
"Ah... akhirnya aku menginjakkan kaki lagi di gubuk tua ini." ujar Bryan yang baru pulang dari rumah sakit akhirnya setelah 2 pekan Bryan diizin pulang ke kediamannya bersama Clara, Wulan, dan Riko.
Clara selalu setia menuntun Bryan berjalan menopang tubuhnya yang masih lemah.
"Selamat datang tuan dan nona..." Ujar pelayan Bryan bersamaan mereka sudah menanti kepulangan tuan mereka dan menyambutnya dengan hangat.
Bryan membalasnya dengan senyuman dan begitu pun dengan Clara.
"Ara, kita ke kamar saja." Ujar Bryan.
"Siapa Ara?" ketus Clara jeolus.
"Ara itu kamu sayang, aku ingin memanggilmu seperti itu." Bryan mengangkat dagu Clara.
"Dasar Dungu si bodoh." ketus Clara mencubit pinggang Bryan.
"Aw... geli..."
"Aduh boss kalian mau ke kamar atau tetap disini?" ujar Riko menimpal.
"Wulan, Riko kalian diruang tamu saja, hanya Claraku yang boleh mengantarku." Ujar Bryan.
"Iya Tuanku yang bawel hamba mengerti." jawab Riko.
Di Kamar
"Sayang, kamu baring dulu ya aku mau buatin kamu bubur dulu." Ujar Clara sambil membaringkan Bryan diranjangnya.
Saat Clara hendak beranjak dari tempat tidur Bryan malah menariknya dan membuat Clara jatuh menimpa tubuhnya.
"Ara, aku minta maaf ya untuk persiapan pernikahan aku tidak bisa menemanimu pergi ke wedding organizer dan mengurus segalanya, kondisiku belum memungkinkan untuk menemanimu apalagi untuk mengemudi tanganku masih sangat lemah."
"Iya Dunguku yang manis, Riko kan abdi setiamu dia yang akan membantuku mengurus segala persiapannya bersama dengan kekasihnya itu, kamu duduk manis saja di rumah agar kesehatanmu cepat pulih dan sehat di hari pernikahan kita."
"Iya bidadariku, aku jadi penasaran gaun apa yang akan kamu pilih di hari pernikahan kita nanti?"
"Rahasia donk, jika aku beritahu bukan surprise namanya."
"Baiklah, aku tau apapun gaunnya kamu akan selalu terlihat cantik dimataku."
"Oo iya enaknya aku manggil kamu apa ya? Bryan, Sir, Dungu atau Tuan."
"Terserah kamu saja sayang kamu enaknya manggil aku apa?"
"Baiklah Tuanku, sekarang lepaskan pelukkannya karna aku ingin memasak di dapur."
"Iya pergilah sana." Ujar Bryan.
Clara pun menuju arah dapur dan sekarang dia tengah membuat bubur untuk Bryan makan karna dokter masih melarang Bryan untuk makan makanan yang keras, sehingga dia hanya diizinkan makanan lembek seperti bubur.
__ADS_1
Selesai masak Clara menuang buburnya ke dalam mangkung lalu membawanya ke kamar Bryan.
"Kelihatannya enak?" Ujar Bryan.
"Sekarang aku suapin kamu makan dulu."
"Iya mommynya sweety."
Setelah makan Clara pun memberi obat untuk Bryan.
"Sayang, aku harus pulang sekarang Audira juga membutuhkanku, bolehkan aku pulang?"
"Tentu Ara, sampaikan salamku untuk sweety ya bilang padanya papa sangat merindukannya."
"Hmmm... Jika ada sesuatu telpon saja aku."
"Iya, cepat pulanglah, nanti setelah menikah kamu dan sweety akan tinggal disini kalian tidak akan bisa jauh dariku lagi."
"Iya tuanku, sekarang bobok ya cepat sembuh."
Clara menutup tubuh Bryan dengan selimut dan mencium keningnya.
"Ara..." Bryan mencegat tangan Clara.
"Iya Tuanku?"
"Hati-hati ya, jika Riko membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi maka kamu pukul saja kepalanya."
