DARI HATI

DARI HATI
Episode 6


__ADS_3

Rendi menunjuk keatas lalu turun sepasang suami istri yang sudah sangat kukenali wajahnya, siapa lagi jika bukan mama dan papa mertuaku. Tiba-tiba mereka memelukku, aku tak menyangka ada gerangan apakah ini yang membuat mereka menjadi perhatian sampai membuat kejutan seperti ini.



"Kami minta maaf ya sayang" ucap mama mertuaku.



"Maaf untuk apa ma, pa?" tanyaku.



"Maaf atas perlakuan kami selama ini yang menuntut kalian untuk segera memiliki momongan. Mama benar-benar minta maaf, sayang. Mama sadar setelah mengingat perjuangan kami untuk mendapatkan Rendi dulu, kami juga harus menunggu waktu yang cukup lama sampai akhirnya kami bisa punya anak." Terlihat jelas mama menyesali perbuatannya.



"Clara sudah memaafkan mama dan papa, mama dan papa tidak salah wajar saja bila ingin memilik cucu tapi Clara minta maaf saat ini Clara belum bisa ma, pa. Clara dan Rendi tidak akan berhenti untuk selalu berusaha semoga kami bisa segera mendapatkannya." Jelasku.



"Iya sayang, mama tidak akan mempermasalahkan itu lagi yang terpenting anak dan mantu mama bisa hidup bahagia, rukun, dan damai selamanya." Mama langsung memelukku dan Rendi.



Akhirnya berakhirlah rasa gelisah yang mengganggu pikiranku karna kini mama dan papa mertuaku sudah bisa menerimaku seperti dulu lagi.



"Kejutan ini mama dan papa yang melakukannya" tanyaku masih penasaran.


__ADS_1


"Semua ini ide suamimu, sayang." Ucap mama menunjuk Rendi.



"Ma, pa, Clara dan Rendi kekamar dulu ya mau nyimpen koper." ucapku mengalihkan pembicaraan.



"Iya sayang, mama dan papa menunggu dibawah." jawabnya.



******


"Untuk apa melakukan semua ini" ucapku pada Rendi. Entah kenapa akhir-akhir ini aku merasa kurang suka dengan kejutan yang Rendi berikan padahal aku tau Rendi orangnya memang penuh dengan kejutan.



"Kamu tidak suka?" Tanyanya.




"Apa kamu tidak senang, suamimu pulang lebih awal." Tanyanya berbisik ketelingaku.



"Harusnya kalau mau pulang beritahu aku." Ucapku. Entah kenapa aku jadi sensitif apa yang Rendi lakukan selalu salah dimataku padahal aku sangat menyukai romantisnya dia.


__ADS_1


"Maaf sayang, kalau aku beritahu bukan kejutan namanya." Dia memelukku dari belakang tapi aku malah melepaskan pelukkannya.



"Kamu kenapa sayang, kamu tidak senang aku peluk." Tanya Rendi merasa heran dengan sikapku.



"Aku tidak tau Ren, aku merasa pusing, aku juga merasa tidak senang saat kamu menyentuhku, aku malah merasa terganggu." Jawabku tapi aku tidak tau apa yang terjadi padaku. Aku langung merebahkan tubuhku diranjang karna aku merasa tubuhku lemas dan kepala pusing.



"Kamu demam sayang, aku panggilin dokter ya." Ucap Rendi setelah menyentuh keningku dengan telapak tangannya.



"Tidak usah Ren, aku hanya kelelahan tidur sebentar mungkin akan mengurangi rasa sakitnya." Ucapku.



"Baiklah sayang, kamu istirahat dulu nanti kalau ada apa-apa panggil aku, aku mau kebawah dulu kasian mama dan papa menunggu." Ucap Rendi.



"Hmmm" balasku dengan anggukan. Rendi pun langsung turun kebawah entah kenapa ditimbul rasa curiga dipikiranku untuk menggeledah isi tas kantor milik Rendi.



Aku bangkin dari rebahanku untuk memeriksa tas Rendi saat aku menggeledah dalamnya aku menemukan selembar amplop hasil lab dari rumah sakit yang menurutku itu sangat mencurigakan. Aku mulai membuka kertasnya dikopnya tertuliskan nama rumah sakit (*****************), aku penasaran kenapa bisa ada hasil lab rumah sakit, apa mungkin Rendi sakit pikirku lalu ku lanjutkan untuk membaca isinya tapi belum sempat aku membacanya Rendi datang langsung mengambil kertas itu dari tanganku.


__ADS_1


Bersambung


jan lupa like dan komentarnya ya


__ADS_2