DARI HATI

DARI HATI
Cinta Sejati


__ADS_3

Setelah membaca surat tersebut Clara merasa sangat sedih, dia tak menyangka bahwa Bryan sudah menyiapkan kepergiaannya dari sejak lama, sesuai keinginan sang suami, Clara pun terpaksa melebarkan senyumannya meski air matanya terus mengalir.


Setelah itu Clara mengambil kotak ke dua lagi-lagi isinya ada surat.


SELAMAT HARI IBU ARA dengan emot smile:-)


Sesaat Clara pun melebarkan senyuman saat membaca kalimat itu, dia baru ingat ternyata hari ini adalah hari ibu tepat dimana dia menerima hadiah tersebut.


"Bayi kita akan segera lahir, tapi hari ibu masih jauh, lantas kenapa istriku sudah menjadi seorang ibu, hanya beberapa hari lagi kita akan menyambut kelahiran buah hati kita, ini adalah hadiah untuk istriku dihari ibu." Air mata berderai, Clara tak kuasa untuk melanjutkan membaca suratnya.


Kemudian Clara mengambil sebuah pohon kecil yang dibungkus plastik dari dalam kotak besar tersebut.


"Ini adalah tanaman, ya tanaman mangga buah favoritmu, kalau kamu menjaganya maka akan tumbuh bunga juga akan berbuah lebat, tanaman ini harus dirawat seperti bayi, jadi Ara jagalah baik-baik kandunganmu dan Audira anak kita, ini bisa menjadi latihan untukmu, aku sudah tau kita akan mendapat bayi kembar laki-laki dan perempuan, kelak anak laki-laki kita akan menjadi penyelamatmu dan anak perempuan kita akan menjadi kekuatanmu. Anak laki-lakiku pasti akan mirip sekali denganku, dia tampan dan juga jahil kepadamu. Dan anak perempuan kita pasti akan mirip sekali denganmu, dia pasti manis, pemalu, pantang menyerah dan jujur persis seperti dirimu. Pada saat tanaman ini tumbuh menjadi pohon yang besar, maka anak kita juga akan bertambah dewasa, mereka akan menjahilimu dan kamu akan kualahan mengejarnya, haha itu terlihat sangat lucu. Aku selalu membicarakan tentang anak kita, aku tau ini hari ibu bukan hari anak jadi sebelum kamu marah-marah, kamu harus tenang aku juga punya hadiah untukmu."


Clara masih terisak tangis, dia mengambil alat penghancur lemak dari dalam kotak tersebut.


"Ini adalah U-Body Slimmer."


"Emangnya aku ini gendut..." batin Clara sesaat dia tersenyum.


"emmm aku tau setelah bayi kita lahir nanti tubuh istriku pasti akan bertambah gendut, jadi aku tidak mau istriku mencari alasan untuk menurunkan berat badan, kamu harus diet, jogging untuk menghilangkan lemak tubuhmu, maka dari itu aku memberimu alat ini agar kamu tidak perlu diet untuk menguruskan tubuh, tapi kamu tetap harus mengurangi makan coklat dan es krim jangan cari alasan lagi setelah bayi kita lahir nanti, itulah sebabnya kamu harus punya tubuh yang sehat karna aku merasa anak-anak kita pasti akan merepotkanmu nanti, jagalah mereka, ajari mereka seperti kamu mengajarkanku arti sebuah kehidupan."


"Kelak aku akan mengajak kalian camping di tepi pantai, aku akan membuat rumah kecil disana seperti impian istriku, dan anak-anak kita akan bermain istana pasir disana, bersama dengan mereka kita akan lupa waktu, masih ada hadiah lagi untukmu dan anak-anak kita, aku tau aku menyayangi buah hati kita sama seperti aku menyayangi ibunya, tapi aku tidak bisa menahan diriku aku semakin mudah terharu saat mengingat istriku dan anak-anakku."


Clara pun mengambil satu hadiah berbentuk persegi yang terbungkus kain berwarna gold itu.


"Ini adalah kitab suci Al-Qur'an petunjuk dan pedoman kehidupan bagi setiap muslim, bacalah dan pahami ajaran yang terdapat di dalamnnya, tanamkan ajaran agama di dalam diri anak-anak kita sedari dini agar kelak mereka bisa menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Istriku, kamu jangan takut, kamu pasti menjadi ibu yang baik, buah hati kita beruntung memiliki ibu sepertimu, aku juga beruntung karna mereka adalah anak-anakku itu semua berkat dirimu yang sudah melahirkan anak seimut mereka, Ara jika kalian merindukanku maka sebutlah namaku dalam setiap doa karna doalah obat paling mujarab disaat kita merindukan seseorang yang berada jauh dari kita. Jadi, istriku yang cantik, ibu dari anak-anakku selamat hari ibu, dan tahun depan anak-anak kita yang akan memberi hadiah untuk dirimu."


Usai sudah ungkapan hati Bryan, yang hanya bisa di ungkapkan melalui sebuah surat semasa dia hidup.


