DARI HATI

DARI HATI
Episode 19


__ADS_3

Aku sangat merindukan sahabatku Nanda, aku tau Rendi pasti menepati janjinya untuk membawa Nanda ke rumah kami.



"Apa sebaiknya kita jujur saja pada mama dan semuanya, Ren?" Tanyaku.



"Tidak! Semua perlu waktu, jika kita jujur sekarang maka mereka akan kecewa."



"Rendi, aku tidak nyaman berada di posisi sekarang, aku tidak bisa terus membohongi keluarga kita, mau sampai kapan kita berbohong Ren, akan lebih menyakitkan bila mereka mengetahuinya dari orang lain."



"Jika kita harus menunggu waktu yang tepat itu akan membuat kita terus berbohong dan semakin takut untuk jujur, dalam masalah yang kita hadapi untuk berkata jujur tidak perlu menunggu waktu yang tepat Ren, jika kita terus menunggu maka akan semakin menakutkan hidup dalam kebohongan."



Aku benar-benar merasa tidak nyaman terus melakukan kebohongan, walau Rendi terus menantangku untuk berkata jujur tapi aku terus beusaha untuk meyakinkannya.



"Kamu sangat mencintaiku, bukan?"



"Rendi, jika kita saling mencintai maka kita harus jujur pada mereka, aku yakin mereka pasti mengerti dengan kejadian yang telah membuatku kehilangan bayi kita. Aku hanya perlu kamu disisiku agar aku bisa percaya diri untuk mengatakan kejadian yang sebenarnya, kamu maukan membantuku?"



Akhirnya setelah bersusah payah aku membujuknya, Rendi pun mendukungku. Kami segera menemui keluarga kami. Meski untuk jujur memang terasa berat tapi beginilah kenyataannya harus kami hadapi asal kami bisa selalu bersama.



"Ma, pa, semuanya ada masalah serius yang ingin Clara dan Rendi sampaikan."



Suasana pun menegang semua menatap kami dengan penuh rasa penasaran.

__ADS_1



"Kami tidak bermaksud membuat kalian kecewa, tapi kenyataan ini harus kami sampai." Ucapku.



"Katakanlah, apa yang ingin kalian sampaikan?" Tanya mama.



"Sebelumnya kami minta maaf ma, pa, semuanya kami tidak bermaksud membohongi kalian." Ucapku sekali lagi.



"Apa maksudmu sayang, katakanlah jangan berbelit-belit." Ucap mama.



"Huuuhhh... sebenarnya 2 minggu yang lalu kami tidak pergi liburan, ma..."




"Dengar dulu ma, kami memang tidak liburan tapi Rendi dan Clara berada dirumah sakit ma." Jelasku membuat semuanya kaget.



"Apaaa....." mama sangat terkejut mendengarnya. Aku pun mendekati mama dan memegang kedua bahunya.



"Ma, Clara minta maaf, Clara tidak bisa menjaga kandungan, Clara telah kehilangan bayi Clara 2 minggu yang lalu."



Mama mulai kecewa padaku sehingga dia mendorongku untuk melepaskan pelukkanku.



"Kalian, sudah menipu mama, kalian sudah membuat kami kecewa."

__ADS_1



"Ma, semuanya gara-gara Rendi bukan salah Clara, Rendi yang menyebabkan Clara kehilangan bayinya hingga rahimnya ikut diangkat, semua salah Rendi ma, Rendi tidak bisa menjaga istri dan anak Rendi." Rendi pun mulai ikut buka suara sambil berusaha membantu mama berdiri tapi mama malah menepis tangan Rendi itu yang membuat aku dan Rendi semakin takut dan pasrah jika mereka ingin membenci kami. Setelah kami jujur semuanya hanya bisa diam, suasana menjadi sunyi tidak ada sebait kata pun yang kelaur dari mulut mereka sambil menatap kami dengan tatapan seolah-olah penuh kebencian.



"Maafkan kami, ma. Kami sempat berbohong pada kalian tapi percayalah kami tidak bermaksud menipu, kami hanya tidak ingin membuat kalian kecewa ma karna dihari kedatangan kami kalian begitu antusias menyambut kami sehinggan kami terpaksa bersandiwara, kami tau ma yang kami lakukan memang salah tapi kami terpaksa melakukannya." Jelasku panjang lebar. Aku sangat ketakutan, aku hanya bisa bersembunyi dalam dekapan suamiku.



"Rendi, apa mereka semua marah pada kita?"



"Tenanglah sayang, kita tunggu jawaban dari mereka." Rendi terus memelukku seolah dia sedang melindungiku. Mama pun mulai bangkit dan berjalan mendekat kearah kami.



"Mama sangat kecewa pada kalian." Akhirnya mama mulai bicara pada kami.



"Tapi mama tidak bisa bohong mama sangat menyayangi kalian, mama memaafkan kalian karna kalian sudah berusaha untuk jujur. Aku sangat senang mendengar penjelasan dari mama mertuaku, segera ku peluk ternyata dia tidak marah.



"Kalian harus janji meski apapun yang terjadi kalian harus selalu bersama jangan pernah meninggalkan satu sama lain." Mama memelukku dan Rendi. Akhirnya kini tidak ada rahasia lagi diantara kami. Jujur itu memang terasa sulit dan akan membuat orang lain maupun diri kita tersakiti tapi percayalah jika kamu berusaha untuk jujur pada akhirnya akan berbuah manis.




Bersambung......


Lanjut gak nih?



Jangan lupa like dan komen ya guys 😊


__ADS_1


__ADS_2