
Bryan dan Clara terlihat sampai di sebuah mall.
"Hei... Tuan kenapa kita kemari?"
"Diamlah! Ikuti saja arah kakiku melangkah!"
Mereka mulai memasuki mall, Bryan membawa Clara ke tempat baju wanita.
"Berikan saya baju yang biasa dipakai wanita dirumah!"
"Di sebelah sana Tuan!"
Akan tetapi Bryan lebih dulu mengambil pakaian yang dipilihnya sendiri.
"Ambil ini!" Bryan melempar baju pilihannya pada Clara.
"Ini juga!"
"Yang ini!"
"Ini!"
"Ini juga bagus!
"Dan yang ini!"
"Nah! satu lagi yang ini juga!"
Semua pakaian yang dipilihnya sangat banyak dan harganya bisa mencapai 4jt satu pakaian. membuat Clara kesusahan membawanya.
"Ini bahkan bukan pakaian rumahan! Untuk siapa dia membeli baju mahal sebanyak ini?" ucap Clara dalam hati.
"Bawa ke kasir!" perintah Bryan menyuruh Clara membawa semua belanjaannya.
Karna pakaian yang Clara gendong sangat banyak, Clara sampai terjatuh dan itu menarik perhatian para pelayan toko.
"Kenapa Tuan kejam sekali pada istri Tuan, kami bisa membantu membawakan belanjaan Tuan."
"Hah... Istri, bahkan dia bukan istriku." Gumam Bryan.
"Nona tidak apa-apa?" pelayan toko membantu Clara bangkit. Clara sangat kesal sekarang Bryan malah memperlakukannya seperti pembantu.
"Jadi berapa total yang harus dibayar?"
"Totalnya tiga belas juta lima ratus sepuluh ribu rupiah." ujar kasir sontak membuat Clara terbelalak mendengar bayarannya.
__ADS_1
"Wah... Bossku ini benar-benar tidak waras, baju seperti apa yang dia beli." gumam Clara.
Setelah membeli pakaian Bryan membawa Clara mencari sepatu, sandal dan tas branded.
"Bisa lihat contoh sepatu untuk kekantor dan sandal yang biasa dipakai dirumah?"
"Satu lagi saya ingin tas branded yang limited edition!"
"Disini tuan! Silakan dipilih!"
"Ambil ini!" Bryan memberikan sepatu dan sandal pada Clara.
"Tuan, apa kamu tau ukuran kaki wanita yang akan memakainya?" tanya Clara.
"Jangan banyak bertanya! bawa saja belanjaannya!"
Clara mengikuti Bryan melihat-lihat tas branded.
"Tas ini sangat cocok untuk istri tuan!" seorang pelayanan toko memberikan sebuah tas branded pada Bryan.
"Tas ini dikirim dari Jerman, kami hanya bisa mendapatkan satu limited edition, kualitasnya terjamin dan harga terjangkau." jelasnya.
"Sayang, kamu suka tas ini?" Tiba-tiba Bryan bersikap manis merangkul Clara bertingkah seperti seorang suami sembari memperlihatkan tas branded.
"Hah... Apa-apaan dia memanggilku sayang?" batin Clara segera melepaskan rangkulan Bryan dan menginjak kakinya.
"Ada apa Tuan?" tanya pelayan toko terkejut.
"Bungkus tas yang ini mba! Istri saya memang sedikit pemalu makanya dia tidak menjawab, padahal dia itu pencinta barang-barang branded." ucap Bryan sesekali sambil melirik Clara dan itu membuat Clara semakin jengkel.
Selesai berbelanja sampai di parkiran Clara melempar semua belanjaanya ke Bryan.
"Kamu tau aku capek membawa semua belanjaanmu, ini sangat banyak dan berat." Gerutu Clara tapi Bryan hanya menanggapinya dengan senyuman.
"Kamu hanya tau menghambur-hamburkan uangmu, kamu memang punya banyak uang tapi kamu tidak tau cara berhemat, kenapa kamu mau sama wanita yang hanya ingin uangmu saja sampai-sampai kamu bela-belain belanja sebanyak ini untuknya dan malah menyusahkanku."
Bryan mengambil semua belanjaannya dan menyimpannya didalam mobil sedangkan Clara masih mengomel tapi Bryan tidak menanggapi omelannya.
"Diamlah! Sekarang kita pulang!"
Bryan menyeret Clara masuk kedalam mobil.
"Jika kamu tidak diam, maka aku akan mengendarai mobil diatas kecepatan rata-rata dan jantungmu itu bisa copot benaran!" ancam Bryan dan Clara langsung diam tapi tetap merasa kesal.
Tiba Di Mansion*****
__ADS_1
"Dia idak tau berterima kasih, aku membawa belanjaan sebanyak ini bahkan satu pun dia tidak memberinya untukku, setidaknya beri aku minum cuaca sangat panas tapi dia tidak peduli padaku." Gerutu Clara sendirian.
"Ini Tuan semua belanjaanmu." Clara meletakkan belanjaannya diatas meja ruang tamu tepat dihadapan Bryan.
Bryan tau bagaimana kesalnya Clara setelah menemaninya belanjaan dan Bryan malah menjadikannya seperti seorang pelayan tapi ini cara Bryan agar Clara tidak menolak pemberiannya.
"Hmmm... Kamu tidak mau mencobanya?" tanya Bryan.
"Haha... Bercanda ya? Ini untuk kekasihmu, dia akan marah jika tau aku mencoba barangnya."
"Pakailah! semua itu untukmu!"
Clara kaget saat Bryan menyatakan semua barang itu miliknya.
"Wah... Sekarang kamu malah bercanda denganku, sudahlah aku mau ke kamar."
Saat Clara bangkit dari duduknya Bryan malah menarik tangannya dan menyuruhnya duduk kembali.
"Jangan keras kepala, semua barang itu untukmu!"
"Kamu serius?" Clara masih tidak percaya.
"Sejak kapan aku berbohong?"
"Wah... Kenapa kamu sangat baik padaku, kemarin kamu memberiku gaun sekarang barang-barang branded padahal aku tidak pernah bermimpi akan mendapatkan semua ini."
"Mulai sekarang buang semua baju lusuhmu itu, dan mulailah memakai sesuatu yang lebih berkelas."
"Aah... Sombong! Kamu bilang semua bajuku lusuh, dasar orang kaya." Gerutu Clara tapi Bryan malah tersenyum menatapnya.
"Sebenarnya aku kasihan padamu, sejak kamu pisah dengannya kamu diterlantarkan begitu saja bahkan tidak mendapat harta sepeserpun darinya, penampilanmu juga tidak terurus sangat memperihatinkan."
"Wah... Benar-benar! Sepertinya bicaramu itu sudah sangat keterlaluan."
"Dengar ya! Aku yang meminta pisah bukan dia yang menceraikanku jadi wajar saja aku tidak mendapatkan apapun, lagi pula aku masih bisa mencari uang sendiri, dan ini pemberianmu aku tidak akan mengambilnya, ini ambillah!"
Clara marah dan kembali memberikan semua barangnya pada Bryan. Clara pergi ke kamarnya, Bryan menatap Clara dia menjadi merasa bersalah mungkin perkataannya memang keterlaluan tapi sebenarnya hanya ini satu-satunya cara yang Bryan tau untuk mencurahkan seluruh perhatiannya pada Clara.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.....
Jangan lupa like komen dan tekan tombol love ❤️