DARI HATI

DARI HATI
EPISODE 112


__ADS_3

Clara bangun lebih awal dari Bryan, Bryan masih memeluknya, Clara melihat kedalam selimut tubuh mereka masih dalam keadaan bugil.


Pelan-pelan Clara mengalihkan tangan Bryan, Clara bangkit untuk mandi karna dia harus menyiapkan sarapan dan pergi ke restoran.


"Mau kemana?" ucap Bryan menarik tangan Clara, jelas Clara kaget tadi Bryan masih terpejam sekarang matanya terbuka lebar memandang tubuh istrinya yang tidak tertutup sehelai benang pun.


"Mandi, masak, ngurus Dira, terus kita berangkat kerja..." jawab Clara.


Bryan menariknya dan Clara kembali terbaring di ranjang.


"Ayolah cuti dulu kerjanya, ini baru sehari sayang..."


"Baiklah..." menuruti.


"Lapar..." ucap Bryan dengan manja...


"Aku akan masak..." Clara berusaha bangkit tapi Bryan menahannya.


"Ah... kamu mau makan apa, nasi goreng? biar aku buatkan."


"Tidak..."


"Ya, ya sea food kan..."


"Tidak juga..."


"Baiklah aku order makanan delivery saja."


"Tidak mau..."


"Suamiku ini maunya apa, aku mau masak gak boleh, pesan makanan gak boleh, bilangnya lapar."


"Aku mau yang itu lagi, ya, ya mau ya istriku?" bujuknya.


"Di pagi hari juga?"


"Iya sayang, kamu tidak bisa merasakan punyaku terus bergerak."


"Hah... dasar ya nakal."

__ADS_1


"10 tahun loh aku menahannya hanya ingin menyentuh istriku."


"Iya, awas ya jangan seperti semalam sakit tau."


"Sakit tapi itu yang bikin kamu ke enakan..."


"Iih... dasar!!!"


"Apa pekerjaan suami hanya ini setelah menikah?" Clara kesal.


"Ini bukan pekerjaan, tapi kewajiban sayangku."


Belum sempat menjawab Bryan langsung ******* bibir istrinya, dan ciuman itu turun ke leher Clara, tak lama Bryan pun bermain dengan gunung kembar sang istri, dia menghisapnya dengan lembut, bayi besar ini semakin manja pada istrinya.


Bryan menarik selimut menutupi seluruh tubuh mereka untuk melakukan itu lagi....


*****


Setelah mandi bersama, Bryan membantu Clara mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.


Suasana pagi yang sangat manis mengawali pagi mereka, dengan penuh cinta dan canda.


"Mommy..." Panggil Audira melihat mommy dan papanya masuk ke kamar, saat ini Audira sedang bersama neneknya.


"Hai sweety." Sapa Bryan langsung mencium Audira yang masih berada di gendongan ibu.


"Papa..." Dira mengecup Bryan.


"Bu, semalam Dira rewel gak?" tanya Clara duduk di samping ibunya dan mengambil alih Audira ke dalam gendongannya.


"Dira semakin pintar, dia sama sekali tidak rewel." jawab Ibu.


"Maaf ya bu, Clara dan Bryan jadi merepotkan ibu."


"Tidak sayang, ibu lebih senang bersama Dira dari pada ibu sendirian tidak jelas."


"Iya bu, terima kasih."


"Ibu sudah sarapan belum?" tanya Bryan.

__ADS_1


"Sudah, pelayan memasak sangat banyak, kalian pergi sana sarapan dulu."


"Ya sudah bu, Bryan dan Clara sarapan dulu."


Bryan, Clara dan Audira pergi sarapan di ruang makan. Bryan duduk di sisi kanan, Clara di sisi kiri dan Audira berada ditengah-tengah mereka.


Sambil makan Bryan juga menyuapi Audira bubur, sebenarnya Clara yang biasanya menyuapi Audira tapi sekarang pria yang sudah menjadi suaminya ini juga tidak ingin melewatkan bagaimana rasanya merawat seorang anak, Bryan melakukannya meski Clara sudah melarangnya.


"Duh Dira belepotan makannya, jangan diludahin sayang, jangan dibuang ke papamu." Ucap Clara menggosok mulut Audira dengan tissue.


"Dira, kamu nakal sama papa ya." ujar Bryan.


"Papa, beli susu." ucap Audria mulai lancar bicaranya.


"Papa juga udah nyusu semalam nak." jawab Bryan, Clara mencubit lengan Bryan.


"Bicara apa kamu padanya, dasar tidak tau malu." gerutu Clara.


"Maaf Ara, tapi benar enak banget rasanya jika mengingat itu aku ingin melakukannya lagi." goda Bryan.


"Sudah suapin Audira yang benar, aku ke kamar dulu ambil dompet."


"Mau kemana?"


"Ke super market beli susu."


"Susu mu ada dua sayang, apa kamu juga mau menambahnya lagi jadi 3 atau 4?"


"Dasar Piktor!!! beli susu formula untuk Dira, bukan untukmu."


Bryan tertawa merasa geli melihat ekspresi Clara saat kesal digodanya.


Saat Clara mengambil dompet di kamar, tiba-tiba Bryan mendapat telpon dari Riko.


"Saya tidak mau tau kamu harus handle semuanya, hari ini hari pertama pernikahan saya, saya ingin menghabiskan waktu bersama keluarga."


"Apa tidak bisa kamu tangani sendiri?"


"Hah ya sudah saya segera ke sana."

__ADS_1


Bryan menutup telpon dengan geram, sepertinya terjadi kekacauan di kantor sampai membuat Bryan harus datang.


__ADS_2