DARI HATI

DARI HATI
EPISODE 74


__ADS_3

"Kamu jangan membantah! Mau saya pecat?"


Riko hanya bisa diam merasa banyak perubahan yang terjadi pada Bryan.


"Cepat pergilah!"


"Dan kamu Wulan, tetaplah disini jangan pergi kemana-mana temani saya disini."


"Baik Tuan!"


"Kenapa Bryan bersikap seperti itu? Aku jadi bingung sebelumnya dia tidak pernah menyukai Wulan tapi tiba-tiba sekarang dia jadi berbaik hati padanya, dan juga mulai mau minum-minum."


"Apa dia sudah lupa dengan rencananya sejak awal, dia kembali ke Indonesia hanya untuk nona Clara tapi sekarang dia malah mendekati Wulan." Gumam Riko heran dengan sikap Bryan yang berubah drastis.


*****


Hari ini Clara memutuskan untuk kembali bekerja kebetulan Rendi juga tidak ada dirumah jadi Clara bisa dengan leluasa pergi keluar.


"Kath, hari ini kamu cuti kan?"


"Iya kak ada apa?" Kathryn melihat Clara sudah berpakaian rapi dan lengkap.


"Kakak titip Audira ya."


"Kakak mau ke kantor ya?"


"Iya Kath, kakak hanya sebentar sebelum Rendi pulang kakak pasti sudah kembali."


"Baik kak."


Tiba Di Kantor


Saat Clara hendak masuk tiba-tiba security menghalanginya.


"Maaf nona, anda tidak bisa masuk ke dalam."


"Ada apa? Saya sekretaris di perusahaan ini, siapa yang melarang saya masuk?"


"Tuan kami yang membuat peraturan ini."


"Apa, Bryan melakukan ini padaku? Apa salahku?" Ucap Clara dalam hati.


"Tapi pak, saya masih syah bekerja disini saya tidak di PHK atau pun mengundurkan diri, saya masih bagian dari perusahaan ini, berikan saya izin masuk!"

__ADS_1


"Nona, Tuan sudah membuat keputusan dan kami hanya menjalankan tanggung jawab."


Tiba-tiba datanglah Bryan yang hari ini mulai masuk kerja.


Bryan melihat Clara dihalangi oleh securitynya dan menghampirinya.


"Tuan, nona ini memaksa masuk."


"Berikan dia izin masuk!" Ucap Bryan dengan sikapnya yang dingin tanpa menoleh kearah Clara tapi malah muluruskan pandangannya dan meneruskan langkahnya.


Clara merasa ada yang aneh dalam diri Bryan, dan mulai menyangkut pautkan perkataan Rendi mengenai Bryan yang memang tidak peduli padanya.


"Silakan masuk nona!"


Clara pun bergegas masuk dan mengejar Bryan.


Bryan sudah masuk kedalam lift sedangkan Clara masih berada jauh dibelakangnya dan harus menunggu lift itu turun.


Clara masuk ke dalam ruangannya dan betapa terkejutnya melihat Wulan duduk di tempatnya.


"Clara?" Wulan kaget dan langsung berdiri.


"Wulan, kamu disini?" Tanya Clara bingung.


"Itu karna Wulan sekarang adalah sekretarisku."


Duaaar...


Clara terkejut karna tiba-tiba saja posisinya digantikan padahal Clara tidak melakukan kesalahan apapun.


"A-apa, Wulan kamu..." Tidak sanggup melanjutkan pembicaraan.


"Kamu dipecat! Miss Clarissa Aurelia." Tegas Bryan.


Clara benar-benar syok tidak mampu bicara, mungkin benar Bryan memang tidak peduli padanya dan Clara salah telah berharap padanya.


"Wulan, tolong keluar sebentar, beri saya waktu untuk bicara dengan wanita tidak tau diri ini."


Duaaarrr...


Jantung Clara berdegup cepat dan hatinya sangat sakit mendengar Bryan mengatakannya tidak tau diri.


"Baik tuan, saya permisi."

__ADS_1


Wulan keluar dan Bryan segera menutup pintu, kini tinggal Bryan dan Clara di dalam ruangan.


"Apa salah saya Sir? Kenapa tiba-tiba posisi saya diganti, dan di PHK seperti ini?"


"Kamu mau tau kesalahanmu?" Bryan berjalan mengelilingi Clara sedangkan Clara hanya bisa mengangguk dan mematung.


"Pertama! Kamu sudah banyak menyusahkanku."


"Kedua! Kamu sudah beberapa hari tidak masuk kerja tanpa ada surat keterangan."


"Ketiga! Karna saya boss, saya berhak menentukan pemecatan karyawan, termasuk memecatmu."


"Ok baiklah! Jika memang seperti itu, saya minta maaf telah banyak menyusahkan Anda, dan tanpa disuruh pun saya memang akan resign dari kantor ini."


"Baguslah! Anda memang tidak pantas menjadi sekretaris pengusaha ternama seperti saya."


Clara bersusah payah menahan air matanya agar tetap terlihat kuat lalu menghempaskan surat pengunduran dirinya keatas meja membuat Bryan sedikit terkejut.


"Anda tidak perlu memecat saya, saya juga akan keluar, saya tau diri saya memang tidak pantas bekerja dengan Anda, tapi satu yang harus Anda ingat saya punya harga diri ,saya tidak akan membiarkan orang-orang merendahkan harga diri saya termasuk Anda."


"Saya pikir Anda orang yang baik yang bisa menghargai seorang wanita, tapi ternyata Anda tidak ada bedanya dengan laki-laki diluar sana yang hanya bisa merendahkan wanita."


Clara terus menekan Bryan dengan kata-katanya sehingga Bryan tidak bisa menyahutinya.


Clara benar-benar tidak tahan air matanya mengalir begitu saja, membuat Bryan kalang kabut bagaimana menenangkan Clara.


Cup.....


Tiba-tiba Bryan mencium bibir Clara membuat Clara kaget dan tertegun tidak sanggup bergerak saat bibir Bryan menempel di bibirnya.


"Lepaskan saya!" Setelah sadar Clara langsung mendorong Bryan sehingga ciumannya terlepas.


"Anda pikir saya ini wanita murahan seenaknya saja mencium saya, Anda pikir saya senang dengan ciuman dari Anda."


"Lihat ini!"


Clara mengambil tissue dimeja dan menggosok-gosok bibirnya dengan tissue sebanyak mungkin sedangkan Bryan hanya bisa menatapnya heran.


Bryan benar-benar tidak menyangka Clara bisa semarah itu, Bryan tau Clara memang wanita terhormat yang tidak akan memberikan ciuman kepada sembarang pria.


Lalu Clara melempar semua bekas tissue ke wajah Bryan.


"Terima kasih karna sudah memberi saya kesempatan untuk mengabdi di perusahaan ini." Ucap Clara berlalu pergi sedangkan Bryan berusaha meraih kursi untuk duduk sambil menenangkan dirinya yang baru saja jantungnya hampir copot karna diaduk-aduk oleh Clara.

__ADS_1


__ADS_2