DARI HATI

DARI HATI
EPISODE 47


__ADS_3

KAMAR 1624


Clara masih syok dengan kejadian yang baru saja menimpanya dimana harga dirinya hampir dipermalukan ditambah tatapan tajam dari Bryan membuatnya takut.


"Aku minta maaf, Tuan. Aku telah membuatmu malu dan menghancurkan acaramu." Ujar Clara.


"Rupanya gadis itu coba bermain-main denganku." gumam Bryan terdengar samar-samar oleh Clara.


"Gadis siapa? Siapa yang bermain-main denganmu? Ah... jangan-jangan kamu salah satu dari orang itu yang suka membeli para gadis ya?"


"Aku rasa ada orang lain yang berusaha mempermalukanmu."


"Orang lain? Aku bahkan tidak berpikir sejauh itu."


"Bagaimana mungkin gaun itu bisa robek perlahan-lahan seperti ada yang sengaja menyabotasenya."


"Tapi siapa???" Clara bertambah bingung karna dia merasa tidak memiliki musuh lalu bagaimana bisa guannya disabotase.


"Tunggulah disini! Aku keluar sebentar."


"Aku ikut!"


"Tetaplah disini, tutupi tubuhmu dengan jas itu, dan jangan buka pintu kamar sebelum aku kembali."


"Baiklah, Sir!"


Bryan pergi untuk mencari orang yang telah sengaja menyabotase gaun Clara.


"Wulan, kemarilah!" panggil Bryan melihat Wulan berdiri sendiri di tempat parkir.


"Sepertinya dia sangat kesal, pasti dia habis memarahi sekretarisnya itu." gumam Wulan.


Wulan terlihat amat senang saat Bryan memanggilnya dan segera mendekati Bryan.


"Hmmm... Tuan memanggilku?"


Bryan langsung menarik tangan Wulan membawanya ketempat yang sedikit sepi. Bryan mendorong tubuh Wulan kedinding, Wulan mulai syok ternyata dia malah mendapat perlakuan kasar dari Bryan.


"Katakan! Kamu kan yang merusak gaun Clara?"


"Tidak! Bukan aku, aku tidak tau apa-apa." Berusaha mengelak.


"Aku mengawasi gerak gerikmu, sejak Clara datang hanya kamu satu-satunya orang yang tidak suka melihatnya."


"Ya... Tapi bukan berarti aku pelakunya." Masih berusaha mengelak, Bryan memutar tangannya.


"Aawww... Sakit, lepaskan! sungguh bukan saya pelakunya."

__ADS_1


"Mengaku, atau ku patahkan tangan ini yang sudah mencoba mempermalukannya!" Bryan semakin menyakiti tangan Wulan.


"Benar! Memang saya pelakunya, tolong lepaskan tangan saya."


"Ini peringatan untukmu! aku bisa melakukan lebih dari ini." ancam Bryan.


"Jangan ulangi kesalahan yang sama! Jika kamu mengulanginya aku akan memecatmu bahkan aku tidak akan segan-segan menghabisi wanita sepertimu."


Wulan tidak mampu berkutik mendengar ancaman dari Bryan. Sebelum meninggalkan Wulan Bryan mendorong Wulan untuk kedua kalinya tanpa peduli sakit yang Wulan rasakan.


"Tunggu!!!" Panggil Wulan, Bryan berhenti Wulan mendekatinya.


"Kenapa kamu sangat peduli padanya? kamu tau aku sangat mencintaimu, dan selama aku menjadi sekretarismu kamu tidak pernah bersikap manis padaku, tapi kenapa dengannya kamu sangat manis sampai-sampai kamu menjaga kehormatannya, kalian bahkan belum lama kenal."


"Itu urusanku, jangan ikut campur!"


"Memangnya sejauh mana kamu mengenalnya?"


"Bukan urusanmu."


"Kamu harus tau, dia mantan istri direktur kedua, dia itu janda."


"Aku sudah tau!"


"Kenapa kamu masih mendekatinya?"


"Apakah kamu mencintainya?"


Sesaat pertanyaan itu membuat Bryan berpikir.


"Jawab! Apa kamu mencintai janda itu?"


"Jangan menyebutnya janda, panggillah namanya."


"Ok! Katakan, apa kamu mencintai Clara?"


"Menjawab pertanyaanmu hanya membuang waktu."


"Aku hanya perlu jawaban darimu, Kamu mencintaiku atau mencintainya? 3 Tahun aku menanti jawaban darimu, katakan sekali saja!"


"Kamu mau tau?"


"Iya... Jawablah, aku janji aku tidak akan mengganggu Clara lagi."


"Aku tidak menyukaimu, aku harap kamu tidak terluka mendengarnya dan berhentilah ikut campur mengenai perasaanku."


"Ok... Aku terima, mulai sekarang aku tidak akan mengganggu Clara, aku akan mengajukan surat pengunduran diri."

__ADS_1


Walau bagaimanapun Wulan sangat sedih menerima kenyataan Bryan tidak pernah menyukainya karna Wulan sudah lama menyukai Bryan.


DISISI LAIN masih di kamar 1624


"Aku tidak mungkin keluar dengan pakaian sobek dan terus menutupi tubuhku dengan jas ini."


Clara mulai mencari cara untuk mendapatkan pakaian salinan.


"Wah... baju siapa ini?" Clara membuka lemari dan mendapatkan satu buah baju.


"Aku pakai ini saja kali ya? Setidaknya baju ini bisa menutupi tubuhku."


"Hah... Kenapa baju ini sangat pendek?" Setelah mencoba bajunya Clara kaget ternyata baju itu tidak menutup sampai kelututnya.


"Pahaku akan terlihat, bahkan ini sangat pendek dan ketat seperti penyanyi dangdut, hehe." Clara terkekeh dan sedikit merasa aneh karna sebelumnya dia tidak pernah memakai pakaian yang sangat sexy.


drrrt... drrrt... drrrt... ponsel Clara berdering.


"Apa???"


"Iya baiklah saya segera turun!" Clara menutup telpon.


"Aku tidak yakin harus keluar dengan pakaian seperti ini? bahkan pakaian ini membuatku susah berjalan." gumam Clara.


"Hah biarkan saja! Aku tidak mungkinkan keluar dengan gaun sobek, lebih baik yang ini saja."


"Ayo Clara rileks, berjalanlah secara perlahan!"


Clara sangat berhati-hati saat berjalan karna baju yang dipakainya sangat pendek dan ketat dia tidak terbiasa.


Sampailah akhirnya Clara ditempat Bryan sedang menunggunya.


"Kenapa lama sekali...?" gerutu Bryan tanpa melihat Clara.


Clara hanya diam, Bryan menolehnya dan benar-benar kaget melihat Clara mengenakan pakaian sexy sampai-sampai tak berhenti memandang Clara dari bawah sampai atas Clara berusaha menutupi kakinya dengan tas bagaimanapun Bryan tetap orang asing untuknya jadi dia merasa malu.



"Maaf membuatmu menuggu lama, baju ini membuatku sulit berjalan."


"Cepat masuk!" ujar Bryan menyuruh Clara masuk kedalam mobil karna Bryan tidak mau orang-orang akan memperhatikan Clara dengan pakaian yang tidak menutup tubuh dengan sempurna menurutnya.


Bersambung....


Hai gimana tanggapannnya untuk episode kali ini?


jangan lupa like dan komentarnya ya😊

__ADS_1


__ADS_2