
"Sir, may i borrow your phone? please!"
"Of course." Memberikan ponselnya pada Clara.
"Thank you so much, Sir."
Clara langsung menghubungi Bryan.
"Hallo, siapa ini?" Tanya Bryan tidak mengenali nomor si penelpon.
"Sir, saya Clara, sa..." Belum selesai bicara.
"Clara, kamu dimana, apa kamu baik-baik saja, kamu membuatku takut, kamu benar-benar menyusahkanku, aku sudah melarangmu untuk pergi tapi kamu tetap keras kepala, jika terjadi sesuatu padamu siapa yang akan susah, aku sudah mengingatkanmu jangan jauh-jauh dari Riko tapi kamu juga tidak mendengarkannya, kamu bodoh! Kamu keras kepala! Kamu tidak tau bahaya apa yang akan kamu hadapi diluar sana, kamu hanya tau membuat orang lain khawatir, kamu benar-benar bodoh." Ucap Bryan marah tanpa memberi Clara kesempatan untuk bicara.
Hiks... Hiks... Hiks...
Clara sadar dia salah seharusnya dia mendengarkan Bryan maka tidak akan terjadi kejadian tadi.
Bryan mendengar suara yang tidak asing lagi membuat pikirannya tidak karuan yaitu suara tangisan Clara.
"Dia menangis? Pasti terjadi sesuatu padanya?" Batin Bryan.
"Clara, katakan! Kamu dimana sekarang?"
Clara memberitahu Bryan tempat dia berada sekarang.
"Kamu tunggu disana, jangan kemana-mana aku segera kesana."
"Boss, nona baik-baik saja? Apa Rogert yang membawanya pergi?"
"Dia sedang tidak baik, tapi aku rasa bukan Rogert pelakunya, jalurnya berbeda dari rumah Rogert, cepat nyalakan mobilnya!"
"Baik, boss."
Bryan dan Riko langsung meluncur untuk menjemput Clara.
Saat tiba ditempat tujuan Bryan langsung berlari menghampiri Clara, begitu juga Clara berlari saat melihat Bryan dan langsung melabuhkan tubuhnya kedalam dekapan Bryan.
"Apa yang terjadi Clara?" Tanya Bryan. Tiba-tiba pandangan Bryan teralihkan melihat pakaian Clara berantakan dan dipipinya terdapat luka lebam seperti bekas tamparan.
"Apa ini Clara? Siapa yang melakukan semua ini?"
"Sir, maafkan aku, hiks... hiks... hiks..." Kembali memeluk Bryan dan menangis sejadi-jadinya.
__ADS_1
Bryan semakin panik pikirannya jadi kalang kabut.
"Clara, apa yang terjadi?" mata Bryan mulai berair.
"Re-Rendi, di-dia yang melakukan semua ini." Ungkap Clara.
Sontak raut wajah Bryan berubah, matanya membara langsung melepaskan pelukkannya dan mendorong tubuh Clara meski pelan tapi itu membuat Clara takut semakin merasa bersalah dan takut Bryan tidak akan mempercayainya lagi.
"Tidak kuduga, kamu mau melakukan semua ini, pantas saja kamu bela-belain pergi ternyata untuk menemui dia." Ucap Bryan seolah kecewa pada Clara.
"Tidak! Itu tidak benar, aku dijebak olehnya, aku tidak seperti itu, Sir."
"Aku harus memberi Rendi peritungan." Ucap Bryan, Bryan benar-benar emosi ingin sekali dia menghajar Rendi namun Riko menghentikannya.
"Tenang Sir! Tenang! Jangan emosi, lebih baik sekarang kita bawa nona Clara ke hotel."
Clara hanya diam seribu bahasa sambil menundukkan kepala, tubuhnya gemetar air matanya masih mengalir, Bryan kembali melihat Clara dan kembali memeluknya. Sekarang Clara merasa tenang saat Bryan memeluknya itu pertanda Bryan masih mempercayainya.
"Semua ini salahku, aku memang bodoh." Gumam Bryan menyesalinya.
Obat yang dicampur oleh Rendi mulai bereaksi lagi saat Clara sudah bersama Bryan, sehingga membuat Clara tertidur lagi didalam pelukkan Bryan.
Bryan tidak tau kalau Clara sedang mabuk dia mengira Clara tertidur karna mengantuk.
