
"I-iya dia selalu mengganggu pikiranku, dia menuduhku melakukan ini itu denganmu, dia juga merusak suasana hatiku dengan kata-katanya yang seakan-akan dia sangat mencintaiku, aku tidak tau tapi aku merasa sekarang perasaanku sangat buruk."
"Tenanglah!" Bryan merangkul Clara membuatnya berada dalam pelukkan.
"Tolong jangan bawa masalah pribadi kedalam pekerjaan, karna itu hanya akan mengganggumu, bersikaplah profesional dan jangan pikirkan ucapannya yang menuduhmu macam-macam."
"Iya, Sir, kenapa kamu sangat baik padaku?"
"Kamu sangat butuh pekerjaan, karna itu aku membantumu."
"Hmmm..." Clara hanya mengangguk sekarang dia merasa tenang saat berada dalam dekapan pria asingnya itu.
Pagi Hari
"Kamu serius, mau nginap di hotel dekat pegunungan itu?"
"Iya aunt, Clara ingin kesana jadi Bryan memesan hotel terdekat, lagi pula jarak hotel dengan kantor investor tidak terlalu jauh."
"Tante hanya khawatir sama Clara dia itu sangat polos."
"Tenanglah aunt, Bryan akan menjaganya, percayalah tidak akan terjadi apa-apa padanya."
Bryan dan tante Maria menuju pintu depan menghampiri Riko dan Clara yang sudah menunggunya.
"Sayang, kapan-kapan datang kesini lagi ya, tante senang banget kalian kesini rumah ini jadi ramai." Tante Maria terlihat sangat akrab dengan Clara.
"Iya tante, nanti saat kami punya banyak waktu luang kami pasti datang kemari." Ucap Clara.
"Ya sudah aunt, kami pamit dulu." Ujar Bryan sembari mengulurkan tangan untuk salim.
"Hati-hati ya! Bryan ingat jaga Clara baik-baik."
"Siap aunt!"
"Daaah tante, Clara akan merindukan tante."
"Tante juga akan merindukanmu, sayang."
Bryan, Clara dan Riko pergi bertemu investor untuk rapat.
"I'am very like for your presentasion Mrs. Clara, good job." Ucap Robert memuji Clara setelah rapat.
"Thank you so much, Sir." jawab Clara diiringi senyum manisnya.
__ADS_1
"Mr. Bryan, thank you for coming to my office and good luck for your work ahead." Ucap Mr. Robert sambil mengulurkan tangan.
"Thank you. Good look to you too, I hope we become good partners." Ucap Bryan berjabat tangan.
"Of course! I glad to cooperation with you."
"Thank you so much, see you next time."
"See you too."
Rapatnya berjalan lancar tanpa ada halangan sedikitpun.
Sekarang mereka pergi menuju ZURICH MARRIOTT HOTEL salah satu penginapan mewah yang dekat dengan gunung Uetliberg.
"Welcome to Zurich Marriott Hotel, Mr. And Mrs Bryan, and Mr. Riko." Sambutan dari petugas hotel.
Pakai bahasa Indonesia saja ya, author tidak fasih menggunakan bahasa Inggris😝
Bryan membalas dengan senyuman sedangkan Clara dan Riko menundukkan badan seraya memberi hormat.
Mereka pun diantar menuju kamar oleh salah satu petugas.
"Sebelah sana kamar pak Riko, dan ini kuncinya."
"thank you."
Clara kaget saat tau Bryan hanya memesan 2 kamar dan dia akan berada dalam satu kamar bersama Bryan.
"Sir, sir!" Clara menyenggol Bryan sambil berbisik Bryan hanya mengangguk.
"Sir, kenapa tidak memesan kamar untukku juga?" Bisik Clara.
"Diamlah, mereka hanya tau kita ini suami istri."
"Apa??? Suami istri?" Gumam Clara.
"Keterlaluan!!!" bisik Clara kesal mencubit lengan Bryan.
"Jika ada apa-apa atau perlu sesuatu segera hubungi kami pak, bu, kalau begitu saya permisi dulu."
"Iya terima kasih." Ucap Bryan dan Clara serentak.
Riko sudah lebih dulu masuk ke kamarnya mungkin sudah bersantai ria, sedangkan Bryan dan Clara baru saja masuk kedalam kamar mereka.
__ADS_1
"Kenapa kamu melakukan ini?" Tanya Clara geram karna Bryan mengaku mereka ini suami istri.
"Memangnya ada yang salah?"
"Bodoh! Kita bahkan orang asing yang baru saling kenal, tapi kamu seenak jidatmu mengaku kita sepasang suami istri."
"*****! Biaya sewa kamar itu mahal makanya aku memesan satu kamar untuk kita berdua."
Alasan Bryan membuat mereka tinggal dalam satu kamar sebenarnya supaya dia bisa menjaga dan mengawasi Clara dengan mudah, jika Clara berada dikamar lain Bryan khawatir terjadi sesuatu pada Clara karna di negara Swiss ini banyak pengusaha yang iri dengan kesuksesan Bryan, jika mereka tau Clara adalah orang yang paling berarti dalam hidup Bryan maka nyawa Clara bisa terancam.
"Katanya boss kaya raya masa bayar biaya kamar hotel saja tidak sanggup."
"Diamlah, aku juga tidak akan macam-macam padamu."
"Kamu tidurlah diranjang itu, aku akan tidur disofa saja." Bryan mengambil bantal bersama selimut lalu duduk disofa.
"Lalu jika aku mau ganti pakaian dimana?"
"*****! Lihat itu kamar mandinya tersedia tempat ganti pakaian." Bryan membuka pintu kamar mandi sekarang Clara lega.
"Eh... Tapi Tuan, Kamu saja disini, aku tidur disofa saja."
"Jangan membantah! Jika aku minta kamu tidur diranjang ya tidur saja."
"Iya, iya bawel!"
"Siapa yang akan menggunakan kamar mandi lebih dulu?" Tanya Clara.
"Wanita selalu benar, dan wanita selalu jadi yang utama, berarti kamu duluan."
"Bisa aja Sir, berarti saya yang mandi duluan."
Clara berlari kekamar mandi. Bryan hanya bisa tersenyum melihat Clara bahagia.
UAAAH... AAA... Teriak Clara dari dalam kamar mandi mengagetkan Bryan.
"Ada apa? Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Bryan sudah berdiri didepan pintu kamar mandi tapi Clara tidak menjawab. Karna khawatir takut terjadi sesuatu pada Clara Bryan langsung menerobos masuk dan mendapati Clara tertegun sembari melihat shower diatas untung Clara masih memakai baju sepenuhnya.
"Airnya dingin!!!" Ucap Clara. Bryan terkekeh menertawakan Clara yang sangat polos karna dia tidak tau cara menggunakan shower untuk mandi menggunakan air hangat.
"Gimana mau jadi nyonya Bryan, bedain shower air hangat dan dingin saja tidak bisa." goda Bryan.
"Jangan bercanda, aku benar-benar tidak tau."
__ADS_1
"Nih lihat! Tombol yang ini untuk air hangat, dan yang ini air dingin, kamu bisa mati membeku kalau mandi air dingin." Jelas Bryan.
next next next