DARI HATI

DARI HATI
Episode 12


__ADS_3

"Ha...allooo... Ma..." Rendi terlihat gugup saat mengangkat telpon dari mama.



"Rendi, kalian dimana? Kalian baik-baik sajakan? Dua hari kalian belum pulang, kami semua mencemaskan kalian." Tidak salah lagi dugaan kami pasti mama akan menanyakan keadaan dan keberadaan kami.



"Harus jawab apa?" Rendi bicara pelan padaku, tapi aku juga bingung harus jujur atau berbohong. Akhirnya Rendi buka suara.



"Kami sedang liburan ma, kami baik-baik saja, maaf ya ma kami tidak sempat ngasih kabar mama dan semuanya karna kami terlalu menikmati liburan." Ucap Rendi ternyata Rendi malah berbohong.



"Ya sudah tidak apa-apa, tapi Ren kamu harus jaga Clara, dia lagi hamil mama gak mau kalau sampai terjadi sesuatu padanya dan cucu mama."



Saat mendengar yang mama katakan tanpa kusadari air mataku mengalir mereka tidak tau kalau aku tidak bisa lagi memberi mereka harapan untuk mendapatkan seorang cucu, segera ku hapus air mataku sebelum Rendi melihatku menangis.



"Iya ma, Rendi pasti menjaga istri Rendi, sudah dulu ya ma, Rendi dan Clara mau istirahat." Rendi langsung mematikan telpon.



"Ren, kenapa harus membohongi mama percuma saja kita bohong, telpon lagi Ren kita harus jujur pada mereka semua." Ucapku memaksa Rendi untuk menelpon mamanya.



"Tidak sayang, aku mohon untuk kali ini saja kita tidak bisa jujur, jika mereka melihat kondisimu seperti ini maka mereka akan khawatir dan datang kesini, nanti setelah kita pulang kerumah kita jelaskan semuanya."



"Cup... tenanglah aku selalu bersamamu." Rendi menciumku lalu memelukku membuatku tenang berada dalam dekapannya. Aku memang wanita beruntung bisa memiliki suami seperti Rendi yang tulus mencintaiku apa adanya, bahkan setelah aku kehilangan harapan untuk menjadi istri yang sempurna tapi dia masih setia di sisiku.



Tak lama kemudian dokter Meta masuk untuk memastikan kondisiku.

__ADS_1



"Alhamdulillah, kondisinya semakin stabil lusa insha allah kamu sudah bisa membawanya pulang, Ren." Ucap dokter Meta setelah selesai memeriksaku.



"Syukurlah, terima kasih dok." Ucap Rendi.



"Baiklah saya pergi dulu karna harus mengecek pasien yang lain, selamat beristirahat Rendi, Clara." Dokter Meta pun keluar setelah selesai mengecek kondisiku.



Tuttt...tuttt...tutt... tiba-tiba ponsel Rendi bergetar lagi.



"Siapa, Ren?" Tanyaku melihat Rendi sedang memandang ponselnya.




"Kakak, kapan kakak pulang Kath rindu sama kakak." Ucap Kathryn ditelpon.



"Insha allah lusa Kath, oh ya kamu mau oleh-oleh apa sayang."



"Tidak usah kak, emangnya kakak dan kak Ren liburan dimana sih."



"Di... di Bali Kath ya sekarang kami di Bali." Aku terpaksa ikut berbohong juga.



"Kath kan pengen kesana, kakak kenapa gak nga......" tiba-tiba Rendi menutup telponnya.

__ADS_1



"Ren, kenapa ditutup kan belum selesai bicaranya." Aku merasa kesal pada Rendi.



"Sudah sayang nanti Kath tidak berhenti bertanya dan kita juga yang kebingungan menjawabnya." Jelas Rendi, memang ada benarnya juga Kath memang banyak bicara jadi kami harus berhati-hati bicara padanya.



Akan tetapi tiba-tiba ponsel Rendi kembali bergetar, aku melihat raut wajah Rendi seketika berubah seperti kebingungan.



"Siapa lagi Ren?" Tanyaku mulai merasa keanehan karna Rendi hanya diam dan menutup telponnya.




Bersambung


Gimana lanjut gak nih?



Jangan lupa like dan komennya ya😊😊


maaf ya kalo ceritanya norak, atau gaje. Author masih pemula jadi belum terlalu pandai mengarang cerita dan merangkai kata-kata hanya berusaha memberikan hiburan.


Terima kasih sudah setia membaca novel saya😊 tunggu kelanjutannya ya.






__ADS_1


__ADS_2