DARI HATI

DARI HATI
EPISODE 63


__ADS_3

"Jadi, aku harus bagaimana? Dia menyukaiku, harusnya kamu senang bukan?"


Clara tidak menanggapi kata-kata Bryan dan duduk di sofa. Bryan tidak tau kenapa Clara bisa kesal padanya, apakah Clara mulai menaruh hati? Mungkinkah secepat itu Clara melupakan Rendi? Dan mulai membuka hati untuk orang lain.


"Kalau mommynya cemberut kelihatan tua, jadi lebih cantikan sweety." Ucap Bryan menggoda Clara tapi Clara tidak menanggapinya.


"Maaf!" Ucap Bryan.


"Maaf untuk apa?"


"Untuk segalanya."


"Memangnya kamu melakukan kesalahan apa?"


"Jadi aku tidak punya salah? tapi kenapa kamu cemberut?"


"Tentu saja kamu punya salah."


"Nah! Kenapa masih nanya maaf untuk apa, kan kamu tau aku punya salah."


"Memangnya kamu sadar apa kesalahanmu?"


"Tidak! Tapi yang jelas kamu kesal padaku, tolong maafkan aku, maaf jika aku salah bicara."


Bryan tersenyum usil menggoda Clara.


"Dasar!"


Clara diam sedangkan Bryan terus menatapnya.


"Kenapa masih disini?" Ujar Clara.


"Memandangimu!"


"Iiish!" Clara bangkit dan mengambil kemeja, dasi serta jas Bryan.


"Apa yang kamu lakukan dengan semua itu?"


"Pergilah mandi! Hari ini kamu ada pertemuan dengan clientmu kan?" Ucap Clara sambil menyiapkan segala sesuatu yang harus Bryan bawa.


Karna keasyikan bersama Clara, Bryan jadi lupa kalau ada pertemuan, untung saja Clara mengingatkannya.


"Aku benar-benar lupa ini sudah jam 9, kenapa baru sekarang kamu ingatkan."


"Cepatlah mandi, jangan banyak bicara! Aku sudah menyiapkan semuanya."


Setelah mandi Bryan mulai mengenakan setelannya untuk menghadiri pertemuan.


Clara melihat kerah kemeja Bryan berantakan.


"Kemarilah!" Pinta Clara menyuruh Bryan mendekat.


"Ada apa?" Tanya Bryan setelah saling berhadapan.


Clara merapikan kerah kemeja Bryan, membuat jantung Bryan menjadi berdegup kencang.

__ADS_1


"Seorang boss tidak hanya harus disiplin, tapi juga harus memperhatikan penampilannya." Ucap Clara seolah-oleh bersikap layaknya seorang istri.


"Dasimu juga tidak terpasang dengan baik!"


Clara juga membetulkan dasi Bryan, sedangkan Bryan terus memandanginya tanpa menghiraukan perkataan Clara.


Clara juga memakaikan jas untuk Bryan.


"Nah! Sekarang sudah rapi, cepat berangkatlah." Ucap Clara, sedangkan Bryan masih termenung menatapnya.


"Sir, hello Sir, ada apa?" Panggil Clara menyadarkan Bryan.


"Ah! Tidak ada. Aku berangkat dulu." Ucap Bryan mengelak.


Padahal hari ini dia sangat senang karna Clara sangat peduli dengan penampilannya, sekarang Bryan semakin berharap secepatnya bisa memiliki Clara seutuhnya.


Tiba-tiba Bryan berhenti dan menoleh kebelakang melihat Clara.


"Apa ada yang ketinggalan?" Tanya Clara.


"Apa aku cancel saja pertemuan hari ini?"


"Maksudmu?"


"Aku akan pergi seharian, mungkin akan datang tengah malam nanti sedangkan kamu sendirian, lebih baik aku minta Riko untuk menghandlenya." Ucap Bryan.


"Sir... clientmu hanya ingin bertemu denganmu, ini rapat tertutup, jika kamu membatalkan pertemuannya maka akan membawa pengaruh besar untuk perusahaan, Sir tenanglah biar Riko yang menjagaku."


