
"Duduklah dengan tenang, sebentar lagi kita akan berangkat." Ucap Bryan, Clara mulai menenangkan dirinya untuk menghilangkan rasa takut. Bryan mendekatkan tubuhnya ke Clara membuat Clara gugup.
"Apa yang kamu lakukan?" Clara mengira Bryan akan menciumnya.
"Memasang seat beltmu!" Bryan menarik seat belt Clara dan memasangnya.
"Huh!!!" Clara menghela nafas.
"Jangan takut! percayalah tidak akan terjadi apapun." ucap Bryan sembari menggenggam tangan Clara sekaligus menyandarkan kepala Clara dipundaknya supaya Clara tidak takut, Clara hanya mengangguk merasa ada yang aneh pada dirinya saat bersandar dipundak Bryan sambil berpegangan tangan.
Dalam perjalanan
"Sir, apa masih lama?"
"Baru 2 jam, kira-kira 15 jam lagi kita akan sampai."
"Lama sekali, apa perjalanan kita sejauh itu?"
"Iya kita akan ke Swiss."
"Wah... Swiss???"
"Kamu suka?"
"Iya aku suka itu salah satu tempat yang ingin aku kunjungi."
"Kalau begitu aku bisa membawamu keliling dunia."
"Wah... Boss serius?"
"Iya, bilang saja kamu ingin pergi ke negara mana."
"Membawaku ke Swiss saja, aku sudah merasa sangat senang."
"Aku janji setelah bertemu investor kita akan keliling kota Zurich."
"Boss serius?"
"Iya, Clara kapan aku pernah berbohong?"
"Yeyyy!!!" ucap Clara senang seakan-akan melupakan rasa takutnya pada ketinggian.
"Hm.. hm.. saat belum take-off sudah muntah-muntah, sekarang sepertinya sangat berani." Bryan menyindir Clara dengan cara menyenggol bahunya. Clara jadi malu pipinya memerah membuat Bryan merasa gemes.
"Aneh tapi menggemaskan." Kata Bryan mencubit pipi Clara, Clara tersipu malu.
Malam Hari
"Ms. Clara, bangun!" Bryan membangunkan Clara yang tertidur dalam perjalanan.
"Huah... Iya, Sir.!"
"Sekarang waktunya makan malam."
"Wah... makan malam dipesawat Sir? ini sungguhan?" saking polosnya Clara sampai tidak tau kalau dalam pesawat dia juga bisa makan.
__ADS_1
"Memangnya mau makan dimana lagi?"
"Widih... makanannya kelihatan sangat lezat." mata Clara terbelalak melihat makanan yang baru saja di berikan oleh pramugari membuat pramugari itu menatapnya heran.
"Maaf mba, istri saya baru pertama kali naik pesawat jadi tingkahnya sedikit aneh." Jelas Bryan pada pramugari, sedangkan Clara terlihat sudah tidak sabar untuk menyantap makanannya.
"Sir, makanannya sangat mewah dan lezat seperti dihotel berbintang itu."
"Iya, tapi jika kamu naik pesawat dengan kelas ekonomi kamu tidak akan mendapatkan makanan ini."
"Lalu aku dapat apa kalau dikelas ekonomi?"
"Pikirkan saja sendiri!"
"Habiskan makananmu, setelah itu kembalilah tidur."
"Kenapa harus tidur lagi aku kan baru bangun?"
"Perjalanan kita masih jauh."
"Sejauh itu?"
"Iya Clara!"
"Ini Sir, sudah habis, sekarang perut saya benar-benar terisi dengan penuh."
"Cepat sekali, kamu lapar apa doyan?"
"Dua duanya Sir, makanannya sangat lezat."
Setelah makan Bryan juga melakukan hal yang sama sembari mendekati Clara dan berbaring disamping Clara.
"Kamu sudah tidur?" Bisik Bryan dengan satu tangannya memegang bahu Clara. Clara tidak tidur dia hanya memejamkan mata, jadi dia mendengar suara Bryan berbisik ditelinganya.
"Sepertinya dia nyenyak sekali tidur dalam keadaan perut terisi penuh."
