DARI HATI

DARI HATI
EPISODE 108 "Akhir Kisah Bryan"


__ADS_3

Tubuh Bryan dan Clara diseret keluar oleh orang bertopeng itu lalu memindahkan tubuh mereka kedalam mobil, dia meletakkan Bryan didepan, sedangkan Clara di baringkannya di belakang bersama Audira yang juga berada di dalam mobil.


Pria itu membuka topengnya tidak salah lagi itu pasti Rendi dan terlihatlah tawa licik di wajahnya. Sekarang Rendi menyalakan mobilnya, tidak ada yang tau apa rencananya sekarang.


Tak lama kemudian Bryan pun sadar sambil memegang tengkuknya yang masih terasa sakit, Bryan kaget melihat Rendi disampingnya sedang mengemudi mobil.


"Dimana Clara dan Audira?" Tanya Bryan.


"Kamu sudah bangun." Ujar Rendi.


Bryan menoleh kebelakang dan mendapati Clara masih pingsan bersama Audira di dalam rak bayi.


"Ya Allah Audira, Clara..." Ucap Bryan.


"Clara... Clara... Bangun!" Panggil Bryan tak berselang lama Clara mendengar suara Bryan sehingga dia sadar dari pingsannya.


"Bryan, kita dimana?" Tanya Clara.


"Ara lihatlah ada Audira disampingmu."


Clara pun menoleh kesamping betapa bahagianya dia bisa menemukan Audira.


Namun kebahagiaan itu berubah saat Rendi buka suara.


"Kalian jangan senang dulu, lihatlah arah jalan ini menuju kemana." Rendi tertawa.


Bryan baru sadar kalau jalan yang mereka tempuh sekarang mengarah ke jurang yang berjarak 5km dari tempat mereka sekarang.


"Rendi hentikan mobilnya, kamu jangan nekat Ren, kita bisa tewas pikirkan Audira dan Clara tolong hentikan mobilmu Ren." Tegas Bryan.


"Memang itu yang aku inginkan, jika aku tidak bisa mendapatkan Clara kembali maka tidak satupun ada orang yang bisa mendapatkannya, kita semua akan berakhir di sini." Rendi semakin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Bryan menarik tangan Rendi dengan paksa dan merampas setir mobil yang dikemudi oleh Rendi. Mobil pun oleng karna Bryan dan Rendi memperebutkan setir mobil. Rendi mengambil senjata api dan menodongkannya ke kepala Bryan sehingga tangan Bryan terlepas dari setir mobilnya.


"Aku akan menembakmu dan mereka berdua sekarang, jika kamu berani macam-macam." Ancam Rendi.


Awalnya Bryan menyerah demi melindungi nyawa wanita dan anak yang dia cintai namun saat Rendi lengah fokus mengemudi Bryan dengan cepat menangkis tangan Rendi untuk merebut senjatanya setelah berhasil merebutnya Bryan melempar senjatanya ke jalanan dan Bryan berusaha menghentikan mobil yang Rendi kemudi namun sialnya saat rem nya diinjak rem malah blong, ini yang membuat Bryan cemas, wajah Rendi juga berubah kecemasan niatnya hanya untuk menakut-nakuti supaya Bryan mau menyerahkan Clara malah berubah kenyataan yang akan mengancam nyawanya juga.


Suasana sangat tegang saat itu, Bryan juga bingung bagaimana menghentikan mobil yang sekarang melaju dengan kecepatan tinggi sedangkan remnya blong.


"Ara, peluk Audira dengan erat, dan lompatlah dari mobil sekarang." Pinta Bryan hanya itu cara satu-satunya yang dia rasa bisa menyelamatkan Audira dan Clara.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak bisa melakukannya Sir, aku takut."


"Percaya padaku Ara, cepat lompat Ara jurang semakin dekat cepatlah kamu harus lompat selamatkan Audira."


"Aku tidak mau Sir, bagaimana denganmu, Sir kamu juga harus lompat."


"Cepatlah Ara lompat, aku bisa menyelamatkan diriku sendiri, sekarang kamu pikirkan Audira saja."


Hanya air mata yang kini menyelimuti ketengangan yang Clara rasakan.


"Sir....." lirih Clara.


"Lompat Clara, peluk Dira dengan erat."


"Rendi, kamu juga harus lompat."


Rendi dan Clara ragu-ragu untuk melompat.


