
Teringat dengan perkataan Riko yang seperti bersungguh-sungguh ingin mendekati Clara, Bryan jadi tidak mau kalah sehingga sepulang dari kantor dia berniat untuk menemui Clara sebelum Riko bertindak lebih dulu.
"Sir, antar saya pulang." Ucap Wulan tiba-tiba mencegat Bryan.
"Kamu pulang sendiri, aku ada urusan penting." Bryan mengaiskan tangan Wulan dan segera masuk ke dalam mobil.
"Semoga Riko belum datang kesana, aku tidak menyangka dia bisa nekat juga." batin Bryan sambil memantau mobil Riko yang tidak terlihat lagi diparkiran.
"Bryan kenapa sih, buru-buru sekali?" batin Wulan heran menatap Bryan yang sudah melaju dengan mobilnya.
Sampai di Restoran.
"Dimana Riko, kenapa mobilnya tidak ada? hah! Harusnya kamu bersyukur Bryan karna tiba lebih dulu." Bryan kegirangan karna merasa berhasil mengalahkan Riko, padahal kenyataannya Riko memang tidak datang karna Riko sengaja untuk mempertemukan Bryan dengan Clara lagi.
Restoran juga sudah sepi karna Clara selalu menutup restonya setiap jam 9 malam. Clara terlihat keluar dari dalam restoran sambil menggendong Audira dan Bryan melihat mereka lalu segera keluar dari mobil.
Saat Clara memalingkan tubuhnya dia terkejut mendapati Bryan berada dibelakangnya.
"Hai!" Sapa Bryan dengan senyum nakalnya.
"Kamu??? Kenapa disini?" Clara kaget.
"Aaa... Tadi aku mau makan, ya mau makan malam tapi ternyata sudah tutup ya."
"Iya kamu terlambat."
"Dira sudah tidur?" Bryan memperhatikan Audira yang berada dalam dekapan Clara.
"Iya, kamu pulanglah aku juga harus pulang."
"Emh... kamu pulang naik apa? Apa suamimu tidak menjemput kalian?"
"Tidak perlu mengkhawatirkanku, setiap malam aku pulang naik taksi."
"Aku tidak khawatir padamu, tapi pada anakmu, ini sudah malam tidak baik anak kecil berada diruangan terbuka apa lagi dijalanan, udaranya juga sangat dingin."
"Ayo ikutlah bersamaku, aku akan mengantar kalian pulang."
__ADS_1
"Tidak perlu! Seorang pria yang sudah beristri tidak pantas mengantar wanita lain sekalipun niatnya untuk menolong."
"Kamu salah paham Clara, soal pernikahan itu ak..." Tiba-tiba Bryan menghentikan perkataannya karna Clara hampir terpeleset untung saja Bryan dengan sigap menangkap tubuhnya.
"Minggir." Clara dengan cepat mendorong Bryan.
"Jangan keras kepala Clara! Jika tadi kamu jatuh Dira pasti juga ikut jatuh dan Dira bisa terluka."
Clara hanya diam karna merasa Bryan memang benar.
"Masuklah ke mobilku." pinta Bryan sambil membukakan pintu mobilnya.
Tanpa menjawab Clara langsung masuk ke dalam mobil.
"Ingat Clara! Kamu melakukan ini untuk Audira, tetaplah diam dan rileks saja." batin Clara berusaha tetap tenang harus duduk berdampingan dengan Bryan.
Sepanjang jalan pandangan Bryan tidak lepas dari Clara meski sambil menyetir tapi Bryan juga curi-curi pandang melihat Clara yang duduk disampingnya bersama Audira.
"Jangan melihatku, fokus saja ke jalan." Ucap Clara ternyata menyadari kalau Bryan terus memandangnya dan dengan cepat Bryan mengalihkan pandangannya.
"Ada apa?" tanya Bryan.
"Susunya habis, karna terlalu sibuk kerja aku jadi lupa membeli susu." sesal Clara sambil berusaha mendiamkan Audira yang menangis sedangkan Bryan tidak tega melihatnya.
"Ya sudah kita mampir ke super market sebentar."
"Jangan! jangan! itu tidak perlu, biar besok saja aku bisa membelinya sendiri."
Tanpa memperdulikan Clara Bryan langsung memutar mobilnya menuju super market.
Sampai di Super Market
"Pergilah! Beli susu untuk Audira." Ujar Bryan tapi Clara hanya diam tidak mau turun.
"Keras kepala." gerutu Bryan dan keluar dari mobil lalu membukakan pintu untuk Clara.
"Pergilah! Sini biar aku yang menggendong Audira."
__ADS_1
"Aku tidak mau! Aku bisa membelinya besok." Clara masih keras kepala sedangkan Audira terus menangis sambil mengulurkan tangannya seakan-akan dia ingin Bryan yang menggendongnya.
"Ayo nak! Biar kita saja yang masuk."
Audira lepas dari tangan Clara dan Bryan yang menggendongnya.
"Tetaplah disini! jangan pergi kemana-mana, tunggu saja dimobil, biar aku bersama Dira yang masuk." Ujar Bryan.
Saat Bryan selangkah sampai di depan pintu Clara langsung mengejarnya.
"Hei tunggu!" panggil Clara menghentikan Bryan dan Bryan langsung menolehnya.
"Aku ikut! Kamu tidak bisa memilih sembarang susu untuk Dira." Ucap Clara dengan ekspresi mencari alasan supaya bisa ikut.
"Makanya jangan keras kepala!" Ujar Bryan dan Clara hanya bisa diam sambil berjalan dibelakang Bryan.
Clara pergi membeli susu sedang Bryan membawa Audira ke tempat penjualan mainan.
Audira sangat senang melihat begitu banyak boneka, tangannya tidak berhenti menunjuk boneka-boneka yang tersusun rapi.
"Kamu mau, boneka itu nak?" Ucap Bryan menunjuk salah satu boneka barbie tapi Audira menggeleng pertanda dia tidak suka.
Kemudian Audira melihat boneka beruang besar dan dia menyukainya.
"Itu papa! ituuu..." tunjuknya ke arah boneka yang besar.
"Kamu suka yang itu, nak?"
"Mau itu papa!" Ucap Audira sambil bertepuk tangan karna saking senangnya dengan boneka itu.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1