Tiba-tiba Clara sadar.
"Tidak waras! Apa yang kamu lakukan?" Bryan heran langsung memasangkan jaket ditubuh Clara lagi.
Setibanya di hotel Bryan tidak tega membangunkan wanitanya itu, jadi dia menggendong Clara dari mobil sampai ke kamar dan menempatkannya ditempat tidur.
Kemudian Bryan melepas jaket Clara dan menutupi tubuhnya dengan selimut lalu duduk berjongkok dihadapannya.
"Clara kamu benar-benar membuatku khawatir, tapi kamu juga hebat, entah bagaimana kamu bisa melawan Rendi." Gumam Bryan sambil terkekeh mengingat Clara bisa kabur dari pria yang hampir menodainya.
"Maafkan aku, Clara! Aku belum bisa menjagamu dengan baik, tapi aku janji akan selalu menjagamu semampu yang aku bisa." Bryan membelai rambut Clara dan memegang pipinya.
Ingin sekali Bryan mencium Clara tapi Bryan tidak berani, Bryan tidak mau menghancurkan kepercayaan Clara.
"Ehhh... Si Culun, mau kemana kamu?" Clara sadar dan bangkit langsung menahan tangan Bryan menganget Bryan yang hendak beranjak dari tempat tidur.
Bryan menoleh, Clara menarik tangannya membuat mereka duduk berhadapan.
"Ehhh! kamukan dungu si culun itu?" Ucap Clara sambil menunjuk wajah Bryan yang duduk dihadapannya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi padanya? Apa dia mengenaliku?" Batin Bryan kesal.
Clara mendekatkan bibirnya ke wajah Bryan alih-alih akan berciuman tapi Bryan menahan bibir Clara dengan jarinya.
"Ternyata Dungu sangat tampan." Ucap Clara mendorong wajah Bryan sambil tertawa.
Lalu Clara juga mendorong Bryan dan bangkit tapi berjalan sempoyongan beruntung Bryan dengan sigap menangkap tubuhnya.
"Ah... Dungu, kamu benar-benar tampan." Lagi-lagi ucapnya melihat Bryan sambil membelai pipi Bryan.
"Sadarlah! Apa yang terjadi Clara kenapa kamu seperti ini? Apa saat bersamanya kamu juga minum?" Tanya Bryan sambil mengguncang tubuh Clara mencoba menyadarkannya tapi Clara malah tertawa.
"Aku minum berbagai minuman, sehingga hari ini duniaku menjadi sangat indah..." Clara menghempaskan tubuhnya diatas kasur sambil tertawa tidak jelas.
"Dungu, oh dunguuu..."
"Kamu bagaikan misteri yang hilang ditelan bumiii..."
"Entah dimana sekarang dirimuuu..."
"Kamu tidak tau aku mencarimuuu syala... la... laaa..."
Clara malah bernyanyi tidak jelas sedangkan Bryan hanya berani melihatnya tidak berani untuk mendekat.
Clara bangkit dan menarik tangan Bryan sehingga membuat Bryan jatuh dengan posisi berada diatas tubuh Clara.
Dag... Dig... Dug...
Jantung Bryan seakan hampir copot berada diatas tubuh Clara. Bryan berusaha bangkit tapi Clara malah memeluknya membuat Bryan seperti guling.
"Clara sadar!!! Kamu sedang mabuk, jangan seperti ini! sesuatu bisa saja terjadi..." Ucap Bryan sambil menampar pelan pipi Clara dan berusaha bangkit untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan walaupun sebenarnya dia ingin menggagahi Clara tapi iman Bryan cukup kuat untuk menahannya.
"Cium aku!!!" Ucap Clara, Bryan sangat terkejut mendengarnya.
"Tidak Clara! Kamu sedang mabuk, sadar Clara, sadar!!!"
"Cup..."
Tanpa memperdulikan perkataan Bryan, Clara yang sedang mabuk nekat mendaratkan ciuman di pipi Bryan membuat Bryan membelalakkan matanya, ternganga tanpa bisa berkata apa-apa.
BERSAMBUNG
Hai guys gimana episode kali ini?
__ADS_1
semoga masih betah ya bacanya😊
selalu dukung author biar tambah semangat update nya💪☺️