"Ara lompat, jangan pikirkan aku, percaya padaku aku bisa menyelamatkan diriku sendiri."


"Sir, berjanjilah padaku kamu akan selamat."


"Aku janji Clara, cepat lompatlah jangan lepaskan pelukkanmu pada Audira."


Hanya ada Bryan dan Rendi sekarang berada di dalam mobil, jurang bahkan sudah terlihat karna sekarang hanya berkisar kurang dari 1km.


"Ren, cepat lompat." Bryan masih sempat-sempatnya membukakan pintu mobil disamping Rendi.


"Tidak Bryan, kamu yang harus keluar." Rendi menolak karna sekarang Rendi mulai merasa besarnya cinta Bryan untuk Clara dan bayinya, dan Rendi juga merasa menyesal meskipun dia jahat pada Bryan dan Clara tapi dalam situasi seperti sekarang Bryan masih peduli dengan keselamatan orang lain dibanding dirinya sendiri.


"Lompat Ren, jurang sudah didepan mata." Ucap Bryan mendorong Rendi sehingga Rendi pun terjun dari mobil dan sekarang Bryan yang mengambil alih posisinya.


Bryan berusaha mencari cara agar mobilny tidak masuk jurang, Bryan berpikir untuk menabrakkan mobil ke pohon namun sekarang tidak ada satupun pohon ditepi jalan.


Rendi dan Clara yang tadi sudah bebas dari dalam mobil mereka berlari mengejar mobil Bryan.


"Jika terjadi sesuatu pada Bryan, kamu harus dihukum mati, kamu harus mempertanggung jawabkan semua kesalahanmu." Ujar Clara pada Rendi. Air mata terus membasahi wajah Clara, sambil meneriakkan nama Bryan beberapa kali berharap Bryan akan selamat.


"Maafkan aku Clara, aku sangat menyesal." Ujar Rendi memang jelas terlihat raut penyesalan diwajahnya.


"Apa gunanya penyesalanmu, nyawa Bryan sedang terancam seharusnya kamu yang berada di sana dan mati terkutuk."

__ADS_1


Clara bersama Audira dalam pelukkannya terus berlari mengejar mobil Bryan meski kaki Clara sedang terluka tapi rasa perih lukanya sama sekali tidak membawa pengaruh karna Clara sangat kuat demi mengejar Bryan.


Namun semua tidak seperti harapan Clara, mobil Bryan masuk ke jurang yang sangat dalam dan itu membuat Clara sangat shock.


"BRYAN....." Teriak Clara histeris dilanjutkan dengan perjalanannya untuk menuruni jurang tapi Rendi menghalanginya.


"Clara, jurang itu sangat dalam kamu tidak akan bisa menuruninya."


Clara menyerahkan Audira pada Rendi.


"Aku tidak peduli dengan hidupku jika Bryan tiada aku juga akan tiada bersama dengannya."


"Clara biarkan polisi yang menanganinya nanti, jurang ini sangat berbaya."


"Aku harus menemukan Bryanku, dia ada di dalam mobil sana, aku akan memastikan kondisinya baik-baik saja."


Rendi segera menelpon polisi dan pihak rumah sakit untuk segera datang ke tempat kecelakaan.


"*Bryanku pasti baik-baik saja."


"Dia tidak akan mati."


"Dia sudah berjanji akan hidup demi aku*."


Kalimat itu terus terlontar dari bibir Clara sambil menuruni jurang secara perlahan dengan berpegangan pada bebatuan.


Tak lama kemudian saat Clara berusaha turun tiba-tiba terdengar dentuman sangat kencang disertai api yang menyambar berasal dari mobil Bryan.


"BRYAAANNN....." Teriak Clara histeris terus memanggilnya tubuhnya langsung terkulai tak berdaya, Rendi langsung menopangnya dengan tangannya.


Kalian bayangkan sendiri ya betapa tragisnya kejadian ini dan sedihnya Clara, yang jelas kejadian ini tragis dan menegangkan.


Rendi tertunduk sesekali memejamkan mata menyesali perbuatannya.


"Apa yang telah ku lakukan, aku mencoba membunuh orang yang bahkan peduli pada nyawaku." batin Rendi menyesal.


Rendi merangkul Clara dalam pelukkannya, Clara benar-benar shock merasa hidupnya juga sudah berakhir.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2