DARI HATI

DARI HATI
EPISODE 103


__ADS_3

"Aku bisa jelaskan padamu." Ucap Bryan berlutut dihadapan Clara.


"Tidak ada yang perlu dijelaskan, kamu menyimpan rahasia besar bahkan sebelum kita menikah, mungkin saja saat kita sudah menikah kamu juga akan menipuku seperti masalaluku."


"Tidak seperti itu Clara, aku akan mengatakannya padamu tapi ternyata kamu mengetahuinya lebih dulu."


"Aku tau siapa diriku aku sadar diri, aku janda aku tidak bisa punya anak, sedangkan kamu punya segalanya kamu sempurna."


"Please jangan katakan kekuranganmu." Bryan meninggikan suaranya sambil mengguncang tubuh Clara karna dia tidak tau harus bagaimana melunakkan hati Clara.


Clara terhenyak dan mematung.


"Kamu pikir dengan bicara seperti itu rasa cinta dihati bisa berkurang, kamu salah Clara."


"Aku tau tidak ada wanita yang ingin menjadi janda termasuk kamu, tapi itu takdir dari Tuhan jangan jadikan alasan untuk menghindar dariku, mungkin sebagian pandangan orang-orang di luar sana janda itu tidak ada bedanya dengan wanita ****** tapi bagiku mau kamu janda atau gadis semua sama saja tidak ada bedanya dimataku Clara, yang terpenting adalah bagaimana kamu menjaga kesucianmu dan aku menyukai hal itu darimu."


"Dan jika kita tidak bisa punya anak itu juga sudah takdir yang Tuhan gariskan untuk kita, memang sebagian orang berpikir dengan kehadiran buah hati rumah tangga menjadi sempurna, tapi kamu tau Clara buah hati tidak selalu bisa didapatkan dari rahim sang ibu, kita bisa mendapatkannya dengan cara lain contohnya kita bisa mengadopsi mereka."


Clara masih diam mematung matanya juga dipenuhi air mata.


"Clara banyak kebahagiaan yang akan kita dapat setelah menikah selama kita selalu mensyukurinya."


"Aku mau tanya, jika seandainya aku yang mandul apa kamu akan meninggalkanku?"


"Tidak." jawab Clara singkat.


"Begitupun aku Clara, aku tidak akan meninggalkanmu, tolong jangan katakan hal itu lagi aku sedih mendengarnya."


hiks... hiks...


"Tapi kenapa kamu merahasiakan identitasmu padaku?"


Bryan mengusap air mata Clara.

__ADS_1


"Aku tidak berbohong sama sekali tidak bermaksud merahasiakannya, aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya padamu tapi ternyata semua tidak berjalan sesuai rencanaku."


"Clara, apa dengan aku mengatakan identitasku saat itu kamu akan menerima cintaku, Tidak kan? Aku tau kamu sangat mencintai Rendi saat itu, tapi aku tidak putus asa menunggumu sampai kamu bisa jatuh cinta padaku."


"Kamu tau, berapa lama aku menunggumu?"


"Berapa lama?"


"10 tahun Clara, bukankah itu sangat lama?"


"Satu abad pun tidak akan cukup menunggu untuk cinta."


"Benar satu abad tidak akan cukup, karna kamu tidak pernah merasakan bagaimana rasanya menunggu orang yang belum tentu mencintai kamu."


"Iya aku memang tidak tau, terima kasih sudah menungguku." Ucap Clara kembali tersenyum.


"Hanya itu? aku bicara panjang lebar tapi hanya itu jawabannya?"


Clara memeluk Bryan membuat Bryan sedikit kaget tapi dengan hangat Bryan membalas pelukkan dari Clara.


"Kata-kata bisa dilupakan kapan saja, tapi perjuangan kita selama ini itu yang membuktikan betapa kuatnya cintaku, aku tidak akan berhenti berjuang meskipun aku sudah memilikimu." Ucap Bryan.


"Aku beruntung Clara, penantianku selama 10 tahun tidak sia-sia akhirnya aku bisa memilikimu aku semakin tidak sabar semoga aku cepat sembuh dan bisa segera menghalalkanmu." Lanjut Bryan semakin manja memeluk Clara seperti sedang memeluk boneka.


Clara hanya bisa tersenyum dengan pipinya yang merona.


"Ayo duduk!"


Bryan membawa Clara ke sofa dan membuat Clara duduk dipangkuannya. Bryan tidak melepaskan tangannya yang memeluk tubuh Clara malahan Bryan semakin mengencangkan pelukkannya seolah tidak mau melepaskan Clara dan Clara sangat menikmati kehangatan dekapan Bryan.


"Untung saja malam ini tidak ada sweety." ucap Bryan tiba-tiba.


"Kenapa emangnya?" Clara menatapnya dengan heran.

__ADS_1


"Ya jika sweety disini maka dia akan tau bahwa mommynya ini sangat cengeng."


Clara mencubit gemes pinggang Bryan membuat Bryan menggelinjang dengan manja.


"Geli sayang, cubitanmu itu membuatku semakin tidak sabaran." Ujar Bryan.


"Ini rumah sakit kamu jangan macam-macam."


"Sekali saja, bolehkan." pinta Bryan dengan manja.


"Sedang sakit masih bisa-bisanya ya menggodaku."


"Nah ini pasti pikirannya selalu ngarah ke negatifnya."


"Bukankah kamu... aaa..."


"Ayo apa?"


"Tidak apa-apa." Clara tertunduk malu.


Bryan meraih dagu Clara dan mengangkat wajah Clara yang tertunduk itu.


"Aku tidak akan merusakmu Clara, sebelum kita menikah aku tidak akan meminta apapun darimu."


Clara tersenyum padahal Clara juga tau kalau Bryan memang selalu menjaga kesuciannya.


"Hmmm... tapi maksud ciuman yang kemarin itu apa?"


"Anggap saja itu ciuman darurat." Ucap Bryan terkekeh.


"Itu sama saja kamu mencari keuntungan diatas penderitaanku."


"Lupakan soal ciuman nanti setelah menikah aku bisa melakukan lebih dari itu, sekarang tidurlah atau aku akan melakukannya sekarang." Ucap Bryan menakut-nakuti Clara agar Clara tertidur dalam dekapannya.

__ADS_1


"Begitu banyak pengorbanan yang telah dia lakukan untukku dia mempertaruhkan nyawanya demi aku, dia mengorbankan perasaannya selama bertahun-tahun itu juga karna dia ingin aku bahagia bersama Rendi, ya Allah andai ada keajaiban untukku aku ingin menyempurnakan kebahagiaannya, tapi itu tidak mungkin." Ucap Clara dalam hati.


Clara pun menyenderkan kepalanya di dada Bryan perlahan-lahan mereka pun memejamkan mata sampai akhirnya tertidur sangat nyenyak.


__ADS_2