DARI HATI

DARI HATI
EPISODE 59


__ADS_3

Clara merebahkan tubuhnya sejenak diatas kasur, wajahnya sumringah seolah tiada rasa lelah yang tersirat dalam dirinya setelah jalan-jalan di kota Swiss.


"Terima kasih Sir seharian ini sudah mengajakku jalan-jalan, mengabulkan mimpiku untuk naik ke gunung salju, dan terima kasih boneka saljunya, aku sangat bahagia." Ungkap Clara, Bryan tersenyum bahagia melihat wanitanya merasa bahagia.


"Ahhh... Sir, aku mandi dulu ya!"


"Silakan."


"Clara, aku kebawah sebentar ngambil makanan."


"Kan tinggal telpon?"


"Mengambil sendiri lebih romantis." Goda Bryan.


"Iishhh."


"Ya sudah sana mandi!"


Bryan pergi mengambil makanan sedangkan Clara pergi membersihkan diri.


"Ya ampun aku tidak membawa baju ganti." Gumam Clara setelah selesai mandi.


"Oo iya Bryan tidak ada, kenapa aku harus malu."


Saat Clara hendak membuka pintu kamar mandi untuk mengambil baju tiba-tiba terdengar suara orang memasuki kamar sehingga Clara mengurungkan niatnya.


"Sir, kamu sudah datang?" Tanya Clara tapi tidak ada jawaban.


"Dia sudah datang, aku minta dia ambilin aja kali ya?"


"Sir, bisa minta tolong? ambilin baju di atas kasur itu!" Teriak Clara dari dalam kamar mandi tapi tetap tidak ada jawaban dari Bryan.


"Kenapa dia tidak menjawab?" Gumam Clara penasaran.


Tok... Tok... Tok... pintu kamar mandi ada yang mengetuk membuat Clara kaget.


"Hah! Itu pasti dia?"


"Sir, kenapa lama se..." Belum selesai bicara sambil membuka pintu Clara kaget ternyata yang datang bukan Bryan tapi Rendi.


Rendi memandang tubuh Clara yang hanya terbalut handuk membuat Clara takut dan berusaha menutup pintu kembali tapi Rendi menahannya sehingga terjadi saling dorong pintu.


"Ngapain ka-mu disini?" Ucap Clara terbata-bata karna nafasnya tertahan saat berusaha menahan pintu yang coba didorong oleh Rendi.


"Menemuimu!" Jawab Rendi tatapannya yang liar membuat Clara semakin takut.


Clara ketakutan dia takut Rendi akan berbuat macam-macam, hingga akhirnya dengan sekuat tenaga Clara berhasil menutup pintu kamar mandi dan menguncinya sedangkan Rendi terus mengedor pintunya.


"PERGI KAMU, PERGI!!!" Teriak Clara.


"Ayolah sayang buka pintunya! Kenapa kamu harus malu denganku, bukankah aku sudah tau semuanya." Ujar Rendi tanpa peduli Clara ketakutan.

__ADS_1


"PERGI! PERGI! PERGI! JANGAN GANGGU AKU!"


"Aku tidak akan pergi, sebelum kita melakukannya sekali saja."


"Tidak! Aku tidak mau! Cepat pergi atau aku akan berteriak."


"Teriaklah, aku tidak peduli, kamu milikku Clara, tidak akan ada yang bisa menghalangiku untuk memilikimu, Bryan sekalipun tidak akan bisa menghalangiku."


"Bryan cepat kembali, aku takut." Batin Clara memanggil Bryan.


"Clara buka pintunya, atau aku akan mendobrak dan memaksamu!"


"Ayo sayang buka pintunya! bukankah malam ini kamu akan melayaninya juga, sebelum dia merasakan tubuhmu aku dulu yang akan merasakannya."


"Tidak aku tidak mau, tolong jangan ganggu aku lagi Ren, hubungan diantara kita sudah berakhir belajarlah melupakanku, aku mohon kamu jangan nekat Ren." Rintih Clara.