"Didi, kamu mengingkari janjimu, kamu bilang akan mengajak kami camping dipinggir pantai, tapi kamu malah meninggalkanku, akan lebih baik jika aku pergi bersamamu Di, aku tidak tau bagaimana aku akan melanjutkan hidup tanpamu, bagaimana Di???" ucap Clara lirih dengan air mata yang masih berderai dia langsung berlari menghampiri anak-anaknya. Clara memeluk Audira yang dan kedua anak kembarnya yang tengah bermain bersama.


"Mama, kenapa mama menangis?" tanya Audira.


Clara menatap wajah polos dari ketiga buah hatinya, mereka masih tidak mengerti dengan situasi yang terjadi saat ini karna mereka masih sangat kecil.


"Mama tidak menangis sayang, mama bahagia karna masih memiliki kalian." dengan segera Clara menyeka air mata yang mengalir dari kedua sudut matanya.


"Ma, papa dimana, kapan papa akan pulang?" tanya Audira, anak polos itu beberapa hari ini semenjak Byan meninggal dia selalu bertanya tentang Bryan.


"Papa sedang keluar negeri sayang..." lirih Clara.


"Papa pasti kembalikan ma, papa tidak meninggalkan kita kan, ma? Dira sangat merindukan papa, siapa yang akan mengantar Dira ke sekolah lagi?"

__ADS_1


"Iya sayang, papa akan selalu berada disini, di dalam hati kita meskipun papa berada jauh dari kita." jelas Clara menunjuk dada Audira, dia tak kuasa membendung kesedihannya. Bryan pergi begitu cepat meninggalkan istri dan tiga orang anak yang masih kecil-kecil. Clara tidak yakin pada hatinya, apakah dia akan kuat melewati takdirnya sebagai janda dan harus membesarkan ke tiga anaknya sendirian.


*****


Beberapa Tahun Kemudian


Kini Clara menjalani hidupnya dengan lebih baik, dia sudah menjadi wanita tertutup (wanita muslimah yang menggunakan hijab). Clara hidup bahagia bersama ketiga buah hatinya yang kini sudah duduk dibangku SMA dan SMP. Anak-anaknya berkata ibunya adalah wanita yang tanggu, ibu juga sekaligus ayah bagi mereka.


Sejak kepergian mendiang sang suami, Clara kini meneruskan bisnis suaminya. Dia tidak hanya sukses mengurus perusahaan, tapi bisnis restorannya juga semakin meluas sekarang sudah ada 120 cabang di bergai kota dan daerah, jadi tidak salah dia dijuluki wanita billioner.


Wanita karir seperti Clara pasti banyak pria yang berusaha untuk mencuri hatinya, tak jarang anak-anaknnya juga memintanya untuk menikah lagi agar ibunya itu tidak kelelahan karna harus mengurus rumah dan kantor secara bergantian setiap harinya. Memang benar Clara cukup kualahan, capek, lelah, dan penat sudah pasti dia rasakan, tapi menikah lagi bukanlah keinginannya, Clara tetap setia pada satu nama yang masih sampai detik ini masih bersemanyam dihatinya


Minggu sore Clara sedang mengadakan acara syukuran di rumahnya, Clara tidak mengadakan pesta meriah seperti yang dilakukan orang kaya yang lainnya, tapi Clara memilih untuk mengadakan pengajian dirumahnya dan juga mengundang anak-anak yatim piatu, Clara selalu mengingat sikap dermawan Bryan yang suka menyantuni anak yatim dan rajin bersedekah.


Setelah acara itu usai, Clara menerima panggilan dari kepala sekolah tempat dimana Khanza dan Keysara menempuh pendidikan.


"Ibu, kepsek menelpon lagi sudah ada 6 pengaduan dari pihak sekolah." tutur Clara pada ibunya.


"Apa dia bertengkar lagi?"


"Iya, cucu ibu itu memukul temannya lagi..."


"Hal itu biasa terjadi, pasti dia melakukan itu untuk membela adiknya, tenanglah nak, ibu akan mengurus mereka nanti..."


"Khanza... Khanza kemari nak..." teriak Clara, Khanza dan Keysara pergi ke kamar ibunya.


"Iya bu, ada apa?" tanya Khanza.


Clara menjewer pelan kuping anak laki-lakinya itu.


"Bandel, ibu tidak pernah mengajarkan kamu memukuli teman sebayamu." pekik Clara.


"Maaf ma, mereka yang mulai duluan, habisnya mereka mengganggu Key, dan Khanza tidak suka melihat mereka menggoda adik bu, Khanza hanya membelanya." kata Khanza, Clara tau anaknya itu memang tidak usil kalau tidak diganggu.


"Mama, mereka yang memukul kakak duluan, kakak tidak bersalah ma, lihat saja besok pasti pak kepsek akan mengatakan hal yang sama lagi." timpal Keysara.


"Iya anakku, mama percaya pada kalian, tapi mama ingatkan dari pada membalas lebih baik kalian menghindarinya yaaa, mama tidak mau mendengar kejadian seperti ini lagi."