*****
Hari ini Clara kembali ke restorannya sudah lama sekali rasanya dia tidak datang ke resto semenjak kejadian itu.
"Aliya, saya mau lihat laporan penghasilan bulan lalu."
"Baik miss, akan saya ambilkan."
"Wah Aliya alhamdulillah resto kita selalu meningkat tiap bulannya, saya pikir selama saya tidak masuk kerja akan terjadi penurunan omset tapi ternyata semakin meningkat."
"Good job untuk kalian semua." lanjut Clara.
"Oo iya Aliya 2 minggu lagi saya dan pak Bryan akan menikah, jadi saya akan sibuk selama beberapa minggu kedepan karna harus menyiapkan pernikahan kami, saya titip resto padamu Aliya."
"Baik miss, semoga pernikahan miss dan pak Bryan berjalan lancar."
"Terima kasih Aliya, saya hanya sebentar sekarang saya harus pulang."
"Iya miss..."
Saat Clara hendak masuk ke dalam mobil yang sudah Bryan siapkan untuk menjemputnya tiba-tiba seseorang mencekal tangan Clara sehingga Clara tidak jadi masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Clara menoleh orangnya dan ternyata Rendi dengan kasar Clara langsung menarik tangannya dari cekalan Rendi.
"Kenapa kamu datang kemari lagi?" ketus Clara.
"Clara, kamu tidak boleh menikah dengan Bryan, aku tidak akan membiarkan pernikahan kalian terjadi."
"Bagaimana kamu bisa tau aku akan menikah dengan Bryan, kami tidak memberitahumu."
"Aku tau semuanya Clara hari itu aku datang ke rumah sakit untuk menjengukmu."
Flashback
Rendi datang kerumah sakit dimana Clara sedang dirawat. Rendi membawa satu buket bunga dan cincin ditangannya yang ditujukannya untuk melamar Clara karna setelah mendengar Bryan akan melamar Clara membuat Rendi takut Bryan akan melamarnya lebih dulu.
Namun,
"Om, tante, bi Susan saya Bryan Adipati Mirza memohon restu pada kalian untuk meminang putri kalian menjadi istri saya." Ucap Bryan, niat baik Bryan langsung direstui Clara mulai berkaca-kaca dia terharu mendengarnnya.
"Clara, will you merry me?" tanya Bryan penuh harap.
Terima...
Terima...
Terima...
Rendi mendengar semuanya dan mengurungkan niatnya ternyata Rendi selangkah lebih lambat dari Bryan, Bryan sudah lebih dulu melamar Clara.
Back
"Kamu tau aku sangat hancur Clara, aku sadar ternyata sakit rasanya melihat orang yang kita cintai bersama orang lain." Sesal Rendi.
"Tapi hubungan kita sudah berakhir Ren terserah aku mau menikah dengan siapapun, kamu iuga mengatakan pada orang tua kamu tidak mencintaiku lagi."
"Itu tidak benar Clara, aku mengatakannya saat aku emosi karna mama dan papa datang marah-marah."
"Ren, aku sudah tau semua kebusukkanmu percuma saja kamu mencari alasan aku tidak akan percaya lagi."
"Clara, aku mohon jangan tinggalkan aku, ingat Audira dia ingin kita kembali seperti dulu, kita orang tua yang sesungguhnya sedangkan laki-laki itu dia bukan siapa-siapa."
"Cukup Ren! Aku sudah putuskan akan membawa kasus Audira ke pengadilan."
"Maksudmu?"
"Iya aku ingin hak asuh Audira jatuh ke tangan ku, aku ingin Audira menjadi anakku dan Bryan, karna kamu tidak bisa menjadi ayah yang baik untuknya kamu sama sekali tidak peduli padanya."
"Clara kamu tidak akan bisa mengambil hak asuhnya, kamu bukan ibu kandungnya."
"Apapun bisa ku lakukan demi kebaikan Audira, lihat saja saat dipengadilan nanti."
__ADS_1
"Dan asal kamu tau, kamu sudah terlambat Ren hatiku sudah terkunci, hanya Bryan laki-laki yang sangat ku cintai."