"Tidak akan ku biarkan dia merebutmu dariku, Clara, kamu hanya milikku."


Clara mulai menangis dan sangat ketakutan, dia takut Rendi nekat lalu membawanya pergi. Clara benar-benar tidak mau lagi bertemu Rendi kecuali untuk Audira.


Di Sisi Lain


"Clara pasti sangat senang aku membawakannya coklat Itali ini!" Gumam Bryan setelah memesan makan malam dan berjalan menuju kamar.


Saat Bryan selangkah sampai didepan pintu kamar, dia mendengar suara langkah kaki orang lain dari dalam kamar, Bryan tau betul itu bukan langkah kaki Clara. Bryan langsung masuk tapi tidak melihat siapa-siapa.


"Clara, Clara!" Panggil Bryan mencari-cari Clara.


"Apa yang terjadi?" Tanya Bryan menghampiri Clara.


"Di-dia, di-dia disini." Ucap Clara langsung memeluk Bryan dan Bryan membalasnya.


"Dia siapa? Apa ada orang lain masuk ke sini? Apa dia mencoba menyakitimu?"


"Dia! Iya dia ada disini!"


"Katakan! Dia siapa Clara?"


"Rendi."


Sontak Bryan merasa emosi saat mendengar nama Rendi tapi tetap berusaha tenang.


"Apa dia mencoba menyakitimu?"


"Aku sangat takut!" Clara mengencangkan pelukkannya.


Bryan melihat wajah Clara sangat pucat benar-benar ketakutan.


"Tenanglah! Dia tidak akan bisa menganggumu lagi, ada aku disini!"


*****

__ADS_1


Bryan menuntun Clara berjalan dan membuatnya duduk diatas tempat tidur.


Bryan menutupi Clara yang hanya terbalut handuk dengan selimut.


Bryan merangkul dan memegang tangan Clara.


"Tenanglah! Sekarang pakai bajumu lalu kita makan malam."


"Aku tidak nafsu makan."


"Tidak boleh bicara seperti itu."


"Ini semua karnamu, kenapa kamu pergi lama sekali? jika kamu tidak pergi dia tidak akan berani masuk."


Clara marah sambil menangis.


"Bryan, kamu benar-benar bodoh, kamu lalai." Batin Bryan menyesal.


"Pukul aku Clara! Pukul aku! Kamu berhak marah padaku, ayo pukul aku!." Mengangkat kedua tangan Clara agar Clara memukulnya


Clara tertunduk diam matanya terus menangis dan tiba-tiba memeluk Bryan.


"Aku takut!" Lirihnya, Bryan memeluknya.


"Jangan takut Clara, aku akan selalu bersamamu, aku tidak akan pernah membiarkan kamu disakiti olehnya."


Diam sambil memeluk Bryan hanya itu yang Clara tau karna saat Bryan memeluknya dia akan merasa tenang.


"Sekarang pakai baju ya! Setelah itu makan, kalau kamu tidak makan nanti kamu sakit, siapa yang akan sedih? Audira pasti sangat sedih jika ibunya jatuh sakit." Bujuk Bryan sambil mengambil makanan.


"Hmmm..." Clara mengangguk sambil tersenyum menuju kamar mandi untuk memakai baju.


Selesai ganti baju, Bryan dan Clara melanjutkan aktivitas mereka dengan makan malam.


"Lihat apa yang aku bawa!" Ucap Bryan masih merahasiakan tangannya kebelakang yang membawa coklat itali untuk Clara.


"Apa?" Clara penasaran.


"Tada! Coklat Itali." Bryan menunjukkan coklatnya.


"Wah! Ini untukku?"


"Iya!"


Clara membuka bungkus coklatnya dan mencicipinya.


Bersambung.....


gimana guys episode kali ini? maaf ya norak, gak seru, kalimatnya saja bnyk yg belepotan😁


tapi jangan lupa berikan vote, like dan komentarnya ya😊

__ADS_1


__ADS_2