DARI HATI

DARI HATI
EPISODE 38


__ADS_3

RA ELECTRONIC


Terlihat dua orang pria sedang berbincang sambil minum kopi dalam sebuah ruangan yang sudah tidak asing lagi.


"Dia kerja apa di sana?" Tanya Rendi pada Aditya sahabatnya.


"Dia siapa?" Aditya malah bertanya balik sehingga Rendi kesal.


"Aku melihatnya saat rapat disana."


"Oo aku tau..."


"Clara hebat Ren, sekarang dia jadi sekretaris pribadi boss dia malah tambah cantik dan lebih berisi."


Rendi mengepal tangannya untuk menahan emosinya.


"Sial!!!"


"Berhentilah memikirkan Clara Ren, kamu harus melanjutkan hidupmu kenapa tidak cari wanita lain, kenapa harus Clara." Ucap Aditya seketika membuat Rendi menatapnya tajam seoalah akan memangsanya.


"Maksudku apa salahnya mencoba mencari yang baru jangan terpaku dengan masalalu.


"Aku pikir kamu sahabatku ternyata sama saja kamu malah menyudutkanku."


"Jangan emosi Ren..." Belum selesai bicara.


"Aku lebih tampan darinya, bossnya terlalu kaku, lihat saja nanti Clara tidak akan betah bekerja dengannya dia akan kembali padaku."


"Iya terserah kamu saja!!!" Aditya seolah menantang Rendi membuat Rendi berisi keras untuk mendapatkan Clara kembali.


*****Rumah Rendi


"Rendi!!!" Suraya mengagetkan Rendi saat tengah melihat album pernikahannya dengan Clara. Rendi menoleh kearah mamanya berusaha menyembunyikan albumnya.

__ADS_1


"Ren, mama tau kamu sedang apa." Suraya mengambil album Rendi, Rendi tidak bisa menyembunyikan perasaannya pada seorang ibu.


"Sekarang Clara sudah berubah ma, bahkan hari ini dia tidak kemari untuk bertemu Audira." Rendi menyender dibahu mamanya.


"Clara tidak berubah nak, kamu harus mengerti posisinya sekarang apalagi dia sudah mendapat pekerjaan, kamu jangan menyalahkan Clara mengerti dan terimalah keadaan sekarang sudah berbeda."


"Bagaimana Rendi bisa melupakannya, sekarang dia menjadi sekretaris pribadi direktur utama, hampir setiap hari Rendi akan melihatnya bersama direktur, Rendi cemburu."


"Iya mama mengerti Rendi cemburu, kalau begitu Rendi bekerja dikantor papa saja biar jauh dari Clara."


"Tidak ma! Jika Rendi pindah kerja berarti sama saja Rendi kalah dari direktur itu, Rendi harus bertahan demi mendapatkan Clara kembali."


"Ya sudah, mama tidak memaksa, tapi ingat jangan gunakan cara kekerasan untuk mendapatkan apa yang Rendi mau, jika Clara menolak kembali dengan Rendi Rendi jangan memaksanya ya!"


"Iya ma, terima kasih dukungannya."


DI SISI LAIN


"Kamu???"


"4 jam aku disini hanya ingin memandangmu saat tidur, sangat membuang waktu."


Clara tersipu malu lalu dia melihat jam dinding sudah jam 8 malam dia baru ingat harus menemui Audira.


"Kamu mau kemana?" Bryan menarik tangan Clara.


"Aku harus bertemu Audira."


Bryan menarik tubuh Clara mendekat ke tubuhnya lalu memegang kedua bahu Clara seolah sedang menenangkan Clara.


"Tenanglah ini sudah malam, perginya besok saja aku akan mengantarmu kerumah Rendi, kamu boleh menemui Audira seharian."


"Tapi besok? Pekerjaanku?"

__ADS_1


"Bagaimana mungkin aku bisa melarang seorang ibu bertemu anaknya, besok aku beri kamu cuti."


Clara memberi Bryan senyuman termanisnya dia senang karna Bryan sangat mengerti dengan keadaannya.


"Ternyata kamu sangat baik!"


"Sudah dari dulu aku memang baik." Bryan mencubit perut Clara membuat Clara geli dan mendorongnya ketempat tidur mereka semakin bertambah akrab, Clara berlari keluar sedangkan Bryan hanya menatapnya sambil tersenyum melihat tingkah Clara.


Tiba-tiba Clara datang lagi menampakkan kepalanya dari balik pintu.


"Mr. Bryan kamu mau makan apa?"


"Apa saja terserah!" Sahut Bryan.


"Tidak ada makanan namanya terserah!"


"Kalau kamu masih memaksaku bicara aku akan menghampiri dan menciummu sekarang juga."


"Ok, baiklah! Karna aku tidak ingin kamu menciumku maka aku akan masak makanan TERSERAH untukmu."


Clara menghela nafas segera pergi ke dapur.


"Apa yang sedang nona lakukan? jika tuan melihat nona didapur dia akan memarahi kami."


"Bibi tenang saja aku yang akan bertanggung jawab."


.


.


.


jangan lupa berikan komentarnya guys😊

__ADS_1


__ADS_2