Saat Bryan membelakangi Clara tiba-tiba dia merasakan sesuatu melingkar diatas perutnya. Bryan melihat kebawah ternyata Clara sedang memeluknya, Bryan menoleh Clara dan melihatnya mengedipkan kedua matanya sembari tersenyum memandang Bryan membuat Bryan gemes.
"Hah... ternyata belum tidur." ucap Bryan sembari merapikan rambut Clara yang menutupi wajahnya lalu memeluk tubuh Clara dengan erat hingga akhirnya mereka pun tertidur dengan posisi saling berpelukkan.
ZURICH AIRPORT
Bryan, Clara dan Riko sampai di Zurich, Swiss.
"Hei... Clara pakai jaket dan syalmu!" Teriak Bryan karna di Swiss sekarang sedang mengalami perubahan musim dan mereka tiba dimusim dingin jadi harus memakai jaket tebal dan syal untuk menjaga tubuh agar tetap hangat.
Clara malah berlari mengabaikan Bryan dan langkahnya terhenti saat bebas menghirup udara di luar bandara.
"Sir, wanitamu itu akan membuatmu pusing 7 keliling." Ledek Riko.
"Benar-benar diluar dugaanku!!!" gumam Clara memandangi kota Zurich dengan kekaguman.
__ADS_1
"Eropa, I'am Coming." Teriak Clara antusias.
"Hei... Pakai ini!" Bryan memberikan jaket dan syal milik Clara.
"Iya Sir, maaf saya sangat antusias ini pertama kalinya saya keluar negeri apa lagi negara eropa seperti Swiss ini sudah menjadi impian saya sejak dulu!"
"Iya, cepat pakailah kamu bisa sakit jika tidak memakai itu."
"Iya Sir." Clara pun memakai jaketnya dan memakai kacamata. Mereka bertiga sekarang kompak memakai kacamata.
"Sir, sekarang kita kemana?" tanya Clara.
"Kerumah my aunt!"
"Kita tidak ke hotel?"
"Besok kita menginap dihotel, tapi hari ini kita akan menginap disana!"
"Baiklah, Sir."
Bryan berhenti tiba-tiba, membuat Clara yang berjalan dibelakangnya jadi menabrak belakangnya.
"Aduh! Kenapa berhenti?" gerutu Clara.
"Sir, Ms, silakan masuk!" ucap Riko yang tiba-tiba terlihat keluar dari mobil sport mewah berwarna keemasan.
"Wah... Sir, ini mobilmu juga ya? ternyata kamu juga membawanya, berarti kita akan bebas jalan-jalan kemana saja." Ucap Clara senang.
"Hduh dia benar-benar!" Bryan hanya bisa menghela nafas sambil menggelengkan kepala.
"Cepat masuklah!" Bryan menarik tangan Clara menyuruhnya masuk.
*****
"Wah... Benar-benar kota yang indah!!!" mata Clara terfokus pada pemandangan di Zurich sambil berdiri dimobil, atas perintah Bryan Riko membiarkan atap mobil terbuka agar Clara bisa dengan bebas melihat pemandangan.
"Minum ini!" Bryan ikut berdiri sembari memberikan minuman pada Clara.
"Coklat panas Swiss, Untukku?"
"Iya!"
"Sejak kapan Tuan membelinya?"
"Ya ampun! Riko itu bagaikan abdi setiaku jadi tanpa aku mintapun dia sudah menyiapkan semuanya."
"Hehe!!! Hebat, hebat, hebat pak Riko." Ucap Clara sembari tepuk tangan.
"Wah... wah... Sir, lihat itu! nanti kita pergi ke gunung salju itu jugakan?" Menunjuk gunung Titlis yang tertutup salju menyegarkan mata Clara memandangnya.
"Kita tanya pak Riko yang menyupir, jika dia mau mengantar kita kesana maka kita akan kesana? bagaimana Riko?" tanya Bryan.
Riko tersenyum karna tingkah Clara berhasil membuatnya merasa geli.
__ADS_1
"Kemana saja yang ms. Clara sebut saya siap mengantarnya." ucap Riko.
Bersambung.....