DARI HATI

DARI HATI
Episode 21


__ADS_3

"Seperti kata pepatah dibalik suksesnya seorang suami pasti ada seorang istri yang hebat disisinya. Pepatah itu benar saya sendiri sudah mengalaminya karna itulah setiap pekerjaan yang saya lakukan saya selalu melibatkan doa istri untuk keberhasilan saya." Rendi melanjutkan kalimatnya.



"Hebat...!!!" Seseorang memberi tepuk tangan lalu disusul tepuk tangan oleh semua tamu.



"Baru kali ini, ada seorang pengusaha yang mau berterus terang dan menghargai seorang istri bahkan saya sendiri meluangkan waktu untuk istri saja sudah kerepotan, tapi pak Rendi ini memang luar biasa selain menjadi pengusaha hebat tapi dia juga menjadi suami yang sangat menjaga keharmonisan keluarganya." Sambungnya sekali lagi semua orang memberi tepuk tangan untuk Rendi.



"Pak, bawa istrimu keatas panggung perkenalkan pada kami semua..." Teriak para tamu.



Rendi mulai berjalan kearahku setiap wanita memandangnya dengan kekagumannya bagaimana tidak selain tampan, murah senyum, suamiku juga sangat berwibawa. Rendi meraih tanganku dan membawaku naik keatas panggung membuat para wanita merasa iri denganku. Mungkin mereka berpikir bagaimana Rendi bisa jatuh cinta pada wanita biasa sepertiku, aku juga tidak tau apa yang membuat suamiku begitu sangat mencintaiku, biarlah dia dan Allah yang tau aku tidak akan mempertanyakan hal itu. Satu hal yang harus diingat Cinta itu tidak bersyarat dan Jodoh sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa.



Malam ini merupakan malam terindah bagiku, aku tidak akan melupakannya seumur hidupku.



"Rendi, kamu adalah suami terhebat bagiku, kamu adalah kebanggaanku karna bimbinganmu juga aku bisa menjadi istri yang hebat dimata dunia." Batinku sambil tersenyum menatap wajah tampan suamiku. Pada akhirnya kami malah disuruh berdansa sebagai acara penutupan. Ini yang membuatku dan Rendi tak bisa berhenti tertawa kami tidak bisa berdansa tapi malah kami yang diminta untuk berdansa padahal Rendi sudah menyewa grup tari tapi semua sia-sia mereka hanya ingin kami yang berdansa.



*****


Aku sudah tidak sabar menunggu Rendi datang dari luar kota untuk membawa Nanda sahabatku ke rumah sampai-sampai aku sangat bersemangat lebih dari biasanya.



"Kamu sepertinya senang banget Nanda mau datang." Ucap mama seperti tidak senang.



"Memangnya kenapa ma?"



"Mama hanya takut apa yang mama khawatirkan tentang Rendi akan menjadi kenyataan jika Nanda kamu ajak untuk tinggal disini."


Seketika jantungku berdegup kencang aku sempat terpengaruh dengan ucapan mama, tapi dengan segera aku menepis pikiran burukku pada Rendi.



"Hush... mama tidak boleh bicara seperti itu. Clara sangat mengenal Nanda apalagi Rendi, mama tenang saja." Kali ini aku tidak mau lagi berpikir yang bukan-bukan pada suamiku, aku sudah sangat yakin pada kesetiaannya dia begitu banyak memberiku bukti.


__ADS_1


"Clara, pamit dulu ma mau belanja ke super market."



"Kak, Kath ikut ya." Teriak Kathryn menghentikan langkahku.



"Bukannya hari ini kamu harus berangkat ke luar negeri, Kath?"



"Hmmm... Kath bakal kuliah disini kak, jadi kakak tidak akan kesepian lagi saat kak Rendi tidak dirumah, Kath akan selalu menemani kakak."



"Kamu serius Kath?" Aku seakan tak percaya kalau Kathryn pindah kuliah.



"Iyalah kak, kakak lihatkan Kath masih disini."



"Aahhh... Kakak senang sekali." Aku memeluk Kathryn, aku sangat senang saat tau Kathryn pindah kuliah jadi aku tidak akan kesepian lagi seperti yang dia katakan.




*****



"Kamu ini memang mantu idaman mama." Ucap mama menghampiriku saat aku tegah menyajikan hidangan diatas meja makan.



"Udah rajin, pandai masak lagi Rendi sangat beruntung sayang." Sambungnya lagi.



"Mama ada-ada saja." Ucapku sambil menggelengkan kepala yang ku kerjakan ini memang tugas seorang istri, aku tau mama memang selalu berlebihan memujiku.




Selesai menghidangkan makanan kami semua pun menunggu Rendi yang akan sampai beberapa menit lagi.


__ADS_1


"Kamu yakin sayang mau mengajak Nanda tinggal disini?" tanya mama lagi sepertinya mama masih ragu.



"Clara yakin ma, kasian Nanda dia sedang sakit disana dia tinggal sendiri Clara hanya khawatir jika sesuatu terjadi padanya siapa yang akan menolongnya, tapi jika Nanda tinggal disini kita semua bisa mengawasinya, ma." jelasku panjang lebar dan akhirnya mama pun mengerti.



"Kamu benar-benar berhati mulia, sayang."



Tak terasa akhirnya tamu yang kami tunggu-tunggu pun tiba kami beralih ke depan pintu untuk menyambut Nanda.



Siapa yang orang yang pertama kali ku peluk? Nanda lah orangnya kami berdua sangat terharu setelah sekian lama akhirnya kami bisa bertemu lagi melepas rindu. Aku merasa kasian pada Nanda wajahnya sangat pucat mungkin ini karna penyakitnya. Saat aku tengah berpelukkan dengan Nanda, mata kami semua tertuju pada Rendi yang keluar dari mobil sambil menggendong seorang bayi kira-kira berumur 5 bulan.



"Nanda, kamu punya anak? Kamu sudah menikah?" Tanyaku dengan gembira. Nanda hanya diam dan tersenyum aku tidak menyangka ternyata sahabatku sudah menikah tapi aku senang berarti ada suaminya yang menjaganya.



"Suamimu dimana, Nan? Kenapa kamu tidak mengajaknya?" Tiba-tiba pertanyaanku teralihkan oleh Rendi.



"Rendi ingin mengatakan sesuatu pada semuanya." Ucap Rendi sontak membuat kami kaget dan bertanya-tanya.



"Rendi, sebaiknya kita duduk dulu kasian Nanda." ucapku. Kami pun duduk diruang tengah.



"Apa yang ingin kamu katakan?" tanya mama pada Rendi.


Aku sangat penasaran apa yang akan suamiku katakan kenapa dia bungkam seolah ragu dan takut untuk mengatakannya.




Bersambung.....


Kira-kira apa yang akan Rendi katakan ya? Pada penasaran gak nih?



Jangan lupa berikan vote, like dan komentarnya dulu😊😁

__ADS_1




__ADS_2