Di Sisi Lain


Lain halnya dengan Audira yang tengah berada di kamarnua bersama kedua temannya. Mereka mulai bicara tentang cinta, karna memang sudah waktunya mereka mengenal cinta usia 17 tahun tidak heran lagi remaja seusia mereka mulai jatuh cinta. Audira tidak jatuh cinta, dia hanya mendengarkan kedua teman-temannya.


"Dia itu bukan pria yang baik, dia suka mempermainkan perempuan, playboy cap gayung." ujar Selin.

__ADS_1


"Kamu tidak tau apa itu cinta, aku yang merasakannya, hatiku sangat sakit sekarang." kata Hanum, gadis yang baru saja diputusin oleh pacarnya.


"Ahhh sudah kalian diamlah, mamaku akan menjelaskan apa itu cinta." sahut Audira.


Seketika mereka pun diam, Clara masuk ke kamar anaknya dan mendengar keributan mereka.


"Ada apa ini, apa mama mengganggu kisah cinta kalian?" ujar Clara duduk diantara mereka.


"Begini ma, Hanum baru aja putus sama pacarnya, menurut mama cinta itu apa?" Audira menjelaskan dan bertanya, seketika Clara tersenyum, dia menoleh bingkai foto besar yang terpajang di dinding kamar Audira yang tak lain adalah foto mendiang suaminya.


Clara berjalan perlahan kearah foto Bryan daj berdiri di depan menatap foto tersebut, kemudian Clara membalikkan badannya mengahap remaja-remaja yang sepertinya ingin tau tentang cinta.


"Apa kalian tau, kata orang waktu bisa mengubah segalanya, tapi kalian para gadis masih saja bertanya hal yang sama." kata Clara, Audira dan teman-temannya pun tertawa.


Clara kembali memandang pajangan foto mendiang suaminya sambil tersenyum menatapnya.


"Cinta bukan hanya tentang bertemu seseorang dan jatuh cinta padanya. Cinta itu datangnya dari hati, salah jika orang menganggap cinta datang dari pemikiran karna cinta yang tulus dialah cinta yang berasal dari hatimu." ujar Clara.


"Tante, banyak menghabiskan waktu bersama apakah sudah bisa dibilang sebagai tanda cinta?" tanya Selin.


"Benar, sering menghabis waktu bersama adalah tanda cinta. Saat dia ada dalam hidupku, aku juga berpikir demikian, tapi saat dia tidak ada, dia mengubah cara pandangku tentang cinta. Apa kalian tau, cinta sejati itu melebih ruang dan waktu, mungkin orang yang kamu cintai tidak akan selalu bersama denganmu, tapi kamu akan selalu merasakan keberadaannya, begitulah cinta membuat kita sanggup mengatasi semua rintangan." kata Clara.


"Tapi tante, bukankah itu sangat menyakitkan, aku takut jika aku mendapatkan orang yang ku cinta lalu aku kehilangan dia disaat aku benar-benar mencintainya?" tanya Hanum.


Sejenak Clara teringat saat-saat dia kehilangan Bryan, Clara tidak bisa melupakan hari terakhir itu, namun dengan cepat Clara menghapus air matanya dan berjalan mendekati remaja-remaja yang sedang kasmaran itu.


Clara mengambil foto Bryan yang ada di atas nakas, kemudian dia memeluk Audira dan mereka memandang foto itu dengan seksama. Clara hanya ingin mengingat kenangan manis bersama dengannya, yang telah membuatnya kuat hingga hari ini.


"Kamu tidak akan pernah kehilangan dia, dia tidak akan pernah mati, dia akan menjadi bagian dalam hidupmu selamanya. Cintanya akan selalu berada dalam hatimu, mungkin kamu tidak bisa menyentuh atau melihatnya tapi dia akan selalu berada di dekatmu, dia ada dalam setiap langkah kakimu, dan dia akan menjadikanmu orang yang lebih baik." jelas Clara dengan mata berkaca-kaca.


Remaja itu tidak hanya tau tentang cinta tapi mereka akhirnya tau apa itu cinta sejati.


"Cintaku, mirip seperti itu, meski terhalang ruang dan waktu namun cinta itu akan selalu bersemayam dihati." kata Clara.


"Tante, siapa cinta sejati tante..." tanya Hanum dan Selin serentak.


Clara menoleh kembali kearah foto Bryan yang terpajang itu.


"Cintaku adalah dia, Bryan Adipati Mirza." ucap Clara dengan lantang.


"Adikku dan aku adalah buah dari cinta mereka." timpal Audira yang membuat Clara seketika langsung memeluk ketiga buah hatinya.


TAMAT

__ADS_1


Teman-teman begitulah akhir perjalanan cintaku dan suamiku. Aku memilih untuk tidak menikah lagi karna aku pernah mendengar, kata orang jika kita ditinggalkan oleh suami/istri lebih dulu dan kita menikah lagi maka cinta sejati kita bukanlah orang pertama yang menikah dengan kita, dan aku tidak ingin seperti itu, aku ingin bertemu suamiku lagi di surga nanti, itulah sebabnya aku tidak akan menikah lagi supaya kami bisa hidup dikeabadian nantinya, aku sangat mencintai Bryan Adipati Mirza.


__ADS_2