnya dan berusaha mengupas jeruk itu tapi Bryan malah merebutnya dan mengupaskan jeruk untuk Clara.


"Saya salut sama Tuan, sepulang kerja masih menyempatkan diri menemani istri berbelanja." Ucap si penjaga toko sedangkan Clara dan Bryan hanya bisa memberi senyum palsu padahal mereka berdua sangat kesal.


"Nona beruntung punya suami tampan, mapan, tidak gengsi mau menggendong anaknya sementara nona sibuk berbelanja." tambahnya lagi dan Clara benar-benar kesal melirik Bryan yang malah tersenyum saat dipuji.


"Laki-laki tidak tau diri." batin Clara menginjak kaki Bryan sehingga seketika senyum diwajah Bryan hilang.


"Nona jeruknya sangat manis, tolong bungkus untuk saya." Ucap Clara mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Setelah berbelanja


"Nak, papamu ini memang terlihat seperti suami idaman kan?" Ucap Bryan bicara pada Audira sedangkan matanya melirik Clara dan Clara semakin kesal.


"Jangan mengajari Dira kalimat seperti itu, dia masih kecil." ketus Clara.


Saat keluar dari super market menuju parkiran Clara tertegun kaget melihat sebuah boneka besar disamping mobil.


"Ada apa Clara?" tanya Bryan.


"I-itu boneka siapa? kenapa orang membuang boneka selucu ini." ucap Clara mendekati boneka itu.


"Mommy boneka Diya." Ucap Audira.


"Benar Clara itu boneka Audira." ungkap Bryan.


"Oo... Jadi ini perbuatan kamu?" Clara langsung menjauh dari bonekanya.


"Maaf Clara, aku membelikan Dira karna Dira menyukai boneka ini, aku sama sekali tidak ada niat lain."


"Aku tidak suka ya, kamu sok akrab dengan anakku."


"Clara, aku akan mengantar kalian."


"Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri, aku tidak mau dianggap wanita yang suka mengganggu suami orang."


Clara berjalan tergesa-gesa keluar dari parkiran.


"Kamu salah Clara, Aku bahkan belum menikah." Teriak Bryan dan tiba-tiba Clara berhenti sejenak.


"Hah dia mencoba menipuku, dasar laki-laki tidak tau diri dirumah mengakui istrinya, tapi diluar mengaku sebagai pria lajang." batin Clara kesal dan melanjutkan langkah kakinya.


Bryan segera mengejar Clara, Clara benar-benar terganggu.


"Aku tau aku salah seharusnya aku tidak mengejarmu, tapi pikirkanlah anakmu Clara dia kedinginan." Ucap Bryan sedangkan Clara masih ngotot menghindar.


"Clara, masuklah! Aku sama sekali tidak ada niat lain padamu, aku hanya tidak mau Audira kedinginan, kamu tidak lihat Audira sangat dinginan."


Clara berhenti dan melihat Audira ternyata benar Audira menggigil.


"Clara jangan keras kepala nanti Audira bisa sakit."

__ADS_1


"Iya, iya, aku masuk." jawab Clara ketus.


"Audira demam." Ucap Bryan sambil memegang kening Audira.


"Iya benar, ya Allah apa yang ku lakukan pada anakku." sesal Clara.


"Maafkan mommy sayang, gara-gara mommy kamu jadi demam."


"Tidak ada gunanya menyesal. Lebih baik kita pulang dan segera kompres Audira."


"Iya, antar aku kerumah orang tuaku." Ucap Clara.


"Bukankah kamu dan Rendi tinggal satu rumah?" tanya Bryan heran.


"Jangan banyak nanya, antarkan saja."


"Iya nona, Clara.


Sampai Di Rumah


"Turunlah! Beri obat dan segera kompres Audira." Ucap Bryan Clara hanya mengangguk.


"Biar aku yang membawa belanjaanmu sampai kedepan pintu."


"Terima kasih."


"Terima kasih untuk apa?"


"Ya i-itu ka-kamu, kamu sudah membawakan barang-barangku."


"Cepat masuklah! Aku harus segara pulang."


Cepat sembuh ya nak." tambah Bryan lagi mencium Audira sebelum akhirnya berlalu pergi.


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2