DARI HATI

DARI HATI
EPISODE 80


__ADS_3

Bryan sedang membaca sebuah buku, tiba-tiba perkataan Riko saat dikantor mengganggung pikirannya.


"Kok aku jadi penasaran dengan kata-kata Riko, Riko benar wanita itu memang hebat bagaimana dia bisa sukses dalam waktu 6 bulan tapi kenyataannya memang seperti itu, aku jadi kagum siapa sih wanita itu?." batin Bryan sambil menempatkan kembali buku ke raknya kemudian duduk dihadapan laptopnya.


"Restoran Korean Foods." Ucap Bryan membuka internet di laptopnya mencari tau tentang restoran baru yang lagi ngetrend itu.


"Wah jadi ini restorannya, aku baru ingat tempat inikan saat aku bertemu Clara dan Audira, tapi kok aku tidak melihat ada restoran disana, hah! dasar Bryan mungkin karna aku terlalu fokus melihat Clara." gumam Bryan sambil terkekeh.


"Kok tidak ada keterangan detailnya, seharusnya disini dicantumkan nama pemiliknya." Bryan kesal karna artikel yang dibacanya mengenai restoran itu tidak lengkap.


"Ya ampun Bryan, kenapa kamu jadi terpengaruh dengan Riko? apa kamu takut Riko menikah lebih dulu? Riko benar-benar menggangguku."


Ke Esokkan Harinya


Kantor Bryan memang benar kedatangan investor dari Korea. Setelah mengadakan rapat mereka bersiap untuk makan siang.


Seperti saran Riko, Bryan membawa Tn. Kim pergi makan siang ke restoran korean foods.


Mereka pun sampai di tempat tujuan restorannya memang berbeda dari restoran biasanya sehingga Tn. Kim pun sangat menyukai tempatnya.


Bryan, Riko, Wulan, Tn. Kim dan kawanannya berbincang-bincang sambil menunggu pesanan mereka.


Di Sisi Lain


"Miss Clara!" panggil Aliya menemui Clara diruangannya.


"Ada apa Aliya?"


"Miss, restoran kita ke datangan pengusaha dari Korea."

__ADS_1


"Benarkah?"


"Benar Miss."


"Berikan pelayanan terbaik dan tawarkan menu-menu unggulan kita."


"Baik Miss."


Clara senang restorannya semakin banyak dikunjungi oleh turis.


Akan tetapi salah satu pelayan restoran melakukan kesalahan yang tidak disengaja sehingga membuat Tn. Kim marah karna setelan mahalnya terkena noda minuman.


"Maafkan, saya Tuan." sesal salah satu pelayan yang mengotori baju Tn. Kim tertunduk takut.


"Oh! very careless. I am really dissapointed whit the service at this restaurant." Tn. Kim kecewa dengan pelayanan di restoran ini yang dianggapnya sangat ceroboh.


Clara mendengar keributan yang terjadi dan segera menghampiri.


Dan Bryan sangat terkejut setelah tau ternyata Clara lah pemilik restorannya, tidak hanya Bryan, Riko dan Wulan pun tidak menyangka.


"Clara... Jadi ini..." Batin Bryan tanpa melanjutkan kalimatnya seakan tak percaya.


Sesaat Bryan dan Clara saling memandang namun dengan cepat Clara mengalihkan perhatiannya pada pelanggannya yang berasal dari Korea itu.


Clara benar-benar meminta maaf atas kecerobohan salah satu pegawainya namun Tn. Kim tidak tetap meminta pertanggung jawaban.


Clara bingung bagaimana cara mengembalikan kenyamanan pelanggan yang sudah terlanjur kecewa, Bryan tau Clara sedang kebingungan sehingga Bryan juga buka suara untuk membantu menyelesaikan masalah yang Clara hadapi.


"Maaf nona Clara saya tidak bermaksud ikut campur, tapi meminta maaf dan mengakui kesalahan tidak cukup untuk mengembalikan kenyaman pelanggan yang sudah terlanjur kecewa, nona Clara harus mendengarkan apa yang saat ini Tn. Kim keluhkan, beri Tuan Kim kesempatan untuk mengatakan apa yang perlu nona pertanggung jawabkan." jelas Bryan panjang lebar.

__ADS_1


Clara hanya diam karna dia memang salah dengan terus mendesak Tn. Kim dan Clara pun berusaha tenang.


"Tn. Kim, saya beserta staff sekali memohon maaf atas kecerobohan ini, kami akan mengganti kerugian yang didapat oleh Tuan."


"Aliya tolong ambilkan kertas berstempel di ruangan saya." pinta Clara.


"Baik, Miss."


Setelah Aliya datang membawa kertas tersebut dan memberikannya pada Clara, Clara meneruskan pembicaraannya dengan Tn. Kim.


"Karna kami melakukan kesalahan, hari ini dan seterusnya saat Tn. Kim berkunjung kemari Tn. Kim bebas memilih menu makanan tanpa perlu mengeluarkan biaya sedikitpun dan kami berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama terhadap Tuan atau pada pelanggan yang lain." Jelas Clara setelah membuat keputusan.


"Saya mohon terimalah sertifikat makan masa depan di restoran ini, Tuan bisa membawanya setiap kali berkunjung kemari." Clara menyerahkan kertas berstempelnya pada Tuan Kim.


Kini Tuan Kim bisa lebih tenang.


"Jika ada keluhan lainnya Tuan bisa sampaikan sekarang!"


Tuan Kim menerima tawaran Clara dengan senang hati, Tuan Kim rasa pemilik restoran ini cukup bijak sana dalam menangani komplain.


"Bagus Clara, kamu benar-benar membuatku kagum." Batin Bryan sambil memandang Clara tapi Clara tidak menyadarinya.


"Dia terus saja ikut campur bahkan saat bersama istrinya." Batin Clara kesal melirik Bryan yang duduk di samping Wulan.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2