
Clara datang ke rumah Rendi untuk bertemu Audira, bagaimana pun Clara tidak akan pernah lepas dari tanggung jawabnya sebagai seorang ibu meskipun Audira bukan anaknya.
"Masuklah!" ujar Rendi menyuruh Clara masuk tapi pandangannya masih terfokus pada Bryan yang sedang memalingkan mobil sehabis mengantarkan Clara.
"Mama dimana?" tanya Clara.
"Mama tidak lagi tinggal disini, dia sudah pulang kerumahnya."
Clara mengabaikan Rendi lalu menuju kamar Audira.
"Non!" Sapa bi Rika yang sedang terlihat habis memandikan Audira.
"Sini bi, biar Clara yang melanjutkannya!"
"Baik non, bibi tinggal dulu non!"
"Iya bi!"
*****
"Sepertinya kamu sangat dekat dengannya?" celah Rendi disela-sela Clara sedang bermain dengan Audira.
"Bisa tidak, kita jangan membahas hal pribadi disini!"
"Apa salahnya aku hanya bertanya padamu, jangan-jangan benar kamu punya hubungan spesial dengannya?"
Clara diam berusaha untuk tidak menanggapi Rendi.
"Lihatlah penampilanmu sekarang jauh berbeda, mana mungkin seorang sekretaris dalam waktu singkat bisa membeli tas branded dan sepatu bermerk seperti itu, memangnya berapa gaji seorang sekretaris?"
__ADS_1
"Rendi cukup!!!" bentak Clara.
"Aku datang baik-baik untuk bertemu Audira, aku mengambil kesempatan dihari minggu karna hari lain aku sibuk, aku pikir hari ini aku bisa menghabiskan waktu bersama Audira tapi kamu malah merusak suasana hatiku dengan memberiku pertanyaan yang tidak penting." Clara beranjak untuk pergi karna merasa kesal.
"Ini penting bagiku!" Rendi meraih tangan Clara mencoba membujuk Clara.
"Kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan, Clara?"
"Sudahlah Ren, kita tidak perlu membahas perasaan lagi!"
"Clara, aku sangat mencintaimu, aku cemburu melihatmu bersamanya, malam itu saat dia membelamu dihotel perasaanku hancur sedangkan kamu terlihat sangat bahagia saat dia menggendongmu, kamu bahkan tidak melihatku."
"Cemburu??? Kamu bilang cemburu? Kamu bisa merasakan cemburu? Dia itu bossku, eh! juga bossmu, aku bahkan sampai sekarang tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun apa lagi dengannya."
"Tapi kamu! Kamu bahkan bisa menghianati pernikahan kita, kamu sendiri yang menghancurkannya, sekarang tidak ada gunanya kamu cemburu."
"Tapi alasanku jelas kenapa aku bisa sampai menikahinya."
"Iya alasan itu memang jelas, tapi tindakan kalian salah."
"Sedangkan kamu! kalian bahkan belum lama kenal tapi kalian tinggal dalam rumah yang sama, aku tidak tau apa yang kalian lakukan setiap harinya."
"Kamu tidak perlu mengajariku! Aku tau cara menjaga diriku sendiri."
"Kembalilah padaku, aku akan menjagamu, aku ingin kita menjalin hubungan seperti dulu dimana hanya ada kebahagiaan diantara kita, tolong beri aku kesempatan kali ini saja!"
"Aku tidak bisa, luka atas pengkhianatan itu bahkan belum sembuh!"
"Aku yakin kamu bisa, aku akan terus menunggu sampai kamu mau menerimaku lagi."
__ADS_1
"Cukup Rendi!"
Meski Clara terlihat kuat saat berhadapan dengan Rendi namun hatinya begitu rapuh saat mendengar Rendi cemburu melihatnya bersama Bryan dan Clara juga merasa sakit saat Rendi menuduhnya berbuat macam-macam dengan Bryan. Sekarang Clara bingung sejujurnya dia masih mencintai Rendi, tapi disisilain perasaannya menjadi bimbang karna dia mulai merasa nyaman dengan Bryan.
Clara mengambil gaun pemberian Rendi dalam tasnya untuk mengembalikannya.
"Aku kembalikan!" Clara meletakkan gaun itu diatas tangan Rendi lalu pergi meninggalkan Rendi.
"CLARA... AKU TIDAK AKAN PERNAH BERHENTI UNTUK MENDAPATKANMU KEMBALI, DEMI AUDIRA KEMBALILAH PADAKU!!!" Teriak Rendi menatap Clara yang berjalan sudah lumayan jauh dari rumahnya.
DI SISI LAIN
Di kamarnya Bryan terlihat sedang memegang sebuah kotak lama yang biasa digunakan untuk menyimpan barang-barang ukuran kecil.
"Aku tidak tau apakah kamu masih mengingat pria culun 8 tahun lalu yang ada difoto ini? entahlah sekarang aku jadi tidak yakin kamu akan mengenaliku atau tidak, apa aku harus mengatakannya sendiri? Ah! jika aku mengatakannya itu sama saja aku memaksamu untuk jatuh cinta padaku, aku tidak ingin seperti itu, aku ingin kamu sendiri yang mengenaliku dan jatuh cinta padaku, aku tidak akan memaksa, aku akan terus menunggumu walau aku tidak tau entah sampai kapan penantian ini akan berakhir." Ucap Bryan terlihat sedang bicara pada selembar foto yaitu foto masa remajanya yang diambilnya dari kotak.
"Walau sampai detik ini aku belum bisa mendapatkan hatimu setidaknya sekarang aku sudah menemukanmu dan kamu bersamaku, sekarang tugasku adalah menjaga dan membahagiakanmu, aku akan menjagamu dan terus belajar bagaimana cara membuatmu bahagia, tidak akan kubiarkan air mata kesedihan jatuh dipipimu dan aku tidak ingin ada luka yang membekas dihatimu lagi."
Bryan mengambil ponsel dari saku celananya tiba-tiba foto putri bi Susan jatuh setelah dia menarik ponsel dari sakunya.
"Oo... aku lupa ternyata foto ini ada di saku celanaku, aku harus mengembalikannya pada bi Susan."
Ketika Bryan masuk kekamar bi Susan untuk mengembalikan foto anaknya, tiba-tiba sebuah map jatuh dari atas lemari. Bryan mengambil mapnya dan berusaha menaruhnya kembali diatas lemari tapi lembaran yang ada di dalam map itu malah berhamburan keluar. Saat Bryan memungut lembaran-lembaran yang berhamburan itu dia menemukan selembar foto difoto itu terlihat 2 bayi yang wajahnya mirip. Bryan membaca nama yang ada dibalik foto itu. Betapa kagetnya Bryan saat melihat nama yang tertulis adalah CLAUDYA AMELIA dan CLARISSA AURELIA.
"Clarissa Aurelia? Clara!" gumam Bryan otaknya mulai dipenuhi tanda tanya karna penasaran kenapa nama Clara bisa tercantum di foto itu, apa yang sebenarnya terjadi? mungkinkah Clara punya saudara kembar? lalu ada hubungan apa dengan bi Susan?
Bersambung....
__ADS_1