"Baik, aku akan minta Riko untuk mengawasimu, tapi jangan coba-coba keluar sendirian, disini negara asing, jangan samakan seperti di Jakarta."


"Siap Sir."


"Iya, iya Sir, saya tidak akan pergi."


Bryan merasa sangat berat untuk meninggalkan Clara meskipun Riko orang kepercayaannya bersedia menjaga Clara tapi tetap saja Bryan punya firasat buruk tentang Clara apalagi sekarang Rendi juga berada di Swiss, tapi disisilain dia juga tidak bisa membatalkan pertemuan dengan client begitu saja.


*****


"Ms. mau pergi kemana?" Tanya Riko melihat Clara sudah berpakaian rapi.


"Mr. Bryan melarang kita pergi." Ucap Riko mengingatkan.


"Tapi saya mau keluar sebentar!" Bantah Clara.


"Saya beritahu Tuan dulu!"


Riko menelpon Bryan.


"Hallo, Sir!"


"Ada apa Rik?"


"Tuan, nona Clara ingin pergi keluar."


"Berikan ponselmu ke Clara."

__ADS_1


Riko memberikan ponselnya pada Clara.


"Sir, saya mau membeli lip balm dan bb cream, saya tidak pergi sendiri, Riko juga akan ikut." Jelas Clara.


"Ini sudah sore, besok pagi saja." Ucap Bryan.


"Aku hanya pergi sebentar!" Clara ngotot.


"Ya sudah! Tapi ingat jangan jauh-jauh dari Riko, menjagamu adalah tanggung jawabku, jika terjadi sesuatu padamu maka aku akan terkena masalah."


"Iya, Sir! Tidak akan terjadi apapun."


Riko mengantar Clara pergi ke salah satu super market yang ada di kota Zurich.


"Riko, kamu tunggu disini saja, aku hanya sebentar!" Pinta Clara menyuruh Riko menunggu di tempat parkir.


"Tapi, miss? Tuan memberikan tanggung jawab padaku untuk mengawasi nona."


"Aku bukan anak kecil harus yang harus diawasi, lagi pula aku hanya membeli alat make up itu tidak akan lama."


Clara sangat keras kepala sehingga Riko tidak bisa membantahnya. Tapi diam-diam Riko tetap mengikuti Clara meskipun dia kesulitan memantau Clara tapi Riko tetap berusaha mengawasinya.


"Wah! Lip balmnya manis, wangi dan sangat pas dibibirku." Ucap Clara berdiri didepan cermin sambil mencoba lip balm pilihannya.


Tiba-tiba bayangan Rendi muncul dihadapan cermin sontak membuat Clara kaget dan langsung menoleh ke belakang untuk memastikannya. Benar adanya Rendi memang berdiri dibelakang Clara.


Clara mulai ketakutan masih terbayang kejadian semalam dimana Rendi begitu nekat.


"Ke-kenapa kamu mengikutiku?" Ucap Clara perlahan mulai berjalan mundur sedangkan Rendi terus melangkah kedepan.


"Aku tidak akan macam-macam, aku hanya mau minta maaf." Ucap Rendi, Clara langsung berhenti.


"Minta maaf?"


"Iya, semalam aku kehilangan kendali makanya aku tidak sadar kalau kamu sangat ketakutan, tolong maafkan aku!"


"Sungguh? Semalam kamu benar-benar tidak sadar?."


"Iya Clara, aku habis minum dan melihatmu bersama Bryan, itu memancing emosi dan hasratku."


Clara begitu mudah percaya pada Rendi.


"Baiklah, aku memaafkanmu, tapi jangan pernah ulangi lagi!"


"Iya Clara, aku tidak akan mengulanginya. Tujuanku menemuimu aku ingin membicarakan masalah kantor denganmu."


"Kamu bisa membicarakannya dengan Bryan nanti."


"Aku tau Bryan sangat sibuk, dia tidak akan punya waktu, lebih baik aku bicarakan denganmu saja, lagi pula kamu sekretarisnya jadi tidak salahkan jika bicara padamu?"


"Ok baiklah, kita cari tempat ngobrol yang nyaman saja." Ucap Clara.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2