
Clara menghampiri pelayan dengan wajah kusut.
"Menyebalkan! menyebalkan! menyebalkan!" gerutu Clara menghempaskan tangannya diatas meja.
"Non kenapa?" tanya bi Susan salah satu pelayan yang akrab dengannya, pandangannnya teralihkan saat melihat Clara hanya memakai kemeja yang panjangnya hanya sedikit melewati pantat Clara.
"Bibi tau, majikan bibi itu sangat menyebalkan! dia bilang kakiku pendek dan jelek membuat matanya sakit, padahal setiap hari aku mandi 4 kali sehari supaya kulitku putih dan bersih tapi dimatanya aku ini sangat jelek."
Bi Susan memperhatikan Clara sambil terkekeh membuat Clara jengkel, bi Susan mengerti maksud dari perkataan Bryan hanya Clara saja tidak yang tidak paham.
"Kenapa bibi malah menertawakanku, ternyata semua orang dirumah ini sama saja."
"Non, masih tidak mengerti apa yang Tuan maksud?"
"Tentu saja aku mengerti bi, baju ini membuat matanya sakit tapi aku sudah katakan padanya kalau semua pakaianku basah, aku tidak punya banyak pakaian ganti tapi tetap saja dia tidak mau mengerti dan mengejekku."
"Non, non!" geleng-geleng kepala.
"Bibi punya baju ganti, tapi bibi tidak yakin non mau memakainya?"
"Sungguh bi? mana bajunya!"
"Ayo non ikut bibi ke kamar!"
Clara pun ikut bersama bi Susan ke kamarnya.
"Non, ini bajunya bibi yakin ini sangat pas ditubuh non!" bi Susan memberikan sepasang baju dan celana pada Clara.
"Ini pasti milik putri bibi ya?"
"Iya non, itu baju kesukaan putri bibi."
__ADS_1
"Kenapa bibi memberikannya pada saya? kalau begitu Clara tidak bisa memakainya bi, pasti dia sangat sayang dengan baju ini."
"Pakailah non! Jika non memakainya maka bibi akan merasa melihat non seperti melihat putri bibi."
"Baiklah bi aku akan memakainya! pasti bibi sangat merindukan putri bibi?"
"Kapan-kapan ajak putri bibi kesini ya? Clara akan meminta Bryan agar dia tinggal disini."
"Jangan non!" bi Susan terlihat menangis.
"Kenapa bibi menangis? Maaf bi jika Clara salah bicara, Clara minta maaf."
"Dia sudah tiada non, 1 tahun lalu dia mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya, bibi sangat syok dia satu-satunya anak yang bibi punya tapi dia pergi begitu cepat meninggalkan bibi."
"Maaf bi, Clara tidak bermaksud mengungkap luka lama." Clara berusaha menenangkan bi Susan.
"Non tau, saat pertama kali Tuan membawa non kerumah ini bibi seakan sedang melihat putri bibi terlahir kembali, non mengingatkan bibi padanya, dia cantik seperti non, periang, pendek dan lucu seperti non."
"Ini non!" bi Susan mengunjukkan foto putrinya pada Clara sontak membuat Clara kaget karna wajah putri bi Susan sangat mirip dengannya hanya saja putrinya itu memiliki tahi lalat besar di pipinya.
"Sulit dipercaya!" gumam Clara.
"Mungkin non tidak tau, setiap bibi merindukan putri bibi, bibi datang ke kamar non bibi ingin sekali bisa memeluk non karna non selalu mengingatkan bibi padanya, maafkan bibi non sudah lancang masuk ke kamar non."
Clara langsung memeluk bi Susan, Clara tau bagaimana sedihnya kehilangan seorang anak karna dia juga pernah merasakannya bahkan sebelum bayinya terlahir kedunia.
"Bi, jika Clara bisa mengobati rasa rindu bibi padanya maka datanglah temui Clara, bibi jangan segan! anggap saja Clara ini sebagai putri bibi."
"Sekarang bibi merasa lega, bibi senang bisa bertemu majikan sebaik non, terima kasih non sudah mengobati luka dihati bibi, semoga non selalu mendapat kebahagiaan."
*****
__ADS_1
Bryan memperhatikan Clara yang terlihat sudah mengganti pakaiannya.
"Kali ini baju siapa lagi yang dia pakai?" gumam Bryan sambil terkekeh jauh-jauh sudah terlihat oleh Clara.
"Ha... baju siapa yang kamu pakai?" ujar Bryan setelah Clara mendekat.
"Bi Susan yang memberikannya! Dia bilang ini milik putrinya."
"Hmmm... Sepertinya kalian seukuran!!!" ledek Bryan maksudnya anak bi Susan sama pendeknya dengan Clara.
"Boleh aku bertanya sesuatu?"
"Apa? tanyakanlah!"
"bi Susan bekerja disini sudah 5 tahun bukan? sebelumnya apa kamu pernah melihat putrinya?"
"Iya tapi dulu rumah ini milik aunt ku, aku tidak tau tentang putrinya, kamu taukan aku datang dari luar negeri mana mungkin aku mengenalnya."
"Coba lihat wanita yang ada difoto ini!" Clara memberikan foto putri bi Susan pada Bryan.
"Wah... Bukankah kamu yang ada difoto ini, oo aku baru tau kalau dulu waktu SMA kamu punya tompel." Bryan terkekeh melihat Clara jauh berbeda dengan yang difoto tapi wajahnya memang mirip.
"Aku serius! Dia anaknya bi Susan, aku juga tidak percaya kalau almarhumah putrinya itu sangat mirip denganku!"
"Jangan-jangan dia kembaranmu?"
"Awalnya aku juga merasa seperti itu, tapi aku rasa itu tidak mungkin, kedua orang tua kandungku masih hidup aku tau betul bagaimana masa kecilku, dimana tempat aku dilahirkan, jadi tidak mungkin aku punya kembaran, mungkin saja wajah kami mirip secara kebetulan."
"Sudahlah lupakan itu! Sekarang ikut aku!" Bryan menarik Clara mengajak Clara pergi keluar.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1
Terima kasih buat para readers yg setia membaca novel saya, semoga gak bosan ya😁