
"Bryan tunggu! aku bisa jelaskan semuanya!" Clara terus mengejar Bryan, Bryan mempercepat jalannya tanpa memperdulikan Clara.
"Aawww...!!!" Rengeh Clara kakinya tersandung batu membuatnya jatuh.
Mendengar rengehan Clara Bryan menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang melihat Clara terjatuh.
Bryan kembali menghampiri Clara sembari mengulurkan tangan membantunya bangkit tapi raut wajahnya masih terlihat dengan jelas kekesalannya pada Clara.
"Aku bisa jelaskan....." Belum selesai bicara.
"Tidak ada yang perlu dijelaskan, aku tidak ingin mendengar apapun kamu berhak melakukannya aku tidak berhak mengaturmu, pergilah temui mantan suamimu itu."
Clara diam sambil menahan tangan Bryan yang hendak pergi tapi Bryan malah menangkisnya dan pergi meninggalkan Clara, Clara bimbang kenapa dia menjadi sedih saat Bryan bersikap dingin padanya.
Bryan sangat kesal hingga dia meninggalkan Clara sendirian tapi sesaat dia menyesali apa yang telah dilakukannya pada Clara.
"Apa yang ku lakukan???" Bryan menepikan mobilnya untuk menenangkan diri sembari menyadari kesalahannya.
"Kamu bodoh Bryan! kamu ********! Bukankah kamu sangat mencintainya, kenapa kamu melukai perasaannya." Sambil memukul-mukul setir mobilnya untuk meluapkan seluruh emosinya.
"Aku harus kesana! Aku tidak boleh egois, maafkan aku Clara aku harap kamu masih disana, semoga kamu tidak pergi meninggalkanku aku tidak mau kehilangan kamu lagi, semoga itu tidak terjadi."
Bryan putar balik menyusul Clara. Akan tetapi saat sampai ditempat, Clara malah menghilang membuat Bryan panik. Bryan berusaha menelponnya tapi ponselnya tidak bisa dihubungi (kenyataannya ponsel Clara lowbet).
Bryan tertegun lemah disamping mobilnya.
"Dimana kamu Clara???" Lirihnya menyesal.
__ADS_1
"Maafkan aku ya Allah! Apa yang telah ku perbuat? Lindungilah dia dimanapun dia berada sekarang."
Bryan masuk ke dalam mobil dan kembali mencari Clara. Bryan mencari Clara kesana kemari tapi tidak berhasil menemukannya sampai akhirnya Bryan mengingat tempat dimana pertama kali mereka bertemu, Bryan segera menuju tempat tersebut alhasil dia berhasil menemukan wanitanya itu sedang duduk termenung sendirian dengan kepala tertunduk.
"Dia menangis? Ya Allah apa yang sudah kulakukan, sekejam inikah aku sampai membuatnya menangis?" gumamnya.
Clara tidak menyadari Bryan menghampirinya.
"Hapus air matamu itu!!!" Bryan mengunjukkan sebuah sapu tangan untuk Clara. Clara menoleh dan menyadari Bryan datang menghampirinya, Clara kembali tersenyum sembari menghapus air matanya lalu Bryan duduk disampingnya.
"Aku minta maaf sudah membuatmu menangis." Ujar Bryan.
"Aku tidak menangis."
"Lalu kenapa kamu bersedih???"
"Maksudmu???"
"Aah... Lupakan saja! Btw... Bagaimana kamu bisa tau aku berada disini? Dan kenapa kamu mencariku lagi?"
"Hatiku mengatakan kamu ada disini." Jawab Bryan.
"Bertahun-tahun dengan susah payah aku mencarimu sampai akhirnya aku bisa menemukanmu, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, aku tidak mau kehilangan kamu lagi, Clara." Ucap Bryan dalam hati.
"Kenapa kamu diam? Jawablah kenapa kamu mencariku, bukankah tadi kamu meninggalkanku, aku pikir kamu tidak peduli jika aku menghilang."
Bryan menatap Clara sambil meletakkan kedua tangannya dikedua pipi Clara.
"Ayolah jangan sok polos! Masa kamu tidak bisa mikir, kamu itu sekretarisku tanggung jawabku, jika kamu hilang maka polisi akan menangkapku, karirku akan hancur begitu saja dan aku tidak mau masuk penjara." Jelas Bryan, tapi alasan sebenarnya dia sangat takut kehilangan Clara.
__ADS_1
Clara diam memikirkan kata-kata Bryan satu persatu.
"Kenapa diam?" Ujar Bryan.
"Hanya sedang berpikir!!!"
"Kita pulang saja, kakimu juga terlukakan? Nanti kita obati dirumah."
Bryan dan Clara kembali kerumah. Bryan membukakan Clara pintu mobilnya dan membungkukkan tubuhnya dihadapan Clara.
"Naiklah kepunggungku!!!" Ujar Bryan membuat Clara bingung.
"Cepatlah jangan banyak berpikir!!!" Tidak mau basa-basi Bryan menarik tangan Clara sehingga Clara naik diatas punggungnya. Bryan mengambing Clara sampai ke kamarnya, dia melakukan ini karna merasa bersalah membuat kaki Clara terluka saat mengejarnya tadi.
"Terima kasih atas perhatiannya."
"Biasa saja! Aku akan melakukan ini pada siapapun yang terluka karnaku."
.
.
.
BERSAMBUNG.....
Jangan lupa like dan komentarnya guys☺️
